
"berli...." ucap serius kelvin yang sambil memainkan laptopnya.
"ya..ada apa kelvin?apa sudah kau temukan latar belakang orang itu sepenuhnya dan kejadian di masa lalunya?" ucap berli.
"belum berli,disini hanya tertulis bahwa tuan Axelle adalah pengusaha muda no.1 di negeri ini,namun untuk mengetahui latar belakng sepertinya ada yang memproteksi dia di balik layar,sudah sempat ku temui database dari keluarganya namun tiba-tiba situsku terdeteksi lalu di bloknya,tapi tenang saja aku akan berusaha semampuku untuk kau." ucap kelvin yang menjelaskan rinci pada berli.
"huuuft...kelvin setahuku kau adalah hacker paling hebat,tapi kenapa saat ini kau jadi bodoh" ucap berli sambil memanyunkan bibirnya.
"saat ini sistem keamanan perusahaan tuan axelle telah di retas berli,jadi mereka secepat mungkin menutup akses tentang perusahaan atau data dari tuan axelle,mereka sedang mencari tau siapa pelakunya,tapi untung saja aku bisa menghapus jejak ku dengan cepat disana,kalau tidak mungkin aku di anggap pelaku yang telah meretas firewall mereka"
"kau serius kelvin?ternyata saat ini dia memiliki masalah berat,tapi kenapa di saat situasi ini dia malah mencari allice" ucap berli yang terkejut mendengar informasi dari kelvin.
"mungkin allice ada hubungan dengan axelle di masa lalu yang bisa membantu dirinya untuk menghadapi situasi ini" ucap belva tidak kalah serius dengan kakaknya.
'kalau hubungan di masa lalu mungkin saja iya,tapi kalau berhubungan dengan perusahaan yang axelle miliki aku rasa tidak,allice tidak mungkin melakukan itu semua" imbuh berliana yang masih memikirkan akan hal itu.
"mungkin saat ini kita bisa membantu axelle di balik layar, mencari tahu siapa yang telah melakukan cyber crime seperti ini"
"aku setuju,aku tidak ingin allice terbawa dalam situasi ini" ucap berliana yang begitu semangat.
"kelvin, kau siap melakukan tugas ini?" perintah belva untuk assitan dan juga teman baiknya itu.
"siap bos,aku akan melakukannya disaat mereka lengah" ucap kelvin dengan tegas yang masih dalam memainkan jari jemarinya di atas keyboard laptop miliknya.
"bagaimana kau tau jika mereka lengah?" ucap berliana yang polos namun rasa penasarannya lebih tinggi.
"aku akan meretas seluruh cctv yang ada di kantor milik axelle,jadi aku bisa mengetahui situasi disana"
"aku penasaran,siapa musuh axelle saat ini,walaupun aku baru saja kenal dengannya tapi aku rasa ingin membantunya" ucap belva yang terlihat ingin membantu axelle.
"belva....apa aku tidak salah dengar?" ucap berli yang ingin memastikan ucapan belva tadi.
"entahlah kak,aku merasa dia orang baik" ucap belva sambil menggaruk ujung alisnya yang tidak gatal.
"kau kan baru kenal dengannya baru saja,dan kau jangan menilai seseorang hanya dari luarnya saja" ucap berli.
"tidak kak,aku rasa memang dia orang baik" sangkal belva.
"ya terserah kau belva,mungkin karena kau tidak pernah melakukan kesalahan yang tidak di sengaja pada orang itu,jadi kau menganggap dia baik" ucap berli yang berusaha memberi pengertian kepada belva.
"ah ternyata kakak tidak menyukai dia karena pertemuan kakak yang tidak menyenangkan itu..haha,aku paham sekarang" ucap belva yang menggoda kakaknya dengan tawanya.
"iya belva kau benar,pertemuanku dengan dia memang tidak baik,pertama kali aku bertemu dengannya di restoran,dan menumpahkan minuman dan juga makanannya ke tubuhnya,namun aku tidak sengaja melakukan itu,wajahnya memerah seolah dia mau memakanku dan membentakku juga,padahal aku sudah meminta maaf tapi sepertinya dia tidak mau memaafkan ku" curahan hati berli pada adiknya.belva hanya mendengarkannya dengan baik dan sesekali menahan tawanya.
"kau itu kak...." ucap belva terpotong karena tawanya.
"kenapa dengan ku? apa ada yang lucu?" tanya polos berli pada adiknya.
"kau itu menilai sesorang dengan cepat ternyata,tidak semua orang yang kau lihat itu buruk jika dia memperlakukanmu buruk,pasti ada sebabnya dan berakibat dia menjadi seperti itu" ucap belva dengan keyakinannya.
dan berlipun hanya terdiam sejenak memikirkan ucapan adiknya itu,walaupun dia umurnya terbilang muda tapi siapa sangka kalau sifatnya itu lebih dewasa dari kakaknya.