
Keesokan harinya,,,,,
Teman kelas Medi semua menunggu dosen datang di jam pelajaran kedua. Pukul 04:00 sore dosen tak kunjung - kunjung datang, akhirnya sebagian teman kelas Medi menunggu dosen di luar kelas, termasuk Medi dan ke enam temannya. Kejadian yang terjadi kemaren membuat Medi dan Gunawan tidak merasa canggung satu sama lain, mereka berbicara seperti biasanya. Saat mereka asik berbicara, tiba - tiba Nugrah keluar kelas dengan beberapa teman lainnya. Medi terus menatap kearah Nugrah, dia merasa aneh dengan sosok yang bernama Adi. Medi benar - benar tidak bisa menebak seperti apa Adi ketika itu.
Tidak lama kemudian, Rizki yang sudah jarang komunikasi dengan Medi, telihat sedang berjalan dengan temannya. Medi sengaja memalingkan wajahnya, ternyata Rizki sudah melihat Medi dari jauh dan menghampiri dirinya. Medi tidak tahu apa yang akan dia lakukan, karena Rizki terus meminta waktu berbicara empat mata padanya. Terlalu banyak orang yang memperhatikan Rizki, sehingga membuat Medi merasa tidak enak padanya. Akhirnya Medi mengikuti langkah Rizki, Rizkipun tidak terlalu jauh membawa Medi untuk bisa berbicara denganya.
Awalnya Rizki hanya menatap wajah Medi, sedangkan Medi hanya berdiam diri menunggu Rizki untuk berbicara terlebih dahulu.
ketika Rizki mengeluarkan perkataan, setiap perkataannya, Rizki terlihat sangat serius. Medi tahu, bahwa Rizki menyukai dirinya, tapi Medi tidak pernah melihat Rizki berbicara seserius itu padanya. Rizki mengungkapkan isi hatinya. Tidak hanya itu, dia meminta Medi untuk menjadi pacarnya. Medi tidak kaget ketika Rizki meminta dirinya untuk menjafi kekasihnya, bagaimanapun dia sudah mengetahui tujuan awal Rizki mendekatinya. Tapi Medi langsung menolak Rizki saat itu, karena Medi tidak ingin mengambil resiko. Medi bukan tidak memiliki perasaan sedikitpun pada seniornya itu, melainkan dia merasa Rizki tidak akan bisa menjaga dirinya saat dia akan di ganggu oleh teman - temannya Rizki. Bagaimanpun, selama itu Rizki tidak pernah berhasil menghentikan gangguan teman- temannya terhadap Medi. Saat Medi di usik didepan matanya, Rizki tidak pernah berhasil menghentikan gangguang itu, terutama ganggu dari Kelvin teman satu grupnya sendiri. Medi sangat mengahragai Rizki, bagimanapun dia tidak ingin Rizki membenci dirinya. Medi memberikan alasan kenapa dia menolaknya, Rizki sangat mengerti jika berada di posisi Medi. Rizkipun meminta maaf jika selama itu Medi selalu diusik oleh temannya. pembicaraan merekapun berakhir, Medi langsung kembali berkumpul dengan ke enam temannya. Saat Medi kembali, temannya malah mengajak Medi saat itu juga main kepantai. Medi menolak, karena dia tidak mau bolos untuk jam kedua di mata kuliahnya. Teman - temannyapun menjelaskan....
"Med, sekarang sudah pukul jam 05:30 sore. Jadi tidak mungkin dosen akan datang. Lagian teman - teman kelas kita sudah pada pulang" ( Sahut salah satu temn Medi ).
Tidak lama kemudian petugas tempat biasa mengambil absen, meminta semuanya teman yang satu kelas dengan Medi untuk mengisi absen. Petugas tempat penitipan absen juga memberitahukan bahwa dosen yang seharusnya mengajar hari itu akan mengirim tugas melalui email masing - masing untuk di kumpulkan minggu depan. Itu berarti Dosen yang yang mengajar di kelas Medi di jam terakhir berhalangan hadir. Medipun mengiayakan ke enam teman - temannya ajakan main kepantai sebelumnya.
Beberapa menit kemudian Medi dan yang lainnya sampai di pantai. Selang waktu yang tidak cukup lama, Medi melihat ada empat orang laki - laki mengendarai empat kendaraan roda dua sampai dipantai itu juga. Dari kejauhan Medi merasa tidak asing melihat ke empat laki - laki itu dari jauh. Semakin dekat Medi melihat jelas, bahwa salah satu yang dia yakinkan itu merupakan teman kelasnya yaitu Nugrah.
"Hai kami disini, ternyata mereka benaran datang" ( Sahut salah satu teman Medi ).
"Kalian mengajak mereka juga?" ( Tanya Medi ).
Setelah mendengar penjelasan dari temamnya, Medi melihat sosok lelaki yang bernama Adi juga ikut bersama Nugrah. Medi bingung harus bersikap bagaimana. sudah tiga hari berturut - turut Medi selalu membalas SMS dari Adi, tapi mereka tidak pernah saling menyapa satu sma lain secara langsung.
"Hai, Med!!!" ( Sapa Nugrah ).
"Eeee, Nug" ( Medi tersenyum ).
"Hai, kenalin aku Adi" ( Menyodorkan tangannya tepat dihadapan Medi ).
Teman - teman Medi tidak mengetahui bahwa mereka berdua sudah tiga hari menjalin komunimasi, dan hari itu benar - benar terjadi perkenalan mereka secara langsung satu sama lain. Medi mencoba untuk tidak terlihat canggung di depan Adi dan yang lainnya. Diapun mulai memperkenalkan dirinya dan tetap banyak bicara seperti biasanya. Nugrah yang menyadari akan pendekatan Adi terhadap Medi, mulai mengoda Medi dan Adi. Nugrah berpura - pura mengajak Medi dan yang lainnya untuk berfoto bersama. Saat Medi mengambil posisi paling depan, sedangkan Adi berada tepat dibelakangnya, Nugrah yang melihat itu memaksa Adi untuk maju kedepan tepat disebalah kiri Medi, hasil akhirnya mereka mendapatakn foto bersebelahan. Agar tidak canggung, Medi mengajak Adi mengambil foto berdua, Adipun tidak menolak ajakan Medi.
Kurang lebih 35 menit, merekapun semuanya pulang. Sesampai di kos, Medi melihat beberapa teman kakak sepupunya penuh di dalam kamarnya saat itu. Medi kaget, karena teman - teman kakak sepupunya memakai seragam yang cukup ketat dan cukup pendek dengan seragam yang sama. Saat itu ada dua orang sedang merokok, dan tiga yang lainnya memegang tas dengan isi beberapa bungkusan rokok. Sepupu Medi yang melihat dirinya terlihat bingung, Dia memperjelaskan ke Medi bahwa mereka bukan teman kampusnya. Mereka teman SPGnya, kebetulan saat itu mereka menjadi SPG rokok.
Waktu awal - awal Medi menginjak kakinya di kota, Medi tidak tahu apa itu SPG. tapi dua bulan kemudian, Medi mengerti SPG itu bnyak macamnya. Iti sebabnya, ketika kakak sepupunya menjelaskan bahwa mereka semua SPG rokok, Medi tidak kaget. Yang membuat dia kaget, karena ada dua orang yang meroko di kamar itu. Tapi Medi mulai mendengar penjelasan dari kedua teman kakak sepupunya yang merokok saat itu, bahwa mereka sebenarnya bukan perokok. Melainkan Mereka hanya ingin mencoba dan merasa heran kenapa rokok yang mereka jual kurang diminati orang. Inti penjelaskan mereka bahwa merwka sebenarnya penasaran dengan rasa rokok itu. Walaupun Medi tidak membenarkan alasan mereka didalam hatinya, Medi hanya menganguk - agukan kepalanya dan tersenyum. Setelah meletakan tas dan sepatu di dalam kamarnya, Medi langsung keluar kamar itu juga dan duduk di kos kamar pertama. Yang kebetulan kos di kamar pertama, merupakan teman satu sekolahnya waktu SMP dan SMA. Tidak hanya itu, teman lelaki yang menjadi penghuni kamar pertama juga merupakan mantan dari salah satu sahabatnya Medi yang saat itu kuliah di malang.
Bebebapa Menit kemudian, semua tema. SPG kakak sepupunya mulai keluar dan Medipun senang akhirnya dia bisa kembali ke kamarnya.