
Raja terus memacu mobilnya ke arah kantor, hari ini dia harus mengahadiri meeting yang tidak bisa diwakilkan.
"Wah bro seminggu ngilang dari mana aja lu ha" sambutan dari sahabatnya pastilah ada karena raja tak memberitahu kalau dia pergi untuk menikah.
Raja mendorong badan lelaki tersebut agar menjauh, rasanya pengap dirangkul oleh sahabatnya itu, tenggorokannya terasa kering dia melihat sebotol air dingin karena melihat masih disegel raja langsung mengambil dan meminumnya.
"Punya gw woy" teriak haswin, ya dia sahabat raja namanya haswin hermansyah.
"Wah ini nih yang dicari, seminggu ngilang kemana lu?" revan yang juga sahabat raja nyelonong begitu saja dengan membawa makanan.
"Emang lu kira gw barang dicari" jawab raja dengan ketus, "Halah palingan lu nikah, gk bilang kita terus baru balik" mendengar itu raja terdiam bagaimana sahabatnya bisa mengatakan hal itu dengan sangat benar, haswin yg tadi sibuk dengan laptopnya pun memandang revan dengan tanda tanya besar di kepalanya.
"Becanda, ya kali lu nikah gak bilang kita" tak enak rasanya dipandang seperti itu.
Ya emang gw gk bilang. raja hanya menggelengkan kepala dengan perilaku kedua sahabatnya itu.
"Lu tau aja kalo gw laper" raja langsung menyambar box yg berisi nasi dan ayam crispy.
"Yaudah nanti gw ama revan ke rumah lu ok" seketika raja tersedak dan mengambil botol minumnya dengan tergesa.
"Kenapa sih lu" tanya revan
"Ngapain ke rumah gw?" dia masih berusaha tenang dengan mengunyah makanannya.
"Emang kenapa ha? biasanya lu iya iya aja gw ama revan ke rumah lu sekarang kenapa malah nanya? lu nyembunyiin sesuatu?" haswin merasa aneh dengan sikap raja.
"Nggk kalo ke rumah ya ke rumah aja" jawabnya tenang, masalah rahma dia akan urus belakangan.
_______________________________________________
Rahma mengguling-gulingkan tubuhnya dia atas tempat tidur, saat ini jadwalnya datang bulan, saa datang bulan pasti perutnya akan terasa nyeri yang mebuatnya hanya meringis menahan nyeri teraebut dan lagi saat datang bulan keinginan makannya lebih banyak.
"Aku laper padahal baru makan" rahma mengedarkan pandangan hanya ada air putih di dalam kamarnya dia pun beranjak keluar dari kamarnya, dia tidak sadar bahwa sekarang di rumah tersebut kedatangan tamu tak diundang.
Eh siapa? temennya raja mungkin
Rahma masih melihat 3 manusia yg berada di bawah sedang duduk di sofa.
"Masa harus turun sih, nanti kalo turun nanti mereka liat gw, kalo gk turun laper, aku butuh camilann!" gumamnya dengan sedikit keras, sepertinya keberuntungan memihaknya seorang pelayan perempu lewat di belakangnya.
"Hey" merasa dirinya dipanggil, walaupun 'hey' itu bukan namanya dia menoleh
"Iya nona" tanyanya gugup.
"Tentu saja nona, kami di sini juga melayani nona" mendengar itu rahma bernafas lega, karena dia tak terlalu suka menyuruh orang untuk sebuah pekerjaan yang bisa dia kerjakan sendiri.
"Eum tolong ambilkan camilan dan buatkan aku coklat panas bisa?"
"Baiklah, nona tunggu sebentar" pelayan tersebut pun berlalu meninggalkan nonanya sedangkan rahma lebih memilih duduk di sofa yang berada di tengah antara kamar raja dan kamar rahma.
Tiga manusia yg sedang asik mengobrol tak mengetahui bahwa ada seseorang yg melihat mereka dari lantai atas.
Mata revan yang memang suka meneliti itu tak sengeja menangkap sosok perempuan yang sedang duduk di sofa atas.
"Bro itu siapa?" revan menunjuk ke arah lantai dua, haswin yang sedari tadi paling berisik ikut memalingkan wajahnya ke arah yg ditunjuk oleh revan.
Raja bingung ingin menjawab apa, apakah dia harus jujur toh suatu hari pasti temannya juga tau.
"Istri gw" jawaban yang mampu membuat teman-temannya terdiam tak percaya.
"Bwahahahahha" tawa pun pecah haswin memukul mukul bahu raja, sedangkan revan masih terdiam melihat sahabatnya.
Revan tau raja tak suka berbohong, berbohongpun mungkin karena terdesak.
"Kapan?" revan bertanya dengan tenang, haswin yang sedari tadi tertawa ikut terdiam menatap raja.
"Kemaren" jawab raja singkat, padat dan jelas.
Tanpa basa basi raja menielaskan tentang paksaan kedua orang tuang, raja adalah anak penurut, bahkan haswin dan revan tak pernah melihat penolakan jika kedua orang tuanya yang meminta.
"Ya ya ya cantik bro gak salah pilih lu" haswin menepuk nepuk bahu raja lalu revan bergabung untuk memberikan pelajaran karena sudah membohongi mereka.
Karena terganggu dengan suara berisik dia bawah, rahma melongokkan kepala untuk melihat hatinya menghangat ketika meluhat candaan candaan dari teman raja.
Aku juga pengen punya temen kayak mereka, andai zahra ikut juga
hanya itu yg terbesit di pikirannya.
**
Raja mendengarkan dengan seksama penjelas bu niken, ya sekarang bu niken sedang menceritakan tentang krjadian yadi siang yang mulai dari kamar mandi sampai melihat ruang ganti.
Merasa geli mendengarnya, raja hanya tersenyum kecil dua kata yang sedang ada di pikirannya sekarang yaitu Gadis Aneh