
...°VORDIGAEROS°...
Sekolah SMA GraceFull atau GF sedang mengadakan sebuah pertandingan basket antar sekolah. Pertandingan tersebut, mempertaruhkan harga diri sekolah dan sekaligus mendapatkan 25% sebagian dari sekolah yang kalah.
Tak disengaja, Sekolah GF bertaruh dengan sekolah Adventur atau yang disebut AR yang dimana terdapat Gank Afrio. Semua siswa/i duduk di bangku kursi penonton sambil memegang pernak-pernik panjang yang berkelap-kelip berwarna-warni.
"ALAN YANG KUCINTAI DAN TERSAYANGKU! JANGAN MALU-MALU-IN SEKOLAH GF YA??? KALO KAMU MENANG, AKU KASIH CIUMAN DEH BUAT KAMU." Teriak Bella si ketua Lovers Alan, yang sangat menyukai Alan bahkan sampai menguntit Alan.
" SEMANGAT VALEN" Kata Jenny, si paling suka dengan Valen.
" SEMANGAT TEH RIO!" Teriak Gino, saudara Rio sambil mengejek Rio dari bangku penonton basket.
Pertandingan pun dimulai. Suasana tampak tegang, karena skor yang sama dan keahlian yang sama. kedua Tim sama-sama tidak mau kalah karena ingin membanggakan Tim dan juga sekaligus memertaruhkan nama Gank masing-masing.
Alan and the Gank nya pun ikut bertanding dari tadi melawan Remon and the Gank. Jadi, ada sedikit percekcokan dan melakukan hal curang serta kekerasan yang bahkan salah satu dari Gank mereka di disfikualikasi.
Teng berbunyi yang pertanda jika Pertandingan sudah selesai. Remon yang lebih mementingkan Gank nya dibanding dengan sekolahnya, membuat ia and Gank nya kalah serta kerugian dari sekolah AR nya.
Alan and the Gank berhasil memenngkan dan menjuarai serta memegang piala bersama-sama dan berfoto didepan kamera. Alan terpaksa berfoto dengan kepala sekolah karena dipaksa oleh Sang papa yang berada di bangku terhormat.
Setelah berfoto dengan kepala sekolah, Bella langsung berada tepat didepan Alan, yang membuat Alan menjadi risih dan tak suka. Seketika wajahnya muram dan masam.
Gino yang tak sengaja lewat bersama Rio melihat wajah tak suka Alan. "Lan, nongki yok, sama yang laen!" Ajak Rio pada Alan.
"Yok, Gass" Jawab Alan, lalu langsung meninggalkan Bella sendirian.
Alan pun dengan cepat pergi bersama Gino dan Rio ke tempat biasa mereka nongki bersama Gank nya. Saat semuanya sudah ngumpul, Remon datang bersama pacarnya yang cantik dan pemalu.
Namun, Remon terlihat dari jauh tampaknya kasar dengan pacarnya. Alan tak sengaja melihatnya dan ia pun menghampiri Remon.
Remon melihatnya dan memasang wajah sok jagoan serta gayanya yang memang tengil. "Mau ngapain lo kesini? Mau sombong?" Tanya Remon dengan nada mengajak ribut.
Remon mendorong sedikit bahu Alan dengan tanganya. "Urusan lo apa sama cewek gue?! Lo dimpanannya?Heh! Jawab!" Remon semakin merajalela.
"Gue bukan simpenan cewek lo! Dan bahkan gue juga gak kenal sama cewek lo! Dan gue cuma bilang sama lo, jangan pernah kasar sama cewek!" Alan terus saja memeringati Remon walaupun Remon adalah musuh bebeuyutanya.
"Dih! loh kesini cuma buat bilang kayak gitu doang? Heh! Gue juga tau kali. Dan gue perinagatin sama lo, jangan pernah ikut campur urusan gue! Bukanya kita musuh?! Oh, ya, jangan deketin cewek gue juga!" Ucap Remon mendorong kembali bahu Alan.
Alan menghiraukanya dan ia melirik sedikit cewek Remon yang tertunduk dan hanya bisa menangis saja. Alan pun pergi begitu saja dan kembali menghampiri Gank nya.
"Ada apaan, Lan? Kok lo malah deketin si Remon." Tanya Valen dengan wajah keponya dan sekaligus ingin tau.
" Kepo banget si lo jadi orang! Dasar ketek empo-empo!" Cibir Gino sambim melahap makananya.
"Dih, gak suka lo?" Ketus Valen dengan muka melasnya nan ngeselin.
" Muka lo, nyelon dong!" Ucap Gino tak suka.
"Ya elah, gitu doang marah lo Gin!" Kata Valen, lalu kembali melahap makanannya.
"Jadi, Lan. kenapa lo deketin Remon?" Tanya Rio lagi.
"Ini lagi yang satu!" Cibir Gino males.
"Tadi gue gak sengaja liat cewek nya si Remon dikasarin sama Remon. Jadi gue dateng buat kasih tau kedia kalo, 'Cewek itu jangan dikasarin' dia malah dorong gue, gue bilang aja lagi 'Cewek itu jangan dikasarin' dia dorong gue lagi. Dia bilang 'Jangan ikut campur urusan dia' ya, udah, gue balik aja." Jelas Alan sambil memakan cemilan ringan yang ia beli.
"Terus-terus?" Tanya lagi Valen yang kerjanya memang suka nanya plus suka kepo-an orangnya.
" Terus, habis." Jawab Alan.