VORDIGAEROS

VORDIGAEROS
Bab 6



...°VORDIGAEROS°...


Pagi ini adalah pagi yang tidak indah bagi Lettha. Sang Mami ~ Rencha sudah meninggalkanya dengan meninggalkan secarik kertas HVS yang sudah terisi penuh kata-kata yang membuat Lettha menjadi sangat rapuh.


Kini Sang Mami ~ Rencha sudah dimakamkan disamping Kakek Lettha. Situasi yang begitu sedih dan terpuruk membuat Lettha tak tau harus berbuat apalagi. Ia sama sekali tidak tau harus berbuat apa, harus mau kemana. Begitu cepat Lettha tidak tau arah yang akan ia tempuh selanjutnya.


Ternyata pesan yang diucapkan oleh Mami nya kemarin merupakan pesan terakhir dari Mami ~ Rencha. Lettha masih dalam kondisi berduka akibat kepergian Mami nya ~ Rencha.


Tampak sekali Thomas dan keluarga barunya datang dengan style yang jauh berbeda. Lettha yang melihatnya langsung tak menyukainya dan menatapnya dengan sinis dan mengintimidasi.


"Mau apa kalian kesini? Jangan nyari gara-gara! Gue lagi gak mau berantem, ya?!" Ucap Lettha dengan wajah sembab dan kantung mata yang bengkak.


"Hahhaha ..., Ternyata Mami kamu perginya begitu cepat, yahh. Gak nyangka bakal ninggalin anak tunggalnya yang lemah kayak begini." Celoteh Istri dari Thomas ~ Mami tiri Lettha.


"JAGA OMONGAN LO DISINI! LO GAK BERHAK BUAT KOMEN TENTANG MAMA GUE!" Ketus Lettha Marah besar dengan wajah yang sudah merah.


Karena takut anak tirinya itu semakin marah, Mama tirinya ~ Indira ~ Istri kedua dari Thomas ~ Ayah kandung Lettha. Setelah kepergian dari Keluarga Thomas yang baru, Lettha pun langsung menunduk lemas dan menangis dengan suara yang tampaknya menahan rasa tangisnya.


"Kamu yang sabar ya, Lettha. Kamu harus inget pesan dari Mami mu! Jangan pernah menangis! Harus tetap kuat. Kamu inget 'kan, pesan mami mu? Tante tau kamu lagi berduka. Tapi kalo kamu berduka terus menerus seperti ini, Mami kamu makin gak rela dan gak tenang di alam lain. Jangan buat mami kamu menangis, mengerti?" Bujuk Velove pada anak dari sahabatnya yang sedang berduka.


Disana hanyalah Mami Velove dan Lettha. Setelah acara Sad itu, Velove membawa Lettha kerumahnya dan menceritakan kejadian-kejadian yang membuat Lettha merasa terkejut.


Dan juga merasa terhibur. Mami Velove menceritakan tentang kisah Maminya ~ Rencha bersama dengan Tante Velove sewaktu mereka masih muda seperti Lettha saat ini.


Hingga pada akhirnya, Mami.Velove memberitahukan permasalahan penjodohan yang Ia dan Rencha lakukan. Perjanjian yang dibuat sewaktu Rencha dan Velove masih duduk dibangku SMA.


Mau tak mau, Lettha harus menerimanya walau sedikit ragu. Mengapa dia harus menikahi orang yang bahkan tidak ia kenal? Memang ia sudah mengetahui latar belakang keluarga itu dari Maminya sebelum Maminya itu meninggal.


"Tante tau itu bukanlah keinginan kamu. Tap-" Tak disengaja Ucapan Mami Velove terpotong oleh Lettha.


"Gak papa kok, Tan. Mami saya pasti kasih jodoh yang terbaik untuk anaknya. Saya terima kok, Tan." Ucap Lettha dengan senyuman yang terdapat kesedihan dalam wajahnya itu.


"Udah, mami tau kamu mau menangis. Jangan ditahan kalo didepan mami! Nangis aja kalo memang kamu enggak kuat nahan kepergian Mami kamu. Tante tau kok rasanya kalo ditinggal sama orangtua yang masih kita butuhkan kasih sayangnya. " Tutur Mami Velive lagi-lagi sangat perhatian dan lembut pada Lettha.


Mereka berdua sedang berada ditaman Rumah besar itu. Sengaja mereka berdua ditaman agar Mami Velove bisa bicara secara pribadi dengan Anak dari sahabatnya itu.


"Mulai sekarang, panggil Tante 'Mami' M-A-M-I-MI-MAMI Are you understand? " Putus Mami Velove pada Calon mrnantunya itu.


Lettha pun hanya mengangguk saja, mengiyakan. "I-iya, Tan-eh, M-mami." Ucapnya mulai belajar.


..._____________...


Disebuah markas VORDIGAEROS tampak sekali Gank tersebut sedang berkumpul tepat pada saat Alan memerintahkan untuk berkumpul dimarkas dengan segera.


Semua orang dengan bergegas berkumpul di markas dengan antusias. Mereka menunggu Ketua mereka yang belum sampai. Namun, beberapa saat terdengar suara langkah kaki.


Yapps, itu adalah langkah Kaki dari seorang ketua mereka ~ Alan. Dengan sekejap semua obrolan diberhentika saat Alan sudah sampai dan duduk dikursi tahtanya.


"Lan, apa yang pengen lo sampain?" Tanya Valen mencoba mencairkan suasana yang tampaknya hawanya sudah berbeda saat Alan masuk. Tidak seramai tadi.


"Michael. Lo kenal Lettha 'kan? Aviolletha Zerscha. " Tanya Alan dengan menyebutkan nama panjang Lettha. Gadis yang sedang berduka saat ini.


Michael pun menjawabnya, "Iya, emangnya kenapa?" Tanyanya terheran.


"Kebetulan dia ada dirumah gue." Jawabnya dengan dingin.


"APA!! LO SERIUS?" Kaget Michel tak percaya. Baru beberapa hari mereka bicarakan, Lettha sudah menampakan dirinya sendiri.


"Iya, serius." Jawab Alan malas.


"Ehh, tunggu! Bukanya ini kesempatan bagus? Kita bisa ajak kerjasama mereka. 'kan lumayan siapa tau aja jodoh gue ada di Gank itu." Goda Gino dengan tatapan khasnya pada semua orang dengan bercak pinggang.


Semuanya pun tertawa dengan ke-playboyan si Gino. kecuali Alan dan Valen yang memang sedang dalam kondisi serius.


"Dasar Playboy gak laku!" Ketus Valen menyindir keras pada Gino.


"Lan, Gimana kalo lo ngajak Lettha untuk kerjasama bareng kita? Mengenal lo juga ketua dan kalian bisa bicara secara empat mata dan sesama ketua antar Genk. " Saran Valen mengutarakan isi pemikiranya.


"Hmmm, Kalo masalah itu juga gue udah pikirin. Nanti gue coba ngobrol ama dia secara empat mata." Jawab Alan menyetujui sekaligus sudah mempertimbangkanya.


"Lan, inget kurangin Ego!" Ujar Michael pada Alan.


"Hemm .., " Balas Alan lalu hendak pergi dari Markasnya.


...JANGAN LUPA TUNGGALKAN JEJAK! ...