VORDIGAEROS

VORDIGAEROS
BAB 15



...°VORDIGAEROS°...


Pagi hari yang indah tepatnya di Sekolah GraceFull atau GF sedang heboh karena sekolah mengadakan Event. Event yang di tunggu-tunggu oleh semua murid. Apalagi siswi-siswi.


Biasanya, Sekolah GraceFull akan mengadakan berbagai macam Event. Ada event live music, kegiatan kesehatan mental, Me-review suatu Film dan Event organisasi online dan masih banyak lagi.


Gank Zerscha yang diketuai oleh Lettha dengan teman-temanya berkumpul di caffe sekolah. Mereka sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan event, terutama Alettha.


"Let, lo gak bosen napa disini? Mending kita ngeliatin Anak cowo-cowo yang lagi maen basket. 'kan lumayan. Dari pada kita disini, gabut-an." Ujar Yuna merasa bosen.


Lettha berfikir sejenak lalu berkata, "Ayok, Gas! Tapi cuma liat doang, ya. Jangan bikin malu! Mau ditaro mana muka gue nantinya?!" Balas Lettha dengan memperingati teman-temannya. Terlebih kepada Yuna.


"Iya-iya, Let. Santuy aja napa." Ujar Megan, sembari merapikan barang-barangnya yang berserakan di meja Cafe.


"btw, kita pake mobil siapa nih?" Tanya Aulia salah satu Gank Zershca dan sahabat Lettha juga.


"Mau pake mobil gue enggak? Mumpung Nyokap ama bokap gue gak ada di rumah." Ujar Yuna menawar.


"Boleh, boleh banget malah." Jawab Megan dengan anggukan yang semangat.


Mereka pun pergi ke Karawang untuk melihat laki-laki sekolah mereka yang sedang bermain basket. Setibanya disana, mereka disambut dengan meriah sekaligus diberikan kertas promosi oleh kakak-kakak disana.


Mereka menerimanya dengan senang hati. Tapi sebelum ke tempat basket itu, mereka pergi sebentar membeli cemilan yang berada di Indomaret dekat situ.


Setelah itu, mereka langsung pergi ke temoat basket dan duduk tenang. Namun, beda sekali dengan Yuna dan Megan yang sangat heboh. Hal ini sudah di duga Lettha sejak awal. Ia hanya mengernyit malu begitu juga dengan Clara dan Aulia.


"Woy woy woy, liat deh, ada Allan sama temen-temennya. Plus ada ayang beb Michael. AAAAA .... " Teriak Megan Heboh karena Michael datang dengan Ganknya Allan.


Mereka semua langsung terbangun dari tempat duduknya dan menatap biasa saja. Tapi tiba-tiba Yuna menciut saat tau ada Valen disana. "Yahh, masa Si Molen sih? Gak seru, ah!" Rungut nya mulai duduk..


Aulia menatap heran, "Ngape lo? Tumben-nan amat menciut begitu. Biasanya lo seneng kalo ada Valen. Lagi berantem?" Tanya Aulia berturut-turut.


"Bilang aja lo seneng banget, 'kan? Tau gue. Tingkah lo emang kayak begitu, tapi pas dalam hatinya, berbunga-bunga lo." Ujar Clara mengucapkan kelakukan Yuna dengan fakta.


Yuna semakin kesal. "Ahh, Gaje lo, Ra." Balasnya dengan kening mengkerut.


"Udah, enggak usah marah-marah, ntar cepet tua emang Valen mau ama lo?" Tanya Lettha sembari memakan cemilannya sedari tadi.


Yuna pun berhenti dan berlanjut menatap Valen dari kejauhan. Berbeda dengan Megan yang tampaknya sangat setia menatap Michael.


"Btw, Gan. Lo liatnya serius amat? Liatin siapa sih lo?" Tanya Clara saat melihat Megan yang tengah asyik melihat ke arah lapangan basket.


"Biasa, dia mah bukan ngeliat pertandingannya, tapi ngelihat Crush-nya You know lah." Ujar Aulia membalas pertanyaan Clara.


Clara hanya bisa.menggeleng kepala saja dan menyaksikan pertandingan basket tersebut. Sesekali berteriak keras disaat sekolah mereka mendapatkan point.


Beberapa waktu kemudian, waktu memberhentika permainan yang pertanda para pemain harus berhentu sejenak atau bisa dibilang istirahat. Valen dan Michael tak sengaja melihat kearah tempat duduk yang dimana itu tertuju pada tempat duduk Lettha dan teman-temannya.


Alan memang menyadari itu sedari tadi. Ia bahkan mengetahui jika Lettha asyik memakan cemilannya. Berbeda dengan Valen, ia bahkan eye contec - an langsunv dengan Yuna. Cewek yang ia taksir tapi ia gengsi untuk mendekatinya.


Jika Michael, ia memang sadar jika ia terus di tatapi oleh Megan. Tapi ia tidak peduli dengan perempuan. Terkadang sifatnya sama seperti Alan tapi terkadang sifatnya sama seperti Valen. Berbeda juga dengan Rio yang asyik menatap Aulia yang tengah berbiacar dengan Lettha.


Lalu, berbeda juga dengan Gino yang asyik menatap Clara. Bahkan ia dan teman-temanya menyuruh Gino untuk membuat seorang Clara.menyukainya dan membuat Clara.menjadi pacarnya, itulah tantangan yang diberikan teman-temannya pada Gino.


Jiwa Playboy Gino bangkit. Ia menganggap semua perempuan itu sama. Cuma ingin memiliki laki-lki tampan, tajir melintir. Seperti dirinya. Gino memang tak kalah tampan, tapi jika di badingkan dengan Alan, ia memang kalah ketampanan.


Gino pun menyetujui tantanganya itu, dan mulai mendekati Clara. Kisah cinta antar-Gank itu memang berbeda-beda.


Tapi, Berbeda dengan Alan dan Lettha. Mereka memang sudah menikah. Tapi mereka privasi hubungan mereka agar tidak ketauan oleh orang lain. Bahkan teman-teman mereka juga tak mengetahuinya, kecuali teman-teman Alan dan teman-teman Lettha yang memang datang langsung ke acara pernikahan Lettha.