
...°VORDIGAEROS°...
Sesampainya di rumah kediaman keluarga Allan yang sekarang adalah rumahnya juga, lebih tepatnya Rumah kediaman keluarga Casius Lettha berjalan dengan sangat pelan dengan cara kaki berjinjit.
Tapi saat ingin naik tangga, tiba-tiba ...
"E-Ehmm ..." Dehem seseorang yang melihat aksi Lettha. Lettha pun panik. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Allan yang sedang menatapnya dengan sebuah gelas yang berisi air putih yang berada ditangan Allan.
"Shuttt ... Diam! Nanti gue ketauan sama Mami Velove." Ujar Lettha dengan suara dipelankan sepelan mungkin dengan satu jari telunjuk yang menempel dibibirnya.
Setelah itu Lettha berbalik dan memasuki kamar. Dikamar Lettha tentu saja langsung membersihkan dirinya. Setelah keluar dari kamar mandi atau walk in closet, Lettha terkejut dengan hadirnya Allan yang berada didepannya saat ini.
Lettha tak sengaja menabrak Allan hingga keduanya jatuh dengan cara Lettha yang menarik Allan. Lettha membuka matanya pelan dan terkejut jika Allan sedang menimpanya.
Kedua mata sempat terlarut beberapa menit, hingga suara ketukan yang memecah keduanya. Kedua pasutri itu langsung bangun dan tampak canggung.
Allan membuka pintu dan terlihatlah mami Velove yang berada dibalik pintu dengan senyuman manis.
"Maaf nak kalau mami mengganggu. Kalian tidak apa-apa kan? Soalnya mami tadi dengar ada suara orang jatoh jadi, mami langsung cepat-cepat kesini. Kalian tidak apa-apa 'kan?" Tanya Mami Velive dengan penjelasan dan dengan raut wajah khawatir.
"Eh, enggak ada kok, Mi. Mami salah denger kali. Kita aja enggak denger suara apa-apa kok. Ya 'kan, Lan?" Jelas Lettha dengan sedikit gerogi karena harus membohongi Mami Velove dan meminta sedikit bantuan dari Allan dengan menyenggol lengan Allan.
"Iya kok, Mi. Kita enggak ada dengar apa-apa. Mami mungkin salah dengar." Jelas Allan yang mendapati anggukan dari Mami Velove.
"Okelah kalau begitu. Mungkin Mami salah denger. Kalau begitu kalian lanjutkan saja. Maaf ya kalau mami mengganggu waktu kalian. Night." Ucap Mami Velove dengan senyuman khasnya lalu pergi ke kamar.
Allan langsung menutup pintunya dan terlihatlah wajah terkejut dan paniknya Lettha. "Huh ... Untuk Mami nggak tau. Lagi lo kenapa enggak nyalain kedap suara sih?" Kesal Lettha pada Alan.
"Ada yang harus gue bilang sama lo. Lo ada waktu apa kagak?" Tanya Allan dengan wajha serius dan melupakan masalah tadi.
"Ini orang cepet banget lupain yang tadi. Jangan-jangan 'ni orang kagak punya perasaan lagi. Wajar sih, orang es beku. Padahal barusan kita tatap-tatapan tapi dia biasa aja. Sementara gue, gue sampe dag-dig-dug suerrrr..." Batin Lettha dengan mata memicing pada Allan.
"Woyy, jangan ngomongin gue dalam hati lo!" Ujar Allan seperti tau isi hati Lettha yang sedang menggosipinya.
"Gue bukan cenayang! Lo ada waktu apa enggak?" Tanya Allan sekali lagi.
"Eh, iya, ada. Mau ngomong apaan lo?" Tanya Lettha akhirnya tersadar.
"Gue tau tadi kalian sedang melakukan rapat. Dan gue mau ajak Gank lo untuk rapat di Markas besar gue besok." Jawab Allan dengan jelas.
Lettha kembali tak konsen dan hanya mengangguk saja. Sejenak, lalu ia kembali sadar disaat Allan masih menatapnya dengan tatapan tajam. "I-iya, oke. Besok gu-gue pergi ikut rapat." Jawab Lettha gugup.
Allan pun curiga dengan perilaku Lettha saat ini. Ia mendekatkan wajahnya pada Lettha sementara Lettha menjauhkan wajahnya dari Allan. Tak sadar, Lettha sudah tak bisa berbuat apa-apa karna dirinya sudah menyentuh tembok.
Bahkan Lettha susah sekali untuk menelan salivanya. Allan semakin mendekatkan dirinya kepada wajah Lettha hingga deru nafas keduanya saling berrtautan.
Allan sempat terpaku dengan kecantikan alami dengan wajah Lettha. Sebentar, lalu Allan segera tersadar dengan kelakuannya.
"Jaga diri lo baik-baik! Gue enggak bisa selalu mantau lo dari jauh. Jadi lo harus terus pake ini dan jangan pernah dilepas." Peringat Allan lalu memundurkan wajahnya dan mengeluarkan sebuah Gelang berwarna hitam dengan lambang bertulis 'A' sementara Gelang yang Alan pakai juga berlambang 'A'.
Allan memakaikan Gelangnya pada Lettha dan menyalakan sebuah Aplikasi Lokasi pantauan jarak jauh maupun jarak dekat. dengan cepat Allan dapat terhubung lewat Gelang Lettha dan menyamakan Gelangnya dengan Gelang Lettga yang terhubung.
Gelang tersebut langsung berbunyi disaat Lettha atau Allan dalam kondisi terdesak atau dalam keadaan bahaya dan akan mendapatkan sinyal Merah dan akan memberika lokasi keberadaan mereka.
Dan jika warna hijau, Lettha maupun Allan sedang dalam kondisi baik atau tidak terjadi apa-apa. Dan lampu hijau juga dapat menandakan jika Lettha atau Allan berada di posisi dekat.
Jadi, Gelang yang sekarang Allan dan Lettha pakai sedang berwarna hijau. Yang dapat diartikan jika Lettha dan Allan sangat dekat.
"Itu lo pake terus. Jangan pernah lo lepas! Gelang ini cuma ada gue sama lo doang karna yang rancang kedua gelang ini suruhan gue. Ini demi keselamatan lo! Supaya Mami nggak marah-marah sama gue lagi." Jelas Allan pada Lettha dengan nada sedikit kesal.
Lettha tampak heran dengan ucapan Allan. Ia mengerutkan kening. "Emangnya mami marah karna apa?" Tanyanya dengan wajah polos.
"Mami tadi marah-marah ke gue karna lo belom pulang. Dia nyuruh gue buat nelpon lo tapi lo nggak angkat. Jadi mulai sekarang, lo nggak boleh pulang larut malam kayak begini! Batas lo boleh pulang sekitar jam 21.00 setelah lewat dari itu, kamar gue tutup dan lo nggak boleh masuk. Paham?" Jelas Allan pada Lettha dengan memajukan wajahnya menatap Lettha.
Lettha gugup dan hanya mengangguk saja. seketika pikirannya blank jika Allan terus seperti ini. Lettha pun dengan cepat mendorong Allan dan malah Lettha sendiri yang terjatuh dikasur.