VORDIGAEROS

VORDIGAEROS
Bab 11



...°VORDIGAEROS°...


Disebuah Markas besar, terdapat kedua Gank yang telah bersatu itu tengah merayakan hari Kerjasama mereka atau hari perdana untuk kedua Gank itu. Mereka merayakanya dimalam hari setelah pulang sekolah.


Nyanyian Galau-galau mereka keluarkan. Seperti sudah mengenal lama padahal mah masih awal mula. Gino mengambil Mik yang dipakai oleh teman Ganknya itu.


Memutar karaoke lagu galau yang berjudul Sang Dewi yang dinyanyikan oleh Liodra namun kali ini versi Gino.


Walaupun dirimu tak bersayap


Ku akan percaya


Kau mampu terbang bawa diriku


tanpa takut dan ragu


Walaupun kau buka titisan dewa


Ku takkan kecewa


Karena kau jadikanku sang dewi


Dalam taman surgawi


Saat Gino menyanyikan lagu itu, semuanya tampak mengahayati lagu galau itu. Kecuali satu cewe yang bernama Megan. Ia sama sekali tak suka galau.


Ia pun mengambil paksa mik yang dipegang oleh Gino. Jujur memang suara Gino sngat bagus seperti suara Idol. Tapi dia harus mengambilnya dan memasangkan lagu yang sepertinya tak jauh beda dengan lagu galau bahkan sepertinya itu juga lagu galau kalau didengar-dengar.


Megan memutar lagu Duka yang dinyanyikan oleh Last child namun sekarang Versi Megan.


Dan mencari bintang


Yang dapat menggantikanmu


Sampai kini masih kucoba


Tuk terjaga dari mimpiku


Yang buatku tak sadar


Walau hati tak akan pernah


Dapat melupakan dirimu


Lagu itu memang sangat berlawanan sekali. Memang suara Megan bagus tapi ya itu orangnya gak suka lagu galau tapi nyanyiin lagu galau. Kan aneh!


"WOYY MEGAN! TUMBENAN BANGET LO NYANYI LAGU GALAU?!" Seru Yuna saat Megan sedang menunggu kelanjutan lagu yang ia nyanyikan.


"Lah, emang ini lagu galau? Bukan kali!" Megan memang tak tau jika ini lagu galau. Ia hanya tau jika lagu ini seru dan enak juga kalau didengar.


"Lahh, lo nyanyi tapi lo kagak tau kalo lagu yang lu nyanyiin itu lagu galau Aneh lo!" Seropot Clara tiba-tiba menyambar.


"Lah bodo, gue nyanyai asal nyanyi yang penting happy! Slebew!" Balas Megan tak mau kalah dengan kedua temanya itu.


"Woy, woy, lo bertiga udah lah! Gak usah ngeributi gue! gue tau gue ganteng." Ucapan dari si Gino itu sangat kepedan yah, bahkan Megan, Yuna dan Clara Ilvil sekali Bestie.


"Idihhh, ngapain juga gue ngerebutin elo! Ogah sekali, bestie!" Sindir Megan si paling Bestie.


"Tau! Pede banget lo ngomong kek begitu. Mending gue ama si Molen dari pada ama elo! KAYAK TOGEL TAU GAK LO!" Sindiran pedas dari Yuna itu membuat Gino cemberut. Tapi tenang, dia tidak akan terbawa hati dia tau kok itu cuma bercanda.


Namun, satu hal yang perlu kita koreksi adalah MOLEN. Gino sempat heran dengan kata MOLEN. Siapa MOLEN? Aneh banget punya nama MOLEN. emang emaknya gak punya nama laen gitu yang lebih berkelas? Anjazzz kelazz😎


"Molen? Molen saha neng?" Tanya Gino pada Yuna dengan wajah penasaran.


Memang disitu ramai sekali. Bahkan disitu ada Alan, dkk dan Lettha dkk termaksud ada Valen. Valen tau kok siapa yang disebut-sebut itu sebagai Molen. Bukanya dirinya? Tapi Valen masih tetap stay cool.


"He'em, emm , gak ada tuh! e-enggak!" Yuna mulai panik setengah mati akibat ia asal nyeplos aja. Udah mana ada orangnya lagih. Kan tambah malu. Rasanya kan mau kabur cepet-cepet dari sini.


Gino mulai mendekatkan dirinya. Dan berkata, "Siapa? Gak usah bo'ong! Gue tau kok siapa yang lo maksud. Gue cuma butuh lo jujur aja!" Ucap Gino mulai mempermainkan Yuna. Padahal mah dia memang enggak tau cuma biar Yuna panik, habis tuh dikasih tau deh siapa orangnya.


"EHHH, DIAM! MAKSUD GUE MOLEN ITU TEMEN COWOK GUE YANG GUE SUKA DARI AWAL KETEMU NAMANYA RICHO TAPI GUE PANGGILNYA DIA ITU MOLEN. He'ehh gitu deh! Gu-gue ke toilet bentar." Setelah mengucapkan sekeras mungkin agar tidak salting, Yuna bergegas cabut dari sana dan pergi ke toilet.


Semuanya tertawa karena Yuna salting terluhat dari wajahnya yang memerah. Padahal Yuna sudah menahan saltingnya loh gess. Tapi tidak bisa dibohongi. ketauan dari wajahnya jika Yuna menyukai seseorang.


Alan dan Lettha tak sengaja saling bertatapan pada saat semua orangs tertawa. Memang Lettha hanya tertawa sedikut saja dan tak sengaja juga mereka saling menatap.


Alan hanya memandang sejenak lalu langsung memalingkan pandanganya. Saat Alan menoleh ke sampingnya, Sahabatnya itu ~ Valen sudah tidak ada. Kemana dia?