
Dengan malas rahma menggulung tubuhnya dengan selimut sekarang masih jam enam pagi.
Bruak....
Terlalu nyaman dengan posisinya hingga tak sadar dengan posisi diujung tempat tidur, rahma pun mengelus bokongnya sakit tentu saja.
Jeklek..
Mata raja terbelalak ketika melihat rahma sedamg terduduk di lantai, sedangkan rahma hanya nyengir.
"Ngapain kesini?" tanya rahma menyelidiki, tak biasanya raja akan ke kamarnya pagi-pagi seperti ini.
"Cepet siap-siap gw ajak lu keluar" raja pun berlalu meninggalkan rahma yang masih diam di tempatnya.
"Huh tumben banget ngajakin keluar, nanti ngajakin gw keluar dibuang lagi lah" rahma bergumam, bersiteru dengan otak dan hatinya yang mengatakan hal berbeda.
Dengan malas rahma memasuki kamar mandi dan mandi, lalu menuju ruang ganti memakai baju dengan setelan yang berbeda yaitu menggunakan rok payung selutut warna hitam lalu memakai kaos warna biru langit dan rambut diikat tinggi, menambahkan olesan bedak tipis dan pelembab bibir hanya itu jarang rahma memakai lipstik karena juga tak terbiasa dan karena rasa tak nyaman di bibirnya.
Rahma menuruni anak tangga dengan semangat baru pertama kali ini raja mengajaknya keluar dari rumah.
Raja melihat rahma lekat, raja berfikir bagaimana bisa hanya menggunakan baju seperti itu sudah terlihat sangat cantik.
"Woy ngelamun ya?" tanya rahma "Hayo mikirin apa?" imbuhnya dengan nada menggoda, tangannya kini sudah ada dua lembar roti bakar yang sudah dioles selai.
"Ayo dong cepet lelet banget sih" sekarang rahma yang marah karena raja tak kunjung menghabiskan sarapannya.
"Ekhem, lepas ikat rambut" pernyataan yang dingin tanpa mengeluarkan ekspresi, Rahma terkesiap sekarang otaknya sedang mencerna perkataan raja.
"Apa? apa? lu mau nyuruh gw lepas ikat rambut? kenapa emang?" tanya rahma meminta penjelasan lebih.
"Lepas! kalo nggk, nggk jadi keluar" titah raja yang membuat rahma menghela nafas jengah.
"Yaudah iya bentar gw keatas dulu" berlari lagi menuju kamarnya, membenahi tatanan rambutnya.
Saat turun raja sudah tak ada di meja makan dia sedikit khawatir apakah raja meninggalkannya karena terlalu lama?
Segenap tenaga rahma berlari keluar, mengehla nafas lega ketika tau raja sedang mengotak-ngatik handphonenya.
"Ayo" ajak rahma semangat, tanpa diminta rahma langsung masuk kedalam mobil "Kita mau kemana?" tanya rahma ketika raja sudah memasuki mobil dan siap menyetir.
"Udah nanti lu juga tau" raja enggan memberi tahu dia hanya ingin memberikan sedikit kejutan untuk rahma.
15 menit berlalu..............
"Ayo turun" ajak raja, rahma tersadar akan lamunanya, sekarang dia ternganga melihat sebuah kampus berdiri megah di hadapannya.
"Ngapain kesini?" rahma masih tak ingin menerka-nerka yang akan dilakukan raja di sebuah kampus.
"Oh" belum sadar "Apa apa? lu mau ngekuliahin gw?" tanyanya lagi meyakinkan.
Raja mengangguk lalu berjalan, menuju ke dala kampus, rahma hanya tersenyum girang ini adalah salah satu impiannya bisa masuk di salah satu universitas yang ada di indonesia.
Matanya meneliti apa saja yang dilihatnya, merasa takjub akan tempat dimana ia berdiri sekarang, sampai tak sadar bahwa raja sudah hilang dari hadapannya. Rahma tertegun rasa panik membuatnya ingin menangis bagaimana tidak di tempat seluas ini dia terpisah dengan orang yang memandunya.
Rahma berlari di koridor kampus, tak menghiraukan orang yang melihatnya dengan pandangan aneh, rasa takut membuncah di hatinya, dia sangat asing dengan tempat ini.
Air mata sudah membasahi pipinya, lalu dia pun berjongkok menekuk lutut, membenamkan wajahnya dan menangis tersedu-sedu.
Rahma seperti bocah yang tersesat di pasar dan terpisah dengan orang tuanya
•••
Raja terlalu fokus dengan handphonenya pekerjaan sudah ada di list jadwalnya, dia hanya bisa menghela nafas panjang, dan ketika sudah sampai di ruangan yang dituju dia menoleh kebalakang.
Seketika dia mengerenyit bingung tak melihat rahma di belakangnya ataupun di dekatnya.
"Set dah kemana tuh bocah" dengan sigap ia langsung menyusuri koridor-koridor kampus tempat ia berjalan tadi, tak melihat rahma rasa panik pun hinggap dihatinya.
Dia pun mulai berlari menyapu pandangan yang ia dapat jangkau, saat ingin pergi meninggalkan tempat dia berdiri, dia melihat sosok gadis sedang menekuk lutut dan wajah dibenamkan lalu menangis tersedu-sedu.
Melihat itu raja tersenyum geli, astaga ternyata gadis kecilnya lucu juga kalau tersesat.
"Ya ampun rahma dicariin ternyata disini" raja berkacak pinggang, menatap rahma sambil tersenyum geli, mendengar namanya disebut rahma langsung mendongak ke arah suara, mata rahma terbelalak.
Lalu dengan cepat rahma berlari ke arahnya, memeluk tubuh raja dengan sangat erat seolah-olah dia takut kehilangan lagi.
"Hiks....hiks...gw ta-takut tau nggk" jelas rahma dengan terbata.
Mendapatkan respon seperti ini raja hanya bisa terdiam kaku, rasa berdebar-debar hinggap di jantungnya, tangannya refleks mengelus rambut rahma pelan seolah memberi perlindungan.
"Mangkannya kalo jalan tuh yang cepet jangan celingukan" titah raja.
Rahma melepas pelukannya lalu menghapus air matanya "Mangkannya kalo jalan tuh pelan-pelan jangan cepet-cepet" rahma memukul lengan raja pelan, melihat itu raja hanya terkekeh geli.
•••••
LIKE
LIKE
LIKE
Jangan lupa likenya yak cuma ngeklik doang kok :^