VORDIGAEROS

VORDIGAEROS
Bab 7



...°VORDIGAEROS°...


Malam hari yang gelap namun masih terdapat sebutir cahaya yang menerangi kegelapan tersebut dilangit-langit. Cuaca malam ini sangat sejuk jadi, banyak orang-orang berkeluaran malam-malam begini. Ada yang nge-date, double date, nge-jomblo, dan bertigaan.


Berbeda ditempat lain, ketiga Gadis yang masih duduk dibangku SMA itu sedang menaiki Roler koster yang amat menyeramkan bagi mereka bertiga. Salah satu dari mereka ada Alettha yang asyik sekali dengan ice cream yang ia jilati itu setelah menaiki Roler koster sementara kedua temanya merasa tidak enak dibagian perutnya.


Entah mual-mual gak jelas atau apalah pokoknya. Pada akhirnya, mereka pun mampir sebentar di toilet umum yang letaknya agak jauh dari wahana-wahana yang sangat indah itu akibat ada lampu-lampu yang bermelapan mengelilingi setiap permainan.


"Aduuhh, gak enak banget lagi perut gue. Nyesel gue ngikutin ajakan Si Lettha itu! Bangsat banget itu orang emang!" Umpat Clara sahabat dekat Lettha sekaligusWaketu dari Genk Zerscha.


" UDAH BELOM LO BEDUA? BANYAK NYAMUK NIH DILUAR. DIGIGITIN TERUS GUE." Teriak Lettha dari luar toilet sembari menggaruk-garuk tanganya yang gatal itu.


"SABAR! MAKANYA, ELO SIH NGAJAK KAMI BEDUA NAIK ROLER KOSTER. RASAIN SENDIRI NUNGGU LAMA DEPAN KAMAR MANDI!" Balas Clara tak kalah teriak dari dalam toilet sambil memegangi perutnya dengan wajah yang ingin mual-mual.


" AWAS ADA POCONG, THA!" Ucap Yuna, sengaja menakut-nakuti Lettha. Lettha mendengarnya, " EHH, SORRY YEHH, GUE GAK TAKUT SAMA POCONG!" Sarkas Lettha pura-pura pemberani.


"Apah iya, Tha? kayaknya gue gak yakin deh!" Ucap Clara sengaja dan mulai membuat rencana didalam otaknya itu untuk mengerjai Lettha yang masih berada di luar toilet.


"Iyaa, gue kan cewek pemberani nan jantan. Ngapain juga gue takut sama pocong? Heh! ada-ada aja lo bedua." Balas Lettha dengan nada menantang.


"Ra, kayaknya gue masih lama deh di toiletnya. Soalnya, perut gue mules gimana gitu. masih kagak enak dah pokoknya." Ujar Yuna dengan nada membuat kode pada Clara.


Clara yang mengetahuinya pun menjawabnya, "Gue juga, Yun masih lama." Tiba-tiba dari luar toilet terdengatlr suara kuntil anak yang sangat nyaring didengar oleh Lettha yang tipikal orang penakut tapi masih sok-sokan menjadi orang yang pemberani. Yahh, itulah ke pribadian Lettha. Ada-ada saja!


Semakin lama semakin kencang dan iman yang dibuat oleh Lettha runtuh. Ia mulai ketakutan dan mulai gelisah serta tidak nyaman kembali. Ia memegang leher bagian belakangnya dan menggosoknya pelan. " RA, YUN, UDAH BELOM? LAMA BANGET DAHH!"


" SABAR NAPAH! BELOM SELESAI NIH. " jawab Clara dari dalam toilet. Tertawa kecil karena sangat asyik sekali menjaili orang seperti Lettha.


"RA, YUN, LO PADA DENGER GAK TADI ADA SUARA APAAN?" Tanya Lettha. " EMANGNYA SUARA APAAN, THA? GUE GAK DENGER DEH." Jawab Yuna mengusili Lettha. Padahal mah, itu suara yang ia putar dari Heandphonenya untuk menakut-nakuti Lettha.


Lettha pun mulai gelisah, " LO BERDUA SERIUS GAK DENGER APA-APA?" tanyanya sekali lagih. "SERIUS. EMANGNYA ADA SUARA APAAN, THA?" Clara balik bertanya dengan suara membesar sedangkan suara kuntil anak tersebut mupai membesar akibat Yuna membesarkan Volumenya.


Tok, tok, tok!


Tok, tok, tok!


Tok, tok, tok!


"RA, RA, RA, BUKA DONG! GUE TAKUT NIH! KAYAKNYA ADA ORANG YANG MAU KESINI DEHH! ADA SUARA LANGKAH KAKI." Semakin lama, semakin cepat langkah kaki tersebut hingga .... ------


...______________...


"Dok, gimana kondisi bestie saya , Dok? baik 'kan, Dok?" Dua pertanyaan terlontar dari mulut Clara dengan ekspresi khawatir sekaligus nyesel dikit sih.


"Tenang, pasien baik-baik saja. Hanya saja ada satu kabar yang tidak baik." Jawab Dokter itu dengan kalimat terakhir yang membuat Yuna dan Clara penasaran.


"Bestie saya kenapa, Dok?" Tanyanya lagih.


"Masalah ini, bukan pasien. Soalnya, pasien akan sadar dalam waktu dekat. Dan yang menjadi permasalahanya adalah ..., Jantung saja tidak aman karena harus merawat pasien secantik Buah Mawar yang nyasar ke kebon orang." Jelas Dokter menggombal sedikit ditengah permasalahan.


"Apa sih, Dok!? Mana ada Buah mawar! Dokter kalo mau nge gombal nih ye, Gombalin aja istri noh, istri orang jangan gombalin Bestie saya! Mohon maaf sebesarnya, Gak dapet Feelnya dan Sangat Garing! Kalau begitu, saya dan bestie yang dibelakang, masuk dulu ya, Dok." Jelas Yuna panjang lebar terkesan menyatiri sang Dokter.


Yuna dan Clara pun hanya menggeleng saja. "Ada aja yah, Dokter yang ngeggombalin pasienya yang lagi terbaring lewat perantaraan kita? udah mana Garing banget lagi Gombalanya!" Sindir Clara meras aneh dengan Dokter yang merawat Lettha.


Tok, tok, tok!


Pintu terbuka dan tampaklah seorang Pria tampan dengan gaya coolnya serta seseorang yang sangat familliar dimata Clara dan Yuna karena mereka mengenal salah satu dari orang tersebut.


"MICHAEL" Seru Yuna dan Clara bersamaan dengan wajah terkejut.