
...°VORDIGAEROS°...
Pagi hari pun tiba. Kini Lettha dan teman-temannya tumben saja tidak terlambat. Yah, karena tentunya ada upacara pagi ini. Jadi mereka harus datang tepat waktu.
Upacara pun dimulai. Disaat itu anak kelas XII IPA 1 dan Anak kelas XII IPA 2 berdiri bersebelahan. Tepat sekali Kelas Allan dengan teman-temannya berada di kelas IPA 1 dan Kelas Lettha berada di IPA 2.
Para Osis menjaga dengan berkeliling dibelakang. Terkadang juga Osis suka memfoto anak-anak terlambat dan acara Upacara yang sedange berlangsung saat ini.
Tiba-tiba ...
"PAGI ALLAN GANTENGKU, CALON SUAMIKU, MY BEBEB SWEETY HONEY KU ... KANGEN NGGAK SAMA AKU BELLA JEANY AMABELL?" Teriak Bella heboh sendiri ~ menghampiri Allan yang tengah berbicara dengan Michael.
Allan hanya menoleh lalu kembali berfokus. Berbeda dengan Rio dan Gino yang malah meladeni Bella. "Heh, Cabe biru yang terganjen sejagat Raya! Bisa diem nggak sih mulut sampah lo itu?! Punya mulut kok nggak di rem!" Bukan Rio ataupun Gino yang membalas kali ini, malah Yuna yang tampaknya kesal jika Bella dan Ganknya datang.
"apa lo bilang, Cabe rawit biru? Heh, sadar ya, Ayun-ayun nggak laku! Mulut lo nggak ada bedanya sama setan yang lagi berdiri disebelah lo itu!" Balas Bella dengan sindirannya sekaligus menyindir Lettha yang hanya diam saja sedaritadi.
"Ehh, Mulut sampah! Denger ya, Lo pastes dibilang Cabe biru karena mulut lo itu nggak ada habisnya untuk ngegganjen sama laki-laki ya!" Ejek Lettha memanasi Bella. Bella terpancing dan malah menjambak Lettha.
Lettha tak terima dan ia membalas jambakan Bella. Yuna dan Clara yang melihat itu, langsung membantu Lettha ehh ..., tapi Jenny yang merupakan teman Bella malah ikut juga membalas jambakan Yuna dan Clara serta Lettha.
Yupps, setelah Upacara selesai, Lettha dengan teman-temannya serta Bella dan Jenny dibawa paksa ke ruang Osis. Di Ruang Osis terdapat Jaiden sebagai ketua Osis dan Aiden sebagai Wakil ketua Osis.
"Kalian buat ribut apa lagi sih ini ...? Kalian itu udah SMA lohh cewe-cewe! Kenapa enggak otaknya dipake ...? Otaknya ada dimana sih mba cewe-cewe? Di kepala atau di dengkul sih?" Tanya Jaiden kepada Para perempuan yang membuat masalah yang berada tepat didepan mereka.
"Maaf, Jai. Otak gue ada didalam Kepala bukan di dengkul atau dimanapun. Mungkin yah, otak lo kali yang ada didengkul. Jadi lo ada sedeng-sedengnya sedikit!" Ujar Lettha kepada Jaiden.
Jaiden semakin marah. Tadi ia hanya bercanda saja, namun setelah mendengar ejekan Lettha, Ia langsung marah dan tak terima.
"KALIAN SEMUA BERSIHIN TOLIET PRIA MAUPUN WANITA KECUALI LETTHA SEORANG! CEPATT!" Perintah Jaiden dengan keras. Sontak semuanya terkejut dan mau tak mau harus bersabar.
Beberapa Osis mengikuti Bella dan Jenny serta Yuna dan Clara. Smenetara Lettha hanya di ruang Osis menunggu hukuman.
"Dadah, ayang bebeb, Lettha. See you ..." Ucap Yuna dengan senyuman termanis sembari melambaikan tangan. Lettha tau bahwa itu hanyalah sebuah ejekan bahi dirinya.
Ia pun harus menahan emosinya akibat Yuna lacnat itu. Dasar Yuna kerjanya ngeledek orang saja. Hehehe ..., tidak nyadar! Ish, ish, ish ...
Setelah kepergian para musuh dan teman-temannya, Lettha menatap Jaiden dan Aiden dengan senyuman khasnya. Yup, senyuman meledek saja.
"Ampun bang jago! Sorry bang jago!" Balas Lettha yang hanya bisa tersenyum saja.
...__-__-__-__-__-...
Disebuah Lapangan sekolah, Allan dan Valen sedang beradu basket berdua. Sudah lama mereka bermain basket hingga tak kenal jam. Bahkan mereka berdua tak sadar jika pakaian mereka basah dengan keringat mereka. Saat sedang beradu, tiba-tiba ponsel Allan bergetar. Allan segera mengangkat telepon saat tau siapa yang menelopon dirinya.
"Halo." Ucap Allan.
"Lan, Lettha dihukum sama Jaiden di Balkon. Lo yang awasin dia gih! Gue tau pasti si Lettha bakal kabur nih. Udah tau gue otak-otaknya dia. Kalo sama lo pasti dia nggak berani kabur."
"Gue lagi di lapangan basket." Balas Allan.
" .............. "
"Oke-oke. Otw." Balas Allan.
" ............... "
Allan pun segera mematikan teleponnya. Ia beralih menatap Valen. "Len, gue ke Balkon. Lo ke Toilet Pria sekarang!" Ucap Allan pada Valen yang segera diangguki oleh Valen.
Allan pun dengan cepat berlari ke Balkon dan setelah sampai, ia mendapati Lettha yang sedang menyapu Balkon dengan bermalas-malasan.
Allan menepuk pundah Aiden dan Aiden menoleh dengan sedikit terkejut. Aiden pun beralih pergi dan digantikan oleh Allan.
Saat ini Lettha sedang membersihkan Balkon bagian Belakang ~ Tempat para lelaki nongkrong. Lettha terus menatap tempat itu dengan wajah malas.
Lihat saja, tempatnya banyak sekali penuh dengan rokok dan sampah yang tidak terbuang ditempatnya. Yups, dengan terpaksa Lettga harus mengambil Rokok tersebut dengan hati-hati walaupun Rokok tersebut sudah mati.
Tak disengaja Lettha mengunjak puntung Rokok yang masih menyala. Ia pun merasa sakit dan dirinya menjadi tak seimbang. Ia jungklang kebelakang.
Ia menutup mata dan tidak merasakan sakit dibagian punggungnya. "Ini kok gue nggak ngerasa jatoh ya?" Batin Lettha mengernyit.
Lettha pun mulai membuka matanya perlahan dan melihat bahwa Allan berada didepan matanya saat ini. Ia terkejut dan ....