
"Apa yang ingin kau lakukan tuan" ucap allice terkejut karna melihat tingkah axelle yang ingin menyentuh pipinya.
"Ah tidak..maaf kan aku"dengan gaya salah tingkahnya axelle yg tertangkap basah karna ingin melakukan hal tersebut.
"Hei allice ada apa,kenapa wajahmu seprti itu" tanya berliana yang sempat di dengar oleh axelle.
"Allice??".... gumam axelle yang di matanya sudah mengembang bulir bening.
Lalu axelle berbalik lagi dan bertanya pada allice.
'Kau allice?? Benar kah ini kau? " ucap axelle memegang pipi Allice dan memeluk allice.
"Hei tuan,kau ini apa-apaan memeluk orang sembarangan,kau ini siapa?" Teriak allice yg tidak terima di perlakukan seperti itu oleh axelle hingga semua karyawan yg ada di mall itu tercengang melihat kejadian itu,tidak percaya bahwa ada orang yang berani membentak bos nya yg terlihat sangar itu.
Berliana hanya tercengang yang di bibirnya masih terdapat sedotan susu kemasan yang baru saja dia beli di tempat itu.
"Tunggu..kau ini orang yang tadi aku tabrak kan?,sebenarnya siapa kau,kenapa aku jadi merasa sial sekali bertemu dengan kau terus" ucap berliana.
Seketika tangan berliana pun di tarik oleh axelle dan meninggalkan allice,allice hanya terperanga melihat kejadian itu dengan cepat,dengan sigap 2 orang bodyguard berliana pun menyusul mereka.
"Berhenti...apa yang kau lakukan dengan nona kami?" Tanya tegas gary si bodyguard yang bertubuh tegap.
"Siapa kau beraninya menghalangiku" tanya axelle yg juga akan di hampiri ke empat bodyguardnya.
"Sudah tidak apa gary,aku akan mengikutinya sebentar,kau bisa berjaga disini" ucap berliana lembut namun juga ada kepanikan di wajahnya yang tangannya masih di genggam oleh axelle.
"Saya akan mengikuti nona dari belakang" ucap gary tegas.
Berliana hanya mengangguk pelan,lalu dia mengikuti axelle sampai keruangan axelle,dan semua body guard menunggu di depan pintu ruangan axelle.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dari ku" tanya berliana yang memegang pergelangan tangannya.
"Aku hanya ingin tau,dimana kau bertemu dengan Allice?" Ucap axelle dingin,yang memandang keluar jendela dengan kedua tangan di belakangnya.
"Tentang allice??kau menarikku kesini hanya bertanya tentang dia??"
"Cukup kau jawab saja dan jangan membantahku" suara geram axelle yang tertahan.
"Baiklah kau boleh keluar dari ruanganku" ucap axelle dingin tanpa menjawab pertanyaan berliana namun masih penuh pertanyaan di otaknya.
Sambil berlalu begitu saja berliana bergumam "aneh sekali orang itu"
.
Axelle hanya menoleh ke arah berliana yang menuju pintu keluar.
"Anda tidak apa-apa nona?" Tanya garry.
"Tdak apa-apa gary,orang itu hanya ingin mengobrol sebentar dengan ku" jawab berliana dengan senyuman hangatnya.
"Arvin,tolong kau cari identitas gadis yang bersama ku tadi di chadstone,victoria GF area dry food,kau bisa lihat di cctv,gadis yang sempat aku peluk tadi,aku tunggu kabar ini secepatnya" ucap axelle yang seolah melupakan masalah perusahaannya yang terancam colapse,namun gadis itu lebih penting dari perusahaan ini batinnya.
"Baik tuan,secepatnya akan saya kabarkan". Ucap arvin yang bingung.
"Axelle ini kenapa begitu antusias sekali mencari tau tentang gadis ini,tidak biasanya dia memikirkan seorang gadis...cck aaah axelle axelle...ada saja ulah kau yang membuatku bingung, disaat genting seprti ini baru kau memikirkan seorang wanita" gumam arvin yang sibuk mencari tau siapa gadis itu sebenernya,arvin pun juga ikut penasaran.
"Berli aku mencarimu kemana kau di bawa oleh pria gila itu?" Tanya khawatir allice.
"Pusat perbelanjaan ini miliknya allice,dan aku di bawa keruang kerjanya"
"Haah...bagaiman kau tau ini miliknya?dia yang meberitahukanmu?ciih sombong sekali dia" ungkap kesal allice tertuju kepada pria yang di anggapnya gila tadi.
"Bukan...aku melihat papan nama di pintu ruangannya tadi,dia seorang CEO dan namanya Axelle A. Alison dan aku melihat foto berukuran besar dirinya di dinding ruangannya " imbuh berliana.
"Jadi apa yang kau bicarakan tadi hingga kau di tarik-tarik seperti itu?" Tanya allice penasaran
.
"Oh ya allice apa kau mengingat sesuatu sebelum kecelakaan itu terjadi menimpa dirimu?sedang apa atau bersama siapa kau saat itu atau mungkin kau sudah mengingat sesuatu" ucap berliana.
"Aku....aku....aku belum bisa mengingat apa apa tentang hal itu yang aku ingat aku melihat mommy dan kau waktu aku pertama kali membuka mataku" wajah sedih allice terlihat jelas dan terlihat kebingungan saat di tanya seperti itu oleh berliana,tidak percaya berliana akan bertanya hal yang tidak mungkin di ingatnya itu.
"Aah maafkan aku allice,aku tidak bermaksud membuatmu sedih,tapi pria tadi hanya menanyakan aku bertemu denganmu dimana,lalu aku hanya menjawab kalau kau adalah saudara kandungku" ucap berliana mencairkan hati allice yang dilanda kebingungan hari ini.