Village Girl

Village Girl
(+18)



Medi tidak tahu apakah yang dia lakukan itu hal yang wajar atau tidak. Karena richy sendiri tidak keberataan saat Medi menyenderkan kepala di bahunya, padahal sudah jelas mereka berdua bukan bersatatus pacaran. Yang Medi bisa lakukan yaitu dengan berpura - pura sedang tertidur. Walaupun Medi tidak tahu bagaimana perasaan Richy yang sebenarnya terhadap dirinya, Medi tidak menyesali melakukan tindakan seperti itu. Karena dia sendri sudah memantapkan diri untuk menyerah terhadap perasaannya semenjak Medi mendengar jawaban Richy malam itu.


Dengan demikian, Medi lebih memilih untuk menyimpan apa yang dia rasakan dari dalam hatinya. Kenapa Medi lebih memilih diam setelah mendengar jawaban Richy malam itu, padahal perasaanya itu kian berat mengambil keputusan untuk melupakan mantannya itu. Karena dia sendiri tidak sangup mengatakan yang sebenarnya pada Richy.


Hal yang terpenting bagi medi adalah dia menyadari kapan dia harus dan kapan dia harus menahan perasaannya. Karena menurut Medi tidak semua apa yang dia rasakan atau masalah apapun itu, tidak harus dia katakan kepada orang lain, termasuk prihal tentang persaannya terhadap Richy.


Tiba - tiba, secara diam - diam tangan kiri Richy menjangkau rambut Medi, sedangkan tangan kanannya mencoba memegang tangan kanan Medi. Medi terkejut atas tindakan Richy, tapi dia terus menahan dirinya untuk tetap berpura - pura tertidur. perlahan - lahan Richy mengelus rambut Medi dengan begitu lembut, tidak hanya itu dia juga mencoba mencium rambut Medi.


Tidak lama kemudian setelah 30 menit lamanya Medi berpura - pura tertidur, listrikpun menyala. Richy mencoba membaringkan Medi tepat di sebelah temannya dengan cara yang begitu lembut, setelah dia berhasil meletakan kepala Medi di sebuah bantal, sebelum dia keluar dari kamar itu, Richy mencium Medi tepat di keningnya dan mencoba mengapai bibir Medi. Medi terkejut dan terbangun, Mereka saling bertatapan. Medi tidak tahu bagaimana dia harus bertindak, dia terdiam karena dia takut temannya itu terbangun.


"Aku minta maaf, karena sudah lancang". ( Sahut Richy ).


"Kenapa kakak melakukan itu kepadaku?".


"Aku juga tidak tahu, tapi kalau boleh jujur, aku masih mencintai DD".


"Lalu, kita harus bagaimana?" ( Tanya Medi ).


"Aku ingin kita kembali bersama".


"kakak mabuk ya?. Sebelum kakak masuk kesini sebenarnya kakak diluar minum ( Alkohol ) bersama teman kakakkan?". karena aku bisa mencium bau alkohol saat kakak menciumku.


"Apa yang DD katakan itu benar, tapi aku tidak mabuk, Aku masih dalam keadaan sadar. Aku hanya minum baru dua gelas kecil saja. Jadi apa yang aku lakukan dan yang aku katakan barusan, aku tegaskan lagi aku dalam keadaan sadar".


"Kenapa, apakah DD marah karena aku mencium tanpak seizin DD?. Aku minta maaf, aku tidak akan mengulangi kesalahan seperti itu lagi. ( memegang tangan Medi dengan cara memohon ).


Pernyataan Medi akan perasaan yang dia rasakan terhadap Richy, membuat Medi merasa lebih tenang setelah dia berkata jujur. Tidak menerima Richy kembali bersama denganya, itu adalah pilihan yang tepat menurut Medi. Padahal Medi masih mencintai Richy, seharusnya Medi bahagia ketika Richy memintanya untuk kembali menjalin suatu hubungan sebagai pacarnya lagi. Medi tidak bisa menerima Richy kembali, Medi tidak perlu memberi alasan kenapa dia tidak bisa menerima Richy malam itu. Richy seharusnya tahu apa alasannya, tapi Medi kecewa ketika Richy tidak menyadarinya penyebabnya. Bukan karena Richy mencium Medi tanpa seizinnya, melainkan sesuatu hal yang Richy tahu apa yang medi benci dari seorang laki - laki yang mencoba mendekatinya. Sepertinya Richy lupa akan hal itu.


"Aku tidak bisa kak".


"Kenapa?" ( Tanya Richy ).


Medi terdiam ketika melihat Richy meneteskan air matanya. Yang bisa Medi lakukan hanya bisa menatap dan mengusap air mata Richy. Malam itu merupakan malam yang berat buat Medi, satu sisi Medi yang masih mencintai Richy dan dia sendiri juga menagis ketika dia harus menolak perasaan Richy kepadanya.


Tidak semuda yang Medi pikirkan, membuat orang yang dia cintai malam itu senang, itu tidak mungkin. Masa lalu yang menyakitkan, bukan halangan buat Medi kembali, kerena menurutnya masa lalu sudah berlalu. Yang terpenting buat Medi yaitu dia tidak ingin masa lalu yang menyakitkan itu terulang kembali. Memulai suatu hubungan dari nol, itu mungkin terjadi. Tapi alkohol membuat Medi tidak bisa langsung menerima Richy Malam itu.


Medi tidak pernah menyangka, bahwa dirinya akan kebinggungan akan perasaannya. Sekali cinta sekali benci, persaan orang bisa berubah - ubah. Medi belum bisa memahami komitmen untuk dirinya sendiri. Akan lebih baik jika Medi tidak mengatakan apapun. Tapi Medi sudah telajur mengatakan apa yang dia rasakan selama Richy meninggalkannya. Medi tidak mengerti, kenapa dia sendiri masih memilih untuk mempertahankan perasaannya untuk Richy. Jika di pikir - pikir hampir satu tahun yang lalu Richy meninggalkan Medi, saat Medi akan melangsungkan satu minggu lagi menghadapi ujian praktek saat kelas 3 SMA. Medi jatuh sakit, tidak hanya itu, diam - diam Medi mengkonsumsi obat tidur setiap malam tanpak satu orangpun yang tahu. Itu dia lakukan agar dia tidak terjaga sampai di pagi hari, jika tidak begitu dia pasti akan terjaga sampai pagi, sementara pagi hari dia harus ke sekolahnya. Karena bagaimanapun dia harus mendapatkan nilai ujian prakteknya dengan nilai yang baik. Dia stres, karena dia tidak bisa konsentrasi, bagaimanapun dia harus berjuang untuk mendapatkan nilai yang baik, karena ujian praktek juga mempengaruhi untuk nilai kelulusannya. Padahal saat itu, dimana seharusnya Medi membutuhkan dukungan dari orang yang dia cintai. Sekarang dengan mudahnya Richy meminta Medi untuk kembali setelah hampir satu tahun lamanya mereka putus, dan Richy dalam keadaan seperti itu. Padahal dia sendiri tahu, Medi tidak menyukai laki - laki yang menyentuh alkohol. Karena Alhkohol membuat Medi ingat akan masa kecilnya, sehingga dia membenci ketika mengetahui orang yang mencoba medekatinya itu menyentuh minuman yang beralkohol. Medi percaya bahwa Richy masih dalam keadaan sangat sadar, tapi Medi tetap tidak bisa menerima Richy.


Masalah ciuman, Medi cukup kecewa. Medi tidak bisa memarahi Richy, karena sosok Richy merupakan orang yang pertama mendapatkan ciuman pertama Medi. Walaupun sebenarnya, tepatnya itu tidak bisa di namakan ciuman, akan tetapi itu hanya kecupan yang di berikan oleh Richy, dialah orang pertama yang mendapatkan ciuman dari Medi.


"Jika kakak benar - benar mengenal aku, aku tidak perlu menjelaskan kenapa aku tidak bisa menerima kakak saat ini. Aku masih mencintai kakak, tapi bukan berarti aku bisa langsung begitu saja menerima kakak, setelah apa yang baru saja aku ketahui apa yang kakak konsumsi malam ini. Dulu aku pernah sangat Kecewa saat kita masih pacaran karena kakak ketahuan merokok. Sekarang sudah jelas apa penyebabnya aku menolak kakak malam ini" ( Jawab Medi ).


Richy yang sebelumnya menggengga tangan Medi, langsung melepaskan genggamannya. Dia ingat bahwa Medi sosok perempuan yang selalu membuat dia menjadi laki - laki yang lebih baik selama ini. Richy meminta maaf karena sudah membuat Medi kecewa. Dia yang melihat Medi menangis malam itu juga, mengakui akan penyesalan karena dia yang telah meninggalkan Medi. Richy berharap Medi akan menemukan kebahagiaan untuk dirinya. Perlahan - lahan Medi mulai menerima keputusan yang dia ambil. Menurutnnya, keputusannya itu sudah menjadi keputusan yang tepat.