
...°VORDIGAEOROS°...
Di rumah sakit yang besar dengan bercat putih, dengan banyaknya orang yang saling membantu. Pemilik mobil biru dongker itu sudah memasuki Rumah sakit tersebut.
Sedikit masuk, aroma rumah sakit langsung tercium. Sang pemilik tidak datang sendiri saja melainkan ia datang dengan seorang yang telah melahirkanya.
Setelah menanyakan letak ruangan sahabat mami, mereka segera melaju ke tempat tujuan. Saat sudah sampai, Mami langsung memeluk seorang Gadis yang tampaknya seusia dengan Alan lalu memeluk Sahabatnya.
"Lettha kamu makin cantik aja, sayang." Puji Mami dengan tersenyum senang.
"Makasih, Tan." Balas Lettha dengan wajah senyum.
Alan yang mendengar nama Lettha langsung mengetahui orang yang dimaksud oleh Michael ~ temanya. Beberapa menit berlalu, Mami masih saja berbicara pada sahabatnya.
"Rin, kamu jangan terlalu kecapean, ya? Dan juga selalu jaga kesehatan! Jangan banyak gerak sama jangan ngangkat yang berat-berat dulu!" Nasihat Mami pada Sahabatnya ~ Rincha ~ Mami Lettha.
"Iya, Vel. Kamu tenanv aja! 'kan ada Lettha yang jaga aku. Jadi kamu jangan khawatir!" Ucap Rincha.
"Iya, tapi tetap aja jangan ngerepotin anak kamu! Dia masih sekolah, masih butuh pendidikan." Ucap Mami.
"Iyalah, mana mungkin aku ngerepotin anak sendiri. Tapi kamu jangan khawatir, ya? Aku pasti bakal sehat kok. Tapi kalo misalnya seandainya aku udah gak ada lagi disini ...-"
"Iya, aku tau kok. Aku gak bakal Inggar janji! Tapi kamu pliss lah jangan ngomong begitu!" Ucap Mami.
"Iya, mami gak boleh ngomong begitu! Nanti Lettha jadi sendirian kalo gak ada mami. Emangnya mami mau kalo Lettha kesepian? Nanti siapa yang jagain Lettha? Siapa yang hibur Lettha kalo Lettha lagi sedih? Siapa yang nemenin Lettha kalo Lettha kesepian? Siapa yang rawat Lettha kalo Lettha sakit?" Cerocos Lettha berusaha menahan tangisanya.
"Iya-iya, mami gak bakal ngomong kayak gitu lagi ya? Tapi kamu jangan nangis! Kalo anak mami jangan pernah cengeng kalo didepan orang! Harus tetap tegar walaupun lagi ada masalah. Tetap tersenyum walau banyak masalah, Oke?" Pesan Rencha yang mungkin pesan terakhir buat Lettha.
Sedetik air mata mulai jatuh namun langsung dihapus dengan cepaf oleh Lettha. Alan yang memang selalu memperhatikan sekitarnya, langsung mengetahuinya.
"Mam, Alan keluar dulu ya?" Ijin Alan pada Mami yang sedang asyik berbicara lada sahabatnya ~ Rencha.
Dengan mata Rencha yang melihat Lettha, sontak saja Lettha langsung pergi dan menuruti ucapan Maminya. Alan pun segera ikut keluar dan mereka berdua pun sama-sama duduk dibangku penunggu.
Keduanya sama-sama terdiam. Tak ada topik sama sekali yang harus mereka bicarakan. Wajar saja, karena mereka berdua baru kenal namun berbeda dengan Alan yang sudah tau jika nama Gadis yang berada di bangku yang sama namun berbeda berapa jarak saja.
Berbeda diruangan dalam. Tampaknya suasana menjadi semakin serius. Seorang Pria yang merupakan Papi dari Lettha sekaligus Suami dari Rencha datang dan langsung masuk kedalam ruangan tanpa sepengijinan dari Lettha.
Lettha pun dengan cepat ikut masuk kedalam ruangan. Dari dalam Rencha dan Velove ~ Mami Alan langsung terkejut dengan kedatangan Thomas yang merupakan Suami Rencha dan juga Papi kandung Lettha.
"Mau apa kamu dateng kesini?" Tanya Mami ~ Velove dengan wajah datar.
"Hahha ..., saya dateng kesini hanya mau nge-jenguk istri saya yang sedang terbaring lemah dirumah sakit. Apa saya tidak boleh?" Ucap Thomas dengan wajah songongnya dengan penampilan yang rapih namun wajah yang jahat.
"Jangan deketin Mami! Kalo lo berani deketin Mami, gue gak segan-segan buat bunuh lo dan keluarga baru lo!" Ancam Lettha dengan sarius bertambah kesan jahatnya yang terlihat sama seperti Papi nya dan mata yang tajam.
"Ohh, ternyata begini didikan kamu Ren. Anak kurang ajar! " Ketus Thomas pada Lettha dengan tatapan tajam sembari menunjuk pada Lettha.
"BACOT LO! BUKA URUSAN LO GUE ANAK KURANG AJA ATAU BUKAN! YANG TERPENTING LO KELUAR, DAN JANGAN PERNAH NUNJUKIN MUKA LO DIHADAPAN GUE DAN MAMI GUE! Atau Keluarga baru lo yang akan tewas seketika!" Ganas Lettha sekaligus Amarah yang membara dan tatapan tajam.
Dengan cepat Velove langsung memencet tombol dan segerombol Satpam Rumah sakit langsung berdatangan.
"Pa, tolong bawa dia keluar dengan paksa! Dia sudah menganggu istirahat sahabat saya." Perintah Velove dengan tekanan.
Seketika Pak Satpam langsung menarik dan membawa Thomas pergo dari sana. Dengan cepat suasana kembali berubah dan tenang kembali. Namun sedetik kemudian terdengarlah suara yang pertanda Garis sudah lurus.
Dengan panik Velove langsung memencet tombol dan Dokter serta perawat pun langsung memeriksa keadaan Rencha. Mereka pun dengan cepat menyelamatkan Rencha yang tampak dari wajahnya sudah pucat.
Wali serta tamu dari Rencha sudah berada diluar ruangan Rencha. Lettha yang khawatir langsung menangis sejadi-jadinya. Berdoa dan berharap Mami nya diselamatkan oleh Sang Maha Kuasa namun usaha yang dilakukan dokter audah yang terbaik.
Semua Dokter keluar dengan diikuti oleh Perawat dibelakangnnya. Salah satu dari Dokter tersebut segera mengabarkan tentang kondisi Pasien ~ Rencha.