
...°VORDIGAEROS°...
Setelah Istirahat, para pemain kembali bermain dengan sengit. Beberapa point dicetak oleh sekolah lain dan beberapa point juga dicetak oleh Sekolah GraceFull.
Semua orang yang menontonnya tampak sedang tegang dengan waktu yang mepet dan skor yang sama. Alan mulai menyusun rencana agar dapat mengalahkan Sekolah lawan dengan telak.
Dimulai dari Valen yang mengecoh, Rio yang mengalihkan pandangan, Michael yang menjaga kapten serta Gino yang mengawasi serta memancing umpan.
Dengan sekali gerakan, Alan dan teman-temannya berhasli mengalahkan sekolah lawan dengan telak dan sesuai rencana. Itu semua akibat kerjasama tim yang baik dan bagus. Setelah selesai tanding, tak lupa mereka saling bersalaman tanpa adanya rasa tak terima.
Berbeda dengan Lettha yang sudah bosen dengan pertandingan itu. "Yok, Guys, pulang. Gue bosen disini lama-lama." Ujar Lettha sembari merentangkan jemari dan tubuhnya yang terasa pegal-pegal itu.
"Apaan sih, Lett. Baru juga selesai pertandingannya udah mau pulang ajah. Gue belom ketemu Michael nih." Ujar Megan berengut kesal sembari mencari-cari keberadaan Michael.
"LETTHA, YUNA, CLARA, MEGAN, AULIA!!!" Teriak seseorang dengan suara familiar. Saat mereka semua yang terpanggil menoleh pada sumber suara, mereka mendapati Alan dengan kawan-kawannya. Ya, itu suara Rio siapa lagi kalau dia yang berani manggil dengan berteriak itu.
Yuna dan Megan pun langsung blushing saat ditatap oleh masing-masing crush mereka. Bagaimana tidak blusihing coba? Berbeda dengan Aulia dan Lettha yang tengah sibuk berbincang-bincang. Sementara Clara asyik memakan cemilan yang Lettha makan tadi.
"Kalian ngapain disini?" Tanya Gino pada keliama perempuan itu.
"Ya, ngapain lagi kalau bukan ngeliat pertandingan basket? Aneh lo!" Jawab Megan dengan nada kesal sedikit.
Megang hanya cengengesan saja dengan senyuman manis miliknya dan gigi rata putih terlihat. Berbeda dengan Yuna yang asyik menatap Valen. Valen memalingkan wajahnya ke segala arah agar tidak melihat Yuna.
"Ini orang kagak ngeliat gue apa?! Gue 'kan ada didepannya? Masa gue kayak yang ada di lagu Tak ternilai yang dinyanyiin sama Last child, sih?" Gumam Yuna mewek sendiri dalam hati.
"Kalian mau liat pertanding basketnya apa mau ngeliat kami yang lagi tanding? apa jangan-jangan kalian buntutin kami lagi?" Tanya Gino mulai penasaran dan merasa ke ge-er-an.
"Dih, Gak usah Ge-er apa, Gino! Ngapain juga gue ngeliatin kalian main basket! Kagak ada untungnya juga buat gueh. Cih, bozenn kelezz." Ujar Clara nyahut saja dengan wajah yang ia sebalkan se-maxsimal mungkin.
"Yeee, gue santet juga lo, Gin!" Sambung Megan dengan wajah kesal.
"Yaelah, Mba. Jangan marah-marah 'dong, aku 'kan takut!" Balas Gino dengan suara yang ia buat se-lebay mungkin.
Semua yang mendengarnya langsung ber-ekspresi mual-mual. "Apaan sih lo, Gin! Suara lo itu gak usah di lebay-in deh! Lo suara lebay ama gak lebaya juga sama aja lebay. Emang dasarnya aja orangnya lebay plus Playboy." Ketus Yuna dengan kesal.
"Hehehee," Gino hanya bisa tertawa saja. Ia menggaruk kepalanya.
Berbeda dengan Lettha yang sedang berbicara serius dengan Aulia. Apa yang sedang mereka bicarakan? Nanti kalian pasti akan tau di episode selanjutnya.
See you ....😊😅