
Empat bulan kemudian...
Tepat jam 04:00 sore, Dosen yang mengajar di jam kedua di kelasnya Medi tak kunjung datang. Tidak lama kemudian Medi dan dan teman kelasnya mendapat kabar bahwa dosen yang mengajar hari itu berhalangan hadir. Teman kelas Medi tiba - tiba ribut membicarakan konser kotak yang akan diadakan di kota tersebut tepat pukul 04:00 sore hari itu juga. Beberapa teman Medi terlihat pergi menonton bersama menuju lokasi, sedangkan Medi menolak ajakan teman - temannya. Karena dia sendiri salah satu pengemar K_POP dari semenjak dia duduk di bangku SMP, itu sebabnya dia menolak ajakan temannya dan memilih pulang ke kosnya.
Sudah tiga jam lamanya Medi sendirian di kosnya dari semenjak dia pulang dari kampusnya. Tiba - tiba Medi di hubungi oleh teman perempuannya yang merupakan salah teman dekatnya selama dia kuliah. Dia meminta Medi untuk menemaninya mencari hadiah untuk pernikahan teman dimasa SMAnya jam 08:00 Malam. Tanpak berpikir panjang, Medi langsung mengiyakan ajakan temannya tersebutnya.
Tepat pukul jam 07:40 malam Medi dijemput oleh teman yang sebelumnya sudah punya janji dengannya, Medi dan temannya itu langsung menuju mall. Sesampai di mall, Medi dan temannya binggung dengan hadiah yang akan dipilih oleh temannya itu. sampai - sampai mereka tidak melihat waktu sudah menunjukan pukul 09:45 malam, itu artinya mall akan segera di tutup. Temannya Medipun segerah memilih hadiah dan membelinya.
Karena besok merupakan hari minggu, Medi di ajak oleh temannya itu menginap di kosnya, Medi tidak menolak sama sekali.
Tapi sebelum balik ke kos temannya, Medi meminta ke temannya itu untuk ke kosnya dia terlebih dahulu untuk mengambil pakain untuk dia tidur di kos temnnya itu. Sesampai di kosnya Medi, pintunya terkunci. Sementara Medi tidak memegang kunci kamar, biasanya Medi ataupun kakak sepupunya itu meletakan kunci tepat di bawa keset depan pintu kamarnya. Tapi setelah Medi mengecek, ternyata dia tidak menemukan kunci kamarnya tersebut. Medi mencoba menghubungi kakak sepupunya, ternyata dia membawa kunci kamar dan akan menginap di tempat temannya juga. Karena saat Medi ditawarkan menginap di kos temannya, Medi langsung menghubungi kakak sepupunya untuk memberitahukan bahwa dia akan menginap di kos temannya. Itu sebabnya kakak sepupunya itu tidak meninggal kunci, dan dia juga memilih menginap di kos temannya. Akhirnya Medi memilih langsung pergi bersama temannya.
Entahlah kenapa nasib Medi dan temannya sangatlah apes malam itu. Sesampai kos temannya itu, ternyata gerbangnya sudah di gembok oleh ibu kosnya, karena kos temannya itu batas keluar malam hanya sampai jam 10:00 malam. Mereka berdua kebinggungan, akhirnya mereka mencoba menghubungi satu - satunya teman dekat di kampusnya yang tersisa, niatnya ingin menumpang tidur malam itu. Ternyata temannya itu tidak bisa membantu mereka, karena temannya itu sendiri tinggal dirumah keluarganya. Sambil berpikir, mereka berdua menuju mini market membeli sebuah cemilan.
Pertemuan yang tak diduga, Medi bertemu dengan Richy, mantan di masa SMA nya, dia laki - laki yang sangat Medi cintai. Tapi setelah dua tahun lebih menjalin hubungan dan terjadi LDR, karena mantannya itu merupakan kakak kelasnya, jadi mantannya itu lebih dulu menginjak kaki di kota untuk melanjutkan pendidikan dibangku kuliah. Tapi Medi diputuskan, karena diantara mereka terjadi kesalah pahaman yang tak kunjung terselsaikan. Medi tidak menyalahkan mantannya yang memutuskan hubungan terlebih dulu, karena bagaimanapun saat itu mereka masih labil. Jadi wajar mengambil keputusan tanpak berpikir panjang.
Pertemuan itu bukan yang pertama kalinya setelah mereka putus, jadi tidak terjadi kecanggungan diantara mereka.
Mantannya kaget saat melihat Medi masih keluyuruan datas jam 10:00 malam, karena yang Richy tahu Medi bukan perempuan yang suka keluar diatas jam 10:00 malam.
"DD ngapain kamu jam segini masih keluyuran??" ( DD panggilan Richy dari dulu kepada Medi ).
"Hmmm iya kak, aku dan temanku ini kebingunggan cari teman tidur malam ini. Soalnya kunci kos aku dibawa oleh kakak sepupuku dan kakak sepupuku itu menginap ditempat temannya. Niatnya aku dan temannku malam ini menginap di kosnya dia ( Menunjuk temannya ), tetapi sesampai dkosnya dia, gerbangnya ternyata sudah digembok oleh ibu kosnya. Jadi sambil kita berdua berpikir, kita mampir di mini market yang 24jam dibuka. Itu juga membuat kita berdua merasa aman diam disini".
"Kenapa DD tidak mengambil kunci kos di kakak sepupumu saja".
"Niatnya sih begitu juga, tapi barusan aku hubungi ponselnya sudah tidak aktif".
"Terus kalian berdua akan diam disini sampe besok pagi?".
"Kalau DD mau, bagaimana ikut aku sekarang, kebetulan malam ini aku menuju kos teman aku, kita mau adakan acara nonton bareng. Tapi disana Kosnya campuran laki - perempuan. Kebetulan teman aku ini bersebelah dengan kamar pacarnya. Dan kebetulan mereka berdua teman dekatku. Jadi kalian bisa tidur di kamar teman perempuanku malam ini".
"Tapi kak, itu bukan kosnya kakak, jadi aku merasa tidak enak jika aku dan temanku ini tidur di kos temannya kakak".
"Kalau kalian mau, kalian berdua ikut aku saja. Nanti sampai disana aku jelasin sama temanku. Kebetulan ceweknya itu lagi pulang kerumah orang tuanya, dan kuncinya itu di pegang sama cowoknya. Tenang saja, ada aku, Ok.
Medi dan temannya itupun akhirnya menerima tawaran dari Richy. Medi tidak tahu harus barsikap bagaiman selanjutnya kepada mantannya itu, bagaimanapun Medi masih memiliki perasaan yang tersembunyi kepada Richy.
Terlihat sangat jelas ada lima orang laki - laki yang sedang duduk diteras depan kamarnya dan TV yang sudah mereka keluarkan. Medi merasa takut, dan terus memegang tangan temannya itu. Ketika mereka melihat Richy membawa dua perempuan, mereka terkejut. Karena selama mereka berteman, mereka tidak pernah melihat Richy membawa perempuan manapun disiang maupun dimalam hari. Richy memperkenalkan Medi dan temannya itu kepada lelaki yang duduk di teras depan salah satu kamar malam itu, Richy sangat tahu bahwa Medi sangat takut dengan orang yang baru dia kenal.
Tidak lama kemudia, setelah Richy menjelaskan kepada teman itu, dia mendapatkan kunci kamar tepat disebelah tempat mereka berada. Richy segera membuka kamar untuk Medi. Medi sadar, perlakuan Richy tidak pernah berubah terhadapnya.
"Kalau DD butuh apapun itu, panggil saja aku. Karena aku tetap diluar bersama teman aku sampai subuh nanti".
"Iya kak, terimakasih ya atas bantuannya malam ini". ( Medipun masuk kamar dan menutup pintu kamarnya ).
Kring kring kring...
Tepag pukul 11:30 malam, Medi mendapat panggilan telpon dari Rizki. Medi yang melihat temannya itu sedang berbicara melalui telpon, Medipun keluar kamar untuk menerima panggilan telpon dan berbicara diluar. Richy yang mendengar Medi membuka pintu kamar, dengan cekatnya dia langsung bertany kepada Medi
"DD membutuhkan sesuatu?".
"Tidak kak, aku hanya akan menerima panggilan masuk sebentar. Soalnya di dalam temanku sedang berbicara juga melalui telpon bersama pacarnya".
Richy langsung kembali bergabung bersama teman - temannya. Saat Medi berbicara melalui telpon dengan Rizki, terdengar sangat jelas apa saja yang Medi bicarakan oleh Richy. Medi terdengar sangat kesal kepada Rizki, sehingga dia terus dan terus bertanya kenapa senior ( temannya ) itu selalu mengusik dirinya. Setelah beberapa menit Medi berbicara dengan Rizki, Richy langsung menghampiri dan mengambil ponsel dari tangan Medi saat dia mendengar Medi meminta kepada Rizki untuk tidak mengganggunya lagi. Medi terkejut saat Richy memperjelas dengan cara mengulang apa yang Medi katakan kepada Rizki malam itu, Richy pun langsung menutup telpon dari Rizki.