VORDIGAEROS

VORDIGAEROS
Bab 1



...°VORDIGAEROS°...


Pada malam hari yang lumayan buruk. Karena terjadi keributan dijalan raya akibat aksi ugal-ugal-an motor yang dibuat oleh Gank Vordigaeros. Gank ini paling ditakuti oleh semua Gank dan memiliki musuh bebuyutan yaitu, Gank Afrio.


Kini jalan raya sangat macet. Akibat keributan ini, jalanan ditutup oleh sekawan Gank Afrio agar kendaraan tidak boleh berlalu lintas didaerah yang mereka pijak.


"WOYY, JALANAN MACET GARA-GARA KALIAN! " Teriak Abang-abang Gojek motor yang sedang membonceng penumpangnya.


Namun teriakan itu sama sekali tak didengar. Salah satu ketua dari Gank Vordigaeros sedikit melonggarkan dasi sekolahnya yang berwarna abu-abu.


Yaps, betul sekali! Setelah pulang sekolah, mereka semua tidak langsung pulang kerumah melainkan langsung pergi bertempur dengan Gank Afrio.


"Lan, lo yakin bakal ribut disini?" Tanya Rio, sahabat dekat Alan.


" Udah, mending lo ikutin aja ya? Gue pastiin kita pulang pasto gak bakal ada yang luka kok! Jadi lo jangan takut!" Jawab Alan, yang merupakan Ketua Gank Vordigaeros.


" Ya elah, Yo. Lo takut ribut? Dasar anak Mami! Udah, kalo takut, mending lo pulang aja dah dari pada disini jadi beban! Nanti, gue juga yang repot-repot bonceng lo!" Cibir Valen dengan mulut majunya.


" Len, maksud gue, gue bukanya takut. Tapi gue gak suka ribut-ribut. Apa lagi kalo kalian ribut, gak punya tempat tempurnya. Terus masih pada pake baju sekolah lagi!" Kata Rio dengan wajah polosnya karena ia tidak terlalu suka terlibat dalam Gank.


" Ya ampunnn, Yo! Pusing bener otak gue ngebacot sama lo! Lo bayangin dah ye, Dimana-mana kalo orang mau tempur itu gak mentingin dimana lokasinya! Tempur asal tempur. Dimana tempatnya, yang penting tempur. " Jelas Valen pada Rio.


" Tapi gak gini juga kali! Tapi bukanya kalo tempur bawa pistol, parang, pacul, gorog,-"


" RIO! Itu mah bukan mau tempur, tapi mao Nge-bon begoooo! Udah ah, gue cape ngomong ama lo yang kagal mudeng-mudeng. " Balas Valen dengan cepat seperti orang nge-rapp.


Rio pun seketika membeku saat sedang membantu temanya yang sudah terkepung. Matanya terbelalak sekaligus panik. Dengan cepat Alan yang merupaka ketua Gank Vordigaeros langsung mengenyampingkan lawan Rio dan memukulnya serta membalas Remon.


Pertarungan yang sengit antara Remon dan Alan terjadi. Semua mata menyaksikan pertarungan itu. Pukul demi pukul terbalaskan dan saling menepis disaat yang tepat. Namun terdapat sayatan kecil yang terdapat di pipi mereka masing-masing.


Namun, pada akhirnya tetaplah yang menang Alan. Saat pertarungan sengit itu sudah selesai dan Remon kalah telak akibat kehabisan nafas dan kelelahan, Alan segera membawa Valen ke rumah sakit terdekat ksrena sudah tidak punya banyak waktu.


Saat sampai dirumah sakit, Alan langsung membawa Valen dan Valen pun langsung di obati oleh salah satu Dokter yang handal.


Kepala Valen diperban tapi hanya disekitar lukanya saja. Setelah diobati, Alan segera membayar biaya pengobatanya serta alat-alat yang akan digunakanya.


Alan yang merasa tak enak hati karenanya Valen menjadi terluka akibat dirinya juga yang memaksa supaya tempur. Valen yang menyadari akan hal itu, ia pun segera memanggil Alan karena melihat Alan yang selalu khawatir kepadanya.


" Lan, mending lo duduk deh. Dari pada lo jalan-jalan meluli kayak Cacing kepanasan!" Tegus Valen dengan posisi duduk.


Tanpa banyak pertanyaan, Alan langsung duduk namun kedua tanganya dirapatkan dan terbentuk segetiga lalu ia tempelkan diantara kedua matanya dan hidungnya ditengah.


Jadi sudah terlihat oleh Valen, jika Alan sedang gelisah begitu cepat dan tak sabarana untuk mengambil obat dan mengetahui apakah kondisi temanya parah atau tidak.


Ceklek!


Pintu ruangan Valen terbuka dan menampilkan seorang Dokter yang memeriksa keadaan Valen tadi. Sontak saja, Alan langsung berdiri dan menunggu kabar.


" Bagaimana, Dok keadaan Sahabat saya?" Tanya Alan tak sabar lagi menunggu.