Village Girl

Village Girl
Hanya Butuh 4 Hari Medi Menerima Adi



Hanya butuh empat hari Medi dan Adi menjalin komunikasi, Medi langsung menerima Adi sebagai pacarnya.


Selama tiga hari setelah mereka menjalin suatu hubungan, Medi meminta Adi agar tidak ada satu orangpun yang tahu tentang hubungan mereka.


Medi memutuskan untuk menerima Adi, melainkan ada sesuatu yang membuat Medi kaget setelah dia tahu rupanya yang bernama Adi iti. Medi sangat menyadari bahwa dirinya itu sebenarnya memiliki perasaan kepada seniornya yaitu Rizki, tapi Medi belajar untuk menyerah semenjak dia terlalu sering diusik oleh temannya Rizki. Sementara Richy mantanya Medi, sejak pertemuan malam itu, Richy tidak pernah menghubungi Medi sekalipun. Entah ini kebetulan atau apa namanya, Medi sendiri tidak mengerti akan apa yang dia rasakan terhadap dirinya sendiri. Adi muncul di saat dia benar - benar berharap terhadap mantannya, tapi semenjak malam itu Richy tidak terdengar kabarnya lagi. Medi juga berusaha untuk tidak menyukai seniornya lagi. Selama empat hari lamanya, Adi selalu menghubungi Medi. Setelah di hari pertama Adi menghubungi dan memperkenalkan dirinya disore hari itu, malam harinya Adi hanya mengirim Medi sebuah SMS. Medi merasa Adi itu berbeda dengan kebanyakan laki - laki yang mencoba mendekatinya. Medi tidak bisa menebak cara Adi mendekati dirinya, Medi semakin penasaran dengan Adi. Walaupun Adi banyak memberitahukan ciri - ciri dirinya kepada Medi, Medi tetap tidak tahu yang mana yang bernama Adi. Jika Adi teman kelasnya, kenapa mereka berdua sama sekali tidak saling mengetahui satu sama lain, walupun mereka sudah menyebut ciri fisik dan karakternya masing - masing.


Ke esokan harinya....


Hari itu Medi di jemput oleh temannya yaitu Gunawan. Sesampai di depan parkiran, Medi melihat beberapa teman kelasnya yang dia kenal, termasuk Nugrah juga berada tempat parkir saat itu. Medi langsung menghampiri Nugrah, dan mencoba bertanya pada Nugrah tentang lelaki yang bernama Adi.


"Nugrah, boleh bicara sebentar, tapi hanya kita berdua??".


"Iya boleh donk, ada apa Med?" ( Tanya Nugrah ).


"Aku mau nanya sesuatu, tapi kamu harus jawab jujur. Benar kamu yang memberikan nomor ponselku kepada lelaki yang bernama Adi, katanya dia itu teman kelas kita. Apakah itu benar?".


"Iya aku yang memberikannya, maaf ya!!. Tapi benaran kok dia teman kelas kita. Aneh ya, kok kalian berdua sama - sama tidak saling kenal sih?, padahal kalian satu kelas dan ini sudah hampir lima bulan lamanya belum saling kenal satu sama lain".


"Seriusan Nug, aku benar - benar tidak tahu yang bernama Adi itu yang mana".


"Dia pakai motor Mio biru dan hanya dia yang memaki pelat DK di kampus kita. Nah itu dia orangnya, baru saja kita omongin, panjang umur anak itu" ( Adi menujuk seseorang yang baru masuk gerbang kampus ).


Setelah dia melihat lelaki yang bernama Adi, tanpak berpikir panjang Medi langsung menarik tas Gunawan dan mengajaknya menuju ke kelas. Gunawan Merasa ada yang aneh pada Medi, dia terus menanyakan apa yang telah terjadi pada Medi. Medi hanya mengelengkan kepalanya.


Mata kulih di jam pertama hari itupun tiba, semua teman Medi mulai masuk kelas. Medi melihat Adi dan bersama teman - teman lelakinya bersamaan masuk kelas dan mereka duduk di barisan yang cukup jauh darinya. Benar - benar di luar dugaan Medi, bahwa lelaki yang bernama Adi itu adalah salah satu lelaki di kelasnya yang dia sukai dari cara berpenampilan, karena menurut Medi dia berbeda di antara yang lainnya. Tetapi Medi hanya sekali saja pernah memperhatikan lelaki itu, karena dia merasa Adi itu lelaki yang cukup susah untuk di dekatin. Benar, dia lelaki yang tidak pernah sekalipun Medi lihat berbicara dengan perempuan di kampusnya. Medi mulai tertarik semenjak dia tahu yang bernama Adi itu ternyata benar teman kelasnya, itu sebabnya Medi selalu merespon ketika Adi menghubunginya.


Sesuatu terjadi saat Medi pulang kampus, seperti biasanya Medi dan ke enam temannya nongkrong disebuah cafe setelah pulang kuliah. Teman - teman yang lain selalu bertanya kepada Medi tentang hubungannya dengan Gunawan, mereka terlihat cukup dekat dan Gunawan tidak pernah menolak ketika Medi minta tolong kepada dirinya. Apapun yang Gunawan lakukan untuk Medi itu selalu diketahui oleh teman - temannya. Pertanyaan itu sudah sering terjadi semenjak Medi cukup terlihat dekat dengan Gunawan oleh teman yang lainnya, Medi selalu menjawab hanya sekedar teman seperti hubungan dia dengan yang lainnya.


Pulang dari cafe, Medi diantar oleh Gunawan. Medi mengira sesuatu terjadi pada kendaraan Gunawan, Karena tiba - tiba Gunawan berhenti di tepi jalan tepat tidak terlalu jauh dari kosnya Medi.


"Kenapa Gun, kok berhenti?".


"Aku mau mengatakan sesuatu, tapi aku harap kamu tidak akan membeci aku".


"Memangnya kamu melakukan sesuatu yang salah kepadaku?, aku akan memaafkan kamu kok Gun"


"Bukan, bukan masalah itu. Tapi aku mau jujur tentang sesuatu yang aku pendam selama empat bulan ini. Sebenarnya aku suka sama kamu Medi".


Medi terkejut dan terdiam ketika Gunawan menggungkapkan persaannya. Medi tidak ingin mendiamkan Gunawan, dia mencoba memberikan jawaban atas pengakuan yang cukup mengejutkan dirinya. Jika Medi diamkan Gunawan hari itu juga, Medi takut terjadi kecanggunggan diantara mereka setelah kejadian itu dan Medi tidak inginkan itu terjadi. Sebelum Medi mengatakan sesuatu, dia benar - benar berhati - hati dalam pemilihan kata.


"Gun, eeeeee....


Sebelumnya aku ucapkan terimakasih karena selama ini kamu sudah sangat baik kepadaku. Tapi aku minta maaf karena aku sendiri hanya mengganggap kamu tidak lebih dari sekedar teman".


"Kamu tidak perlu minta maaf Med, sebelum aku mengungkapkan persaanku terhadapmu, aku sudah siap dengan penolakan yang akan kamu berikan. Itu sebabnya aku berani mengungkapkan persaanku terhadapmu hari ini. Aku hanya berharap jika kamu menolak diriku, hubungan pertemanan kita tidak akan pernah berubah".


"Ketika kamu mengatakan hal seperti itu, bagaimana bisa hubungan pertemanan kita berubah. Aku cukup tenang ketika kamu meminta hubungan perteman kita tidak berubah ketika aku menolak dirimu. Aku tidak akan membenci kamu maupun menjauhi kamu Gun".


Sangat Beruntung jika seseorang sulit untuk menjauhi apalagi untuk membenci orang lain hanya peyebabnya hal sepele. Jika kita tidak bisa membalas persaan seseorang, bukan berarti itu membuat perteman kalian rusak, apalagi untuk menjauhi atau saling membenci satu sama lain. Jika tidak menyukainya? jadi apa!, tidak semua harus sesuai rencana satu pihak saja, karena hidup ini utamakan untuk menyenangkan hati kalian terlebih dahulu.


Sebaik apapun seseorang, jika sudah membenci tetap akan membenci. Walaupun Medi berbuat baik kepada seseorang itu pasti akan terjadi, itu yang Medi pikirkan. Seburuk apapun sikap seseorang, jika sudah cinta mereka pasti akan tetap mencintainya. Medi tidak perlu menjelaskan kebaikan ataupun keburuknya. Karena orang yang menyukainya akan tetap menyukainya tanpak melihat sisi kebaikannya apalagi keburukannya.