Village Girl

Village Girl
Awal Perkenalan dengan Lelaki Misterius



Ingin melupakan kejadian yang terjadi malam hari dan membuat diri di pagi hari menjadi lebih baik, itulah yang Medi inginkan setelah pagi hari tiba.


Tepat pukul 06:00 pagi, Medi dan temannya bangun dan segerah pamit pulang kepada Richy. Medi dan temannya tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih atas tumpangan malam itu. Richy yang berdiri tepat di depan kamar, hanya mengatakan iya saat mereka mengucapkan terimaksih, Richypun terus menatap Medi yang menuju keluar dari gerbang kos tersebut.


Jika dua orang saling menyukai satu sma lain, bukan berarti mereka harus bersama di saat itu juga. Melainkan tunggulah waktu yang tepat saat diantara mereka berdua sama - sama siap, maka kebersamaan itu pasti akan terjadi.


Medi akan melihat bagaimana Richy akan memperjuangkan dirinya. Jika dia ingin kembali bersamanya, maka dia pasti akan terus berjuang. Tapi jika dia tidak mengabari dirinya, itu berarti dia sudah menyerah. Itulah yang Medi pikirkan saat itu. Karena sangat memungkinkan, jika seseorang menyukai dirimu bisa saja dia tidak benar - benar mencintaimu, itu berarti dia hanya tertarik padamu.


"Medi inikan hari minggu, kamu mau aku antar ke kos mu atau mau main ke kosku?" ( Tanya Teman Medi ).


"Aku mau pulng ke kosku saja, mudahan saja kakak sepupuku sudah pulang juga" ( Sahut Medi ).


Sesampai di kosnya, ternyata kakak sepupunya Medi sudah pulang. Medi merasa ada yang aneh pada kakak sepupunya, bagaimana bisa dia pulang pagi hari jika dia benar - benar mengginap di kos temannya. Tapi Medi tidak berani bertanya, dia takut kakak sepupunya tersinggung. Medi tidak memilih untuk tidak ingin tahu, diapun langsung segerah mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


Tujuh jam kemudian...


Kedua teman perempuan Medi, tepatnya teman biasa dia bermain di kampusnya meminta Medi untuk datang ke kosnya. Medi mencoba meminjam motor kakak sepupunya, ternyata kakak sepupunya sendiri akan keluar. Medi memberitahukan temannya bahwa dia tidak bisa datang, karena dia tidak mempunyai kendaraan. Salah satu dari teman Medi akhirnya menjemput dirinya.


Medi tidak tahu kenapa kedua temannya itu mengajak dia bergabung. Setelah berada di kos temannya, Medi bertanya apa yang sebenarnya terjadi, ternyata temannya itu ingin mengajak Medi kerokean.


"panas - panas begini" ( Tanya Medi ).


"Iya, soalnya kita bedua boring nniiii".


Setelah Medi pikir - pikir, dia akhirnya memilih ikut bersama kedua temannya.


Tidak terasa Mereka kerokean dua jam lamanya. Mereka bertiga mulai merasa lapar, karena diantara mereka beritga belum ada yang makan siang. Saat kerokean, mereka hanya memesan minuman dan cemilan. Mencari tempat mengisi perut, itulah yang Medi dan temannya lakukan setelah kerokean.


Tidak terasa waktu sudah hampir sore, Medi tidak langsung pulang ke kosnya, melainkan dia memilih diam di kos temannya. Seperti biasa, ketika seseorang berkumpul bersama temannya, bahan pembicaraan pasti tidak ada habisnya.


Tepat pukul 04:30 sore, Medi mendapat panggilan masuk. Pikiran Medi itu Richy mantannya, Medi meminta temanya untuk mengangkat telpon untuknya. Temannya Medipun bersedia membantu Medi.


"Jika dia menyebut namanya Richy, bilang saja ponselku ketinggalan di kos kamu" ( Medi meminta temannya untuk mengatakan hal itu, temannyapun mengiyakan Medi. Tidak lupa mereka menekan speaker ponsel tersebut ).


"Apkah ini Medi?" ( Tanya yang orang yang menelpon )


"Ini siapa ya?" ( Tanya teman Medi ).


"Aku Adi".


Medi dan temannya diam ketika seorang laki - laki menyebut namanya Adi. Medi langsung melanjutkan pembicaraan yang sebelumnya temannya itu yang meneriman panggilan masuk di ponselnya.


"Maaf sebelumnya, yang mengangkat telpon kamu tadi itu teman aku" ( Sahut Medi ).


Ketika mereka bicara, Medi tidak lupa bertanya dari mana dia mendapatkan nomor ponselnya. Lelaki itu menjelaskan bahwa dia mendapatkan nomor ponselnya Medi baru kemaren sore dan mendapatkannya dari Nugrah. Nugrah merupakan teman satu kelas Medi, walaupun dia kuliah sudah hampir lima bulan lamanya, dia baru mengenal Nugra itu sekitar minggu yang lalu. Karena Medi sendiri tidak terlalu memperhatikan teman laki - laki yang berada satu kelas dengannya.


Medi penasaran kenapa lelaki yang bernama Adi itu menelponnya, dan Medipun bertanya apakah Adi itu mengenal dirinya. Medi kaget ketiga mendengar jawaban dari Adi, ternyata Adi tidak mengenal Medi. Adipun menjelaskan bagaimana dia bisa berani menelpon Medi, karena tepat kemaren sore, Adi, Nugrah dan beberapa teman lainnya menonton konser kotak. Sesampai di lokasi konser, ternyata sangat ramai. Merekapun mengubah rencana, dan memilih makan di salah satu tempat yang tidak jauh dari konser itu. Sambil berbicang, Nugrah iseng - iseng mencoba mengeluarkan kartu nama atas nama Medi. Karena Medi akan memberikan kartu nama ke teman kelasnya, jika dia sendiri sudah mengenal nama teman kelasnya itu. Itu sebabnya Nugrah mendapatkn kartu nama Medi. Karena mereka sudah saling kenal.


"Akupun mengambil kartu nama itu dari tangan Nugrah, ketika aku melihatnya ternyata ada foto seorang perempuan. Akupun bertanya kepada Nugrah, Ini benaran foto yang punya kartu nama?".


Adipun kaget ketika Nugra menjawab pertanyaannya. Dan Adipun tidak menyangka bahwa pemilik kartu nama itu satu kampus dan satu kelas dengan Nugrah. Adi merasa dia tidak pernah melihat perempuan di kelasnya dengan wajah seperti ini, karena menurutnya itu, teman perempuan di kelasnya hanya ada empat orang yang tidak memakai hijab, dan rupanya merekapun tidak ada yang seperti foto yang ada di kartu nama ini. Medi kaget ketika dia mendengar penjelasan dari Adi.


"Bagaimana kamu tahu, bahwa perempun di kelasku hanya ada empat orang yang tidak berhijab?" ( Tanya Medi )


"Nugrah bilang kamu satu kelas dengannya, Jika kamu orang yang sama seperti kartu nama yang aku lihat di Nugrah kemaren, itu berarti kamu juga satu kelas denganku".


"Jujur aku juga tidak tahu kamu yang mananya?" ( Sahut Medi ).


Ternyata Medi dan Adi berada di satu kelas yang sama, tapi mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Medi sendiri tidak mengenal semua teman kelasnya baik itu laki - laki maupun perempuan, karena dia dari awal masuk kuliah karakternya sangat cuek, walaupun sampai sekarang dia mencoba mengubah karakternya itu, tetap saja Medi masih belum mengenal semua nama temannya dan asal temannya. Ternyata Adi juga tipe orang yang lebih cuek dari Medi. Dan Adi mengakaui semenjak aktif kuliah, dia tidak pernah berbicara dengan teman perempuan di kelasnya satu orangpun. Medi benar - benar kaget dan sangat penasaran dengan sosok lelaki yang bernama Adi itu. Medi terus bertanya ciri - ciri adi seperti apa, Adi memberitahukannya, tapi Medi tetap tidak tahu siapa Adi itu. Medi juga bertanya asalnya dari mana, dia menjawab dari Denpasar. Medi semakin binggung, medi merasa tidak ada temannya yang berasal dari denpasar, walaupun dia sendiri tidak tahu semua asal temannya, tapi dia yakin bahwa tidak ada orang yang berasal dari denpasar. Karena bagaiamanpun, Medi juga memperhatikan dari segi logat berbicara semua teman kelasnya, jadi dia bisa menebak. Dia merasa lelaki yang berbicara dengannya itu berbohong. Jika di dengar dengan baik - baik dari logatnya itu, Medi merasa dia benar - benar dari denpasar, hanya saja tidak mungkin dia teman kelas Medi.


"Oooo ya, Ibu aku memanggilku. Nanti kita lanjut bicaranya lagi ya" ( Lelaki itupun mematikan ponselnya ).


Medi semakin yakin lelaki yang bernama Adi itu hanya menggaku - ngaku kalau dia teman kelasnya. Entah kenapa, tapi Medi merasa penasaran, Medipun menunggu lelaki itu menghubunginya lagi.