What Men Want

What Men Want
kekesalan Axelle



Tapi aku....."ucap berliana tersendat yang memperhatikan para pelayan membersihkan meja makan meraka yang berantakan.


"Sudah tidak apa apa aku mengerti situasi ini" ucap damien yang juga sambil membantu membersihkan tangan kiri berliana yang terkena tumpahan minuman dan makanan tadi.


"Terima kasih tuan,biar aku saja yg memberaihkannya"


.


"Tidak apa,biar aku bantu.." ucap damien.


Melihat senyuman itu berliana mengingat sesuatu,bahwa pria ini tampaknya tidak asing baginya,sambil mengingat sesuatu dan yaah dia adalah orang yang sama waktu bertemu di museum kala itu.


"Hmm...hei sepertinya aku mengingat anda" ucap berliana


.


Damien yang bingung menyatukan kedua alisnya tampak berfikir sejenak dengan menatap gadis itu.


"Oooh yaaa aku ingat kita pernah bertemu sebelumnya,benarkan?...apakah kau yang di museum waktu itu menabrak ku hingga ponsel ku terjatuh?.." ucap damien sambil tersenyum.


"Iya tuan,lagi lagi saya menabrak anda,maafkan saya tuan" ucap berliana yang agak sedikit malu karena pertemuan dengannya yang ke dua di buat malu oleh ulahnya sendiri.


"Tidak apa apa,aku senang bertemu kamu lagi saat ini"


. Ucapan damien yang membuat hati wanita itu sedikit merona.


Yah damien sangat tampan siapapun juga tergila-gila oleh senyumnya,bahkan perlakuan lembut kepada wanita membuat berliana semakin nyaman ada di dekatnya jauh berbeda dengan axelle yang sangat dingin dengan siapapun.


"Oh iya sedang apa kau disini nona?apa makan siang juga?bersama siapa?" Tanya damien yang begitu antusias melontarkan beberapa pertanyaan.


"Kali ini aku sendiri makan siang disini,merasa bosan dengan kegiatan dirumah" jawab berliana dengan senyum manisnya yang dimilikinya.


"Dimana teman mu waktu itu?mengapa tidak bersama mu?"


.


"Allice, dia sedang ada urusan bersama ibu ku mungkin pergi berbelanja" sambil mengangkat kedua bahunya.


"Astaga aku hampir melupakan sesuatu" ucap damien sambil menepuk keningnya dengan pelan.


"Ada apa?terlihat sangat serius..."


"Aku kira hal serius apa, ternyata hanya ini" ucap berliana sambil tertawa kecil.


"Aku berliana,kau bisa memanggil ku berli,tuan.." sambil menyambut tngan damien dengan hangat dan tersenyum lebar yang membuat wajahnya semakin cantik.


"Jangan panggil aku dengan sebutan tuan berli,panggil saja damien"


.


"Baiklah tuan,uuups maaf maksudku damien..yah damien" terlihat kaku namun masih tetap dengan senyumnya yang menawan.


"Apa kau sibuk hari ini berli?"


"Tidak begitu,aku belum ada kegiatan apapun untuk hari ini,ada apa damien?"


"Ahh tidak aku hanya ingin mengajakmu berkeliling di kota ini,ingin melihat lihat keindahan kota ini" ucap damien dengan senyuman yg mantap.


"Berjalan jalan? Di kota ini?? Apa itu tidak membuang waktu mu damien?aku lihat dari penampilanmu kau ini orang yang cukup sibuk" tanya penasaran berliana dengan gestur tubuh.


"Yah pekerjaan ku cukup banyak disini,tetapi baru saja aku telah menyelesaikannya,karna hanya 4 hari saja aku ada dsini"


.


"4 hari?maaf kalau boleh tau kau berasal dari mana damien?"


"Aku datang dari kanada,datang kesini untuk mengurus pekerjaan" jawab damien santai.


"Oooh baiklah,kalau begitu ayo biar aku menemanimu hari ini...tapi maaf jika hari ini aku tdak bisa berlama lama dengan mu karna nanti pasti momy mencari ku jika aku pulang ke rumah sampai larut" ucap berli.


"Baiklah,itu tidak akan terjadi.." ucap damien sambil tersenyum.


Sementara itu Axelle yang masih kesal dengan kejadian yang baru di alaminya.


"Siapa wanita itu,berani sekali dia memperlakukan seperti tadi" ucap axelle sambil berdecak kesal dengan kejadian di restoran tadi.


"Awas saja jika aku bertemu dengannya lgi dan melakukan kesalahan,aku tidak akan mengampuninya" ucap axelle dalam hatinya dengan nada mengancam.


"Tenang tuan,itu hanya kecelakaan kecil lagi pula gadis itu sudah meminta maaf kan" nada bergurau arvin yang melihat axelle nampak dalam suasana buruk di raut wajahnya.