
Keesokan harinya, tepat tanggal 6 november 2011 merupakan hari minggu. Pagi sekali Medi dihubungi oleh salah satu temannya, dan ternyata Medi orang yang terakhir mereka hubungi. Teman - teman Medi sudah sepakat akan main kepantai jam empat sore, Padahal hari sebelumnya mereka sudah kepantai pas pulang kuliah kemaren. Mereka merasa tidak puas, karena kemaren hanya sebentar saja. Medi awalnya tidak mau, karena Medi ada masalah dengan lengannya. Dua hari sebelumnya, ketiak Medi luka saat mencoba baju baru yang di belinya. tanpak dia tdk mngketahui terdapat peniti di baju, saat dia mengeluarkan baju dari badannya,peniti itu menusuk tepat dibawa lengan Medi. Medi merasakan sakit, tapi dia mengabaikan untuk mengobatinya. Satu hari setelah kejadian itu, Medi merasa sakit saat menyentuh bawa lengannya, tapi dia tidak memperdulikannya. sehinggia dua hari setelah kejadian itu, legang medi infeksi, terdapat nanah.
Tepat jam 04:00 sore, terdengar suara yang memanggil2 nama Medi di depan kosnya. Medipun keluar. Terlihat 5 temannnya menjemput dirinya. Medipun keluar dan bertanya keperluan temannya. Ternyata teman - temannya itu berniat menjemput dirinya dan mengajak dia ke pantai. Medi merasa tidak enakkan d3ngan ke lima temannya, Medipun mengiyakan ajakan temannya kepantai sore itu.
Setelah 1 jam lebih mereka di pantai, tiba - tiba hujan gerimis. Merekapun nenilih bertedu disebuah rumah tempat orang - orang yang jualan dipinggir pantai. kebetulan orang - orang yang jualan saat itu tidak ada yg lapaknya buka. beberapa menit kemudian, kondisi Medi mulai terlihat tidak membaik. Medi mengigil, salah satu temannya menyentuh dahinya Medi, Ternyata Medi demam. Teman - teman Medipun mulai panik, terutama ketika Medi mulai mengeluh sakit dibawa bagian lengannya yg tertusuk jarum 2 hari sebelumnya. Mereka tidak tahu harus melakukan apapun, karena keadaan cuaca yg tidak mendukung. Tiba - tiba ponselnya Medi berbunyi, ternyata itu panggillan masuk dari Adi. Medi meminta salah satu temannya untuk mengangkat telpon dari adi.
"Halo, Medi" ( Sahut Adi ).
" iya hallo, Maaf Adi ini bukan medi, aku Loli".
"Medinya mana?".
"Medi ada disebelahku, dia demam, dan kita tidak tahu harus bagaimana. Karena disini hujan ckup deres".
"Emangnya kalian dimana?".
"Kita lagi di pantai".
ketika Loli memberitahukan nama pantainya Adii langsung memutuskan panggilan telpon
"Ada apa Loli?." ( Tanya Medi ).
" Adi mematikn ponselnya Med".
"Owww begitu, mungkin dia lagi sibuk." ( Sahut Medi).
beberpa Medi kemudian, Adi menelpon Medi lagi. Kali ini Medi yang mengangkat panggilan masuk dari adi.
"Hallo, Adi".
"Halllo, ini kamu Med. kamu posisinya disebelah mana?, soalnya aku sudah di pantai yang Loli katakan tadi.
Medi cukup kaget dan merasa tidak percaya bahwa adi datang menemui dirinya. awalnya Medi melihat sekelilingnya, tapi Medi tidak melihat siapapun. Salah satu temannya bertanya,
"Med kamu cari apa?"
"Katanya adi di dekat sini, dan dia sedang mencari kita. Tapi aku sendiri tidak melihatnya.
"Sepertinya itu Adi deh Med." (sahut gunawan ).
Lolipun memanggil-manggil Adi cukup keras, ketika adi mendengar panggilan dari Loli, diapun langsung menghampiri medi dan yang lainnya.
Terlihat Adi cukup terkejut ketika dia melihat wajah Medi yang terlihat pucat, dia bertanya apa yang bisa dia lakukan.
"Hanya satu cara, kita bawa dia pulang." (Sahut Gunawan).
"Tapi hujan masij derea, tunggu hujan reda dulu." (Sahut Loli)
"ya sudah, aq coba mencari minuman hangat dulu, biar bisa buat hangatin badan dia." (Sahut Adi).
Tidak lama kemudian, Adi kembali membawa beberapa makan dan minuman hangat, dan tisu untuk menghangatkan badan serta mengelap wajahnya Medi.
"Kamu sekarang basah kuyup, bagaiman jika kamu yang sakit karena kehujanan, aku pasti akn merasa berasalah" ( Medi menyentuh bajunya Adi).
"Kamu tidak usah mengkhawatirkan aku. Yang terpenting saat ini, kamu tidk semakin parah".
Hujanpun redah,
"Biar Adi saja yang mengatar Medi!!" (Sahut Loli).
"Jangan, biar dia tetap berboncengan dengan kalian saja. Jika Medi aku yang antar, yang ada dia bisa basah dibelakangku. klian lihat sendirikan, aku seperti orang yang menggunakan pakainya saat mandi".
Akhirnya Nedi berbocengan dengan Gunawan. Terlihat sangat jelas Gunawan memaksa tersyum kepad yang lainnya. Medi berusaha mengajak Gubawan berbicara saat dalam perjalan pulang. Sikap Gunawan tidk pernah berubah kepada Medi. Dalam perjalanan, Gunawan benar-benar banyak bertanya apa yang Medi ingin makan sebelum sampai di kosnya. Selain merasa sedang sakit, Medi juga merasa cukup lapar. Dia memberitahukan Gunawan, bahwa dia tidak lapar. Dia terpaksa berbohong, karena Medi tidak ingin seperti orang yang memanfaatkan kebaikan Gunawan. Medi takut, perhatian Gunwan padanya karena semata- semata menyukai dirinya. Medi sudah menolak cintanya Gunawa, dan dia tidak ingin memberi harapan apapun kepada Gunawan.
Tidak lama kemudian, Medi tiba di kosannya. Medi segera masuk, dan memberitahukan kakak sepupunya, bahwa dirinya sakit. Medi menolak ketika kakak sepupunya itu mengajak dia untuk ke rumah sakit. Kakak sepupunya Medi tidak bisa memaksa apa yang ingin dia lakukan untuk Medi. Medi memilih istriht dan mengkonsumsi obat perendah panas yang di belikan oleh kakak sepupunya di apotik.
Adi terus mengirim Medi SMS, terlihat sngat jelas dia mengkhatirkan keadaan Medi. di saat itulah Medi mulai menyukai Adi.
Setelah empat hari mereka menjalin komunikasi, Adi menyatakan perasaannya. Tanpak berpikir terlalu banyak, Medi tidak merasa takut sedikitpun saat menerima cinta lelaki yang baru dia kenal 4 hari lamanya. Medi benar-benar tidak memiliki keraguan sedikitpun dan dia juga tidak mempercayai Adi. Dia sebenarnya tidak tahu, apa yang dia rasakan, dan dia juga tidak mengerti dengan apa yang dia pikirkan. Yang dia yakinkan, hanya menerima cintanya Adi, dan dia benar-benar menjalaninya. Tapi tidak semuda itu, karena sebelum Medi menerima cinta Adi, dia sudh memberikan beberpa persyarakan kepada Adi.
Medi sebenarnya sudah tida mempercayai bahwa lelaki itu biaa setia, jadi saat dia menerima Adi, dia akan tetap menjalaninya sebagaimana orang lain menjalin suatu hubungan. Karena terlalu sering di sakiti oleh masalalunya, Medi merubah dirinya bukan Medi yang dulu lagi, yang selalu mengalah karena cinta. Walaupun dia tahu, bahwa sikap perempuan yang cukup keras akan membiat laki-laki tidak akan bertahan lama. Dia berpikir, dulu saat menjalin suati hubungan, selalu dia saja yang tersakiti. Padahal, jika di pikir-pikir, dia selalu mengalah kepada pasangannya.
Medi dan Adi sama-sama belum mengenal sikap dn prilaku yang asli satu sama lain,tapi Medi tidak takut. Bagaimanapun, itu sudah menjadi pilihannya. Apapun masalah kedepannya,seperti apakah masalah dia akan hadapi, Medi sudah menyiapkan diri.