
Rahma makan dengan tenang, sekarang dia sedang di kamar bukan di meja makan, dia masih kesal akan kejadian tadi siang.
Tok Tok Tok
"Hmm masuk" entah siapa yang mengetuk pintu dia tidak peduli.
Raja menatap dengan lekat gadis yang sedang makan di sofa dan menonton tv tersebut.
Lalu raja meletakkan paper bag di hadapan rahma spontan rahma mengatakan "Nggk butuh" pernyataan yang membuat raja terhenyak, bagaimana tidak bahkan rahma belum membuka paper bag nya dan mengatakan tidak butuh?
"Apa liat-liat? keluar sana" kata usiran keluar dari mulut rahma "Ya baiklah" raja hanya mengangguk lalu pergi saat ingin memegang handle pintu.
"Bawa itu"
"Nggk, bukalah bakalan lu juga suka" jawabnya santai pasti rahma akan menyukainya.
Setalah raja pergi akhirnya rasa penasaran menyelimuti hatinya tangannya mengarahkan untuk membuka isi paper bag tersebut dan menemukan sebuah kotak berwarna biru dongker.
Dengan perlahan dia membukanya ini seperti tempelan untuk handphone jika digerakkan akan mengeluarkan cahaya kerlap kerlip tapi di tengahnya juga ada sebuah bentuk semacam buah sebenarnya rahma awalnya
tersenyum tapi ketika dia menggerakkan benda tersebut dan baaa.....
"Aaaaaakhhh" pekikan rahma sontak terdengar dari luar raja yang akan ke dapur terlonjak lalu dengan cepat membuka pintu kamar rahma.
Posisi rahma yang sedikit berjongkok di sofa dan benda yg diberikan raja sudah terlempar di lantai.
"Lu kenapa?" raja yang ikut panik mendekati rahma lalu mebgambil hadiah yang dia berikan kepada rahma.
"Jangan deketin barang itu ke gw!" suara rahma sedikit bergetar menandakan ada rasa ketakutan di hatinya.
"Ok ok" lalu raja memasukkan benda mungil tersebut ke dalam saku celananya.
"Kenapa sih?" tanya raja sambil berkacak pinggang.
"Gw benci cherry, gw phobia ama cherry, paham!?" jelas rahma tegas.
Astaga ternyata dia takut dengan buah berukuran mungil dan berwarna merah tersebut? mendengar itu raja ingin tertawa tapi ditahannya ia tau ketika orang phobia ketakutan akan bertambah berkalia kali lipat.
"Baiklah, mau minum" rahma memandang raja dengan sangar rasa kesalnya sekaramg berkali-kali lipat, bagiamana bisa raja membawakannya benda tersebut.
Ya ya ini bukan salahmu, kau tidak tau akan hal ini aku memaafkanmu!.
Rahma mengambil gelas berisi air putih dari tangan raja, tatapannya masih tajam sedangkan yang ditatap diam tak berkutik, bagaimana ini bisa terjadi pada raja sedangkan tidak ada pernah perempuan yang berani memandangnya dengan tatapan tersebut.
"Ehem, aku minta maaf" rasanya mamanya saja ingin tertawa melihat putranya meminta maaf duluan, ya raja memang anak yang sangat penurut, tapi ketika berbuat salah dia enggan meminta maaf duluan.
Rahma hanya memalingkan wajah, lalu bergegas keluar menuju dapur dan raja hanya mengikutinya.
"Ngapain sih ngikutin" bentaknya ketika melibat raja mengekorinya.
"Laper" mendengar itu rahma hanya geleng-geleng kepala "Masakin gw" imbuh raja.
"Oh ya masakan lu tadi siang tadi enak" jelasnya lirih tapi tetap terdengar di telinga rahma, entah sadar atau tidak sebuah senyum tercetak jelas di wajahnya.
"Bohong" bantahnya "Beneran gk bohong, kalo gk percaya tanya indra sana" katanya meyakinkan.
"Iya udah iya" dia mengibaskan tangannya tanda tak peduli lagi.
"Masakin ya" tanya raja memelas, rahma hanya menghela nafas panjang lalu mengangguk lemah.
Rahma pun menolak bantuan dari pelayan untuk membantunya, ini sudah kewajibannya sebagai istri.
Dia hanya akan membuat makanan simple, ya nasi goreng dengan telor ceplok dan menambahkan rasa pedas.
15 menit berlalu rahma sudah siap dengan nasi gorengnya, dia menyiapkan dua piring satu untuknya dan satu untuk raja, di kamar tadi dia hanya makan puding tentu saja tak mengenyangkan perutnya.
"Kok dua porsi?" sekarang raja bertanya ketika rahma membawa dua porsi nasi goreng.
"Gw juga mau kali" titah rahma "Yaudah gini aja" tangan raja mengambil nasi goreng milik rahma lalu menuangkannya di piringnya
"E e e e lu mau ngapain, yah kok dijadiin satu" rahma hanya bisa pasrah apa raja akan memakan itu sendirian?.
"Sini" raja menarik kursi mendekatkan dengan kursinya "Kita makan sepiring berdua" imbuh raja dengan senyum sumringah.
Mendengar itu rahma hanya terdiam kaku.
Apa katanya? makan sepiring berdua? astaga gw gk salah denger kan?
Seketika jantung rahma berdegup lebih kencang ketika duduk di samping raja.
"Aaaaa" raja menyodorkan sendok berisi nasi goreng "Apaan sih gw bukan anak kecil" rahma pun menyambar sendoknya lalu menyuapi mulutnya sendiri.
Raja sedikit kecewa dengan penolakan rahma, padahal dia hanya ingin berciuman secara tidak langsung :> ups.
••••
"Bodoh gw tadi ngapain sih" raja mengacak rambutnya frustasi, bagaimana tidak dia sekarang merasa malu karena tingkahnya sendiri.
Lalu tangannya merogoh sakunya melihat benda mungil yang dia berikan untuk rahma tadi, tapi tidak jadi karena dia memilih benda yang salah.
Dia hanya tersenyum miring, kenapa dia harus tertarik kepada gadis itu.
Cherry.
°°°°°°°
Jangan lupa like yak, cuma ngeklik doang kok hehe😁
Biar tambah semangat akunya🤗