VORDIGAEROS

VORDIGAEROS
Bab 12



...°VORDIGAEOROS°...


Ditoilet wanita tampak seorang wanita tengah gugup.Ia mencuci wajahnya dan melapnya kembali dengan kain bersih yang sudah tersedia disana. Lalu ia meloncat karena gugup.


Setelah meloncat ia menatap kembali dirinya yang verada dikaca. Lalu tampaklah seorang lelaki tampan yang masih stay terlihat di kaca tersebut. Yuna pun langsung memalingkan pandanganya saat mengetahui ada Valen.


Ia pun segera memasuki Toiletnya dan menutup Pintunya lalu menguncinya karena takut. Wajar dong .. Ketauan banget Wajahnya Yuna langsung merah lagi karena ada Valen.


Valen pun mendekati pintu yang didalamnya berada Yuna. Setelah berselang beberapa puluh menit, Yuna mulai mengintip keluar dengan sela-sela pintu.


Setelah memastikan tidak ada Valen di toilet tersebut, Yuna langsung mencoba keluar. Namun tiba-tiba tanganya ditarik oleh seorang lelaki dan dibawanya kedalam toilet Pria.


Ada apaan tuh?


Ada appaan tuh?


Valen menjepit Yuna dengan cara ia mengunci tangan Yuna agar tidak bisa kabur darinya. Mereka saling menatap satu sama lain. Jujur saja Yuna sangat kagok dan gugup ia tak bisa lagi menatap Valen jika kayak begini terus. Ntar orang dateng mereka berdua disangka yang aneh-aneh lagih! Enggak² enggak mungkin kan?


"A-awas, gak?!" Yuna mulai memberontak dan mencoba melepaskan tanganya dari Valen.


"Jawab dulu pertanyaan gue!" Ucap Valen akhirnya mengeluarkan kata-kata yang sudah ia siapkan.


"Apaan?" Tanya Yuna mulai cemberut.


"Siapa Richo? Lo beneran manggil dia Molen?" Tanya Valen tak peka. Ya ampunnnn, dia kira Valen datang kesini karena tau siapa molen yang dimaksud. Ternyata mau nanya.


"Ini orang enggak peka apa bego sih? Jelas-jelas yang tadi gue omongin itu ngibul! Percaya banget sama kibulan gue! Richo? Mana ada temen gue namanya Richo. Yang gue maksud itu elo, MOLENN!" Ucap Yuna dalam hati karena merasa sedikit kesal.


"Gak tau!" Ketus Yuna menahan rasa sakit.


"Ngomong itu jangan setengah-setengah!" Tegas Valen mulai mengeratkan lagi.


"Ini orang penasaran apa cemburu sih?" Batin Yuna merasa aneh.


"Kalo orang nanya dijawab!" Ketus Valen tak suka.


" Elo itu cemburu ato penasaran sih?" Karen tak tahan dengan pikiran dan hatinya yang selalu membatin, ia pun langsung mengeluarkan unek-uneknya.


Saat itu juga Valen berkata, "Penasaran!" Jawabnya membuat Yuna kecewa. Ia kira Valen bakal menjawab 'Cemburu' taunya tidak.


"Kalo lo penasaran, cari tau sendiri. Gak usah kunci-kunci gue segala! lepasin!" Yuna mulai memberontak kembali hingga tak sadar ia mengeluarkan sebutir air mata.


Valen sempat terdiam karena melihat wanita yang didepanya itu menangis. Tiba-tiba tangan Valen bergerak dan menghapus air mata Yuna begitu saja dengan tatapan yang mendalam untuk Yuna.


Kalau ditatap begitu kan Yuna bukanya makin kesal malah makin senang. Dengan cepat Yuna langsung melepaskan tanganya dengan mudah dan menghempaskan tangan Valen begitu saja.


"Gak usah pegang-pegang! HARAM!" Ketus Yuna sudah sangat kesal. Percuma banget Valen dateng kesini kalau cuma ingin mengajaknya berkelahi saja. Huh, ngabisin bensin orang baek!


Berbeda dengan Lettha, kini ia berada ditempat makan. Karena lapar, ia pun segera menghabisi makananya dan makanan yang ada didepanya itu dengan lahap. Bahkan orang saja hanya bisa mendapatkan porsi sedikit.


Alan yang melihatnya saja hanya bisa tertawa tipis tanpa orang lain tau jika ia tertawa. Lagian sih, si Lettha kalo makan gak bisa dijaga plus kagak ada anggun-anggunly nya. Makan asal makan sampe mulutnya cemongan begitu.


Dasar anak mami!