
......°VORDIGAEROS°......
" YUNA, CLARA!" Balas Michael tak kalah terkejutnya.
Mereka bertiga saling tunjuk menunjuk dengan wajah yang sama-sama terkejut. Bingung karena buat apa Michael dan kedua temanya lagi datang kesini? apa ada perlu? bukanya mereka belum saling mengenal? atau ya itulah pokoknya belum dekat!
"Kok lo kesini? tau dari mana lo kalo Lettha lagi dirumah sakit?" Tanya Yuna beruntun.
"Tau dari Tante Velive." Jawab Michael pada Yuna.
Yuna dan Clara hanya mengangguk dan balik menatap Lettha yang sudah terbangun. Yuna dan Clara segera mendekati Lettha yang masih terbaring.
"Lett, lo belom mati 'kan,? gimana rasanya? Stroberi, mangga, apel?" Ngawur Clara bertanya-tanya tapi dari wajahnya memang terlihat sedang khawatir.
"Gue belom mati! Enak aja kalo ngomong!" Ketus Lettha pada Clara. Tidak disengaja, Lettha melihat sebuah bingkisan yang lumayan banyak di meja. Matanya pun berbinar dan segera meraih cepat bingkisan tersebut.
"Appaan tuh? appaan tuh? appaan tuh?" Tanya Yuna mengitu Tren di Tiktok.
Lettha segera membuka bingkisan tersebut dan masih belum sadar jika masih ada orang lain selain dari dua sahabatnya itu yang sedang duduk di bangku.
"Ini dari siapa Yun? Elo, Ra?" Tanya Lettha sambil memakan bingkisan tersebut.
"Kenapa emangnya? enak?" Tanya Clara menatap Lettga yang masih asyik memakan bingkisan tersebut.
"Enak bangettt! Elo berdua wajib cobain! Btw, ini dari siapa Kalo bukan dari lo berdua?" Tanya Lettha sedikit mengerutkan keningnya.
"Gue!" Satu kata dengan suara bariton ngebass nya itu menyadarkan Lettha namun membuat Lettha sedikit terheran. Hah? ada cowok disini?
Lettha mengerutkan keningnya dan menatap lelaki tersebut yang sedang bersandar di sofa sembari memegang HP nya. "Lo? ... Alan kan? mau ngapain lo kesini?" Tanya Lettha sedikit mengingat-ingat.
"Lo kenal Lettha, Lan? dimana? kok gue gak tau?" Tanya Michael sedikit curiga pada Alan. Bukanya Alan gak pernah deket ama cewe selain dengan mamanya dan kakaknya?
"Sekedar tau namanya doang." Jawab Alan datar.
Michael pun langsung mengingat rencana mereka yang waktu itu mereka rencanakan untuk mengajak Genk Zerscha bekerjasama agar Genk Vordigaeros dan Genk Zerscha semakin banyak dan kuat. Namun bukan untuk tauran tetapi untuk menambah pertemanan antar Genk agar lebih dekat dan juga tidak terkalahkan.
"He'emm, Emm, emm, " Michael berdehem keras agar semua orang mendengarnya yang hendak berbicara.
"Lett, lo kan ketua dari Genk Zerscha jadi, Genk Vordigaeros mau ngajak kerjasama sama Genk elo buat menambah pertemenan dan hubungan juga untuk menambah kerjasama supaya lebih kuat. Mengenal lo juga salah satu Genk yang paling kuat." Jelas Michael pada Lettha dan juga Yuna serta Clara.
Alan dan satu sahabatnya lagi yang bernama Valen itu tampak terkejut dengan pernyataan Michael yang mengetahui ketua dari Genk Zerscha.
Namun untung saja Alan masih dapat mengondisikan wajahnya yang tampak terkejut dan bingung. Banyak pertanyaan didalam otaknya kepada Michael.
"Ohhh, untuk mengajak Genk kita kerjasama enggak semudah yang lo pikirin. Kita punya tantangan kalo lo mau ngajak kami kerjasama. Tantanganya adalah Balapan motor besok malam. Kalo gue menang Genk lo harus tunduk sama Genk gue termasuk ketua lo. Dan kalo kalian menang, kita bakal kerjasama." Tantang Lettha dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.
Michael hanya mengangguk dan menatap Alan, "Gimana, Lan? mau gak terima tantangan dari ketua Zerscha?" Tanya Michael pada Alan agar memutuskan.
Alan hanya mengangguk setuju saja dan terdapat sedikit rencana di kepalanya. "Gimana? ketua gue udah setuju. Dan, siapa yang bakal balapan?" Tanya Michael pada Lettha.
"Ketuanya akan balapan karena dia seorang pemimpin dari masing-masing Genk." Jawab Lettha.
"Lo serius, Tha?" Tanya Yuna, tampak kaget dengan tantangan yang dibuat oleh sahabatnya itu sendiri.
"Serius. lo santuyy aja! jangan takut! Genk Zerscha tidak mengenal rasa takut!" Lettha kini sedang memerankan sebagai seorang pemimpin yang sebenarnya.