Uncontrolled

Uncontrolled
Tindakan



Dia setengah kaget setengah tertawa melihat reaksiku, tapi reaksinya itu justru membuat tingkat kemarahanku semakin menggunung.


"Kukatakan sekali lagi, pergi sekarang! kalau tidak.."


"Kalau tidak apa?" katanya


"Kau kira aku hanya omong kosong ya! lihat baik-baik, ini omong kosong atau bukan!"


Aku tanpa segan-segan mengangkat pisau yang kupegang tadi dan langsung menyerang ke arah tangannya dan dengan cepat dia langsung menarik tangannya kembali sambil berkata


"Hei, kau benar-benar ingin melukaiku ya! kejamnya"


Ia mengatakan itu sambil mengelus-elus tangannya yang hampir ku lukai tadi.


"Haha ekspresinya sungguh ingin membuatku tertawa, tapi tidak tidak! aku tidak boleh tertawa sekarang, kalau tidak image seramku tadi hilang, tahan tahan tahan"


Aku mesugesti diriku sendiri.


Setelah kurasa tenang, aku melanjutkan kembali ucapanku yang terpotong tadi


"Kalau tidak hal seperti itu akan terjadi lagi. Sekarang pergi selagi aku masih berbicara lembut padamu!"


Dia menatapku dalam-dalam, seolah ingin mengetahui apakah yang kukatakan kebohongan atau bukan. Kemudian dia berkata


"Apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku Xora? Aku tidak ingin kau membenciku."


Aku diam sambil menatapnya tajam, dia melanjutkan kembali ucapannya


"Apapun akan kulakukan, asalkan kau memaafkanku, kumohon"


Aku terus menatapnya sambil berfikir dan tiba-tiba ide gila muncul di kepalaku.


"Apapun?"


"Ya, apapun"


"Kau serius dengan perkataanmu?"


"Aku tidak pernah seserius ini, katakan! apa yang harus ku lakukan"


"Kemarikan tanganmu"


Ekspresinya bingung tapi tetap mengikuti kemauanku. Setelah tangannya ada digenggamanku, aku memberikan pisau yang kupegang tadi kepadanya dan berkata


"Tusuk tanganmu!"


Kali ini dia benar-benar terkejut dengan ucapanku namun dengan cepat ia dapat mengontrol ekspresinya. Kemudian dia berkata


"Apakah dengan melakukan itu kau akan memaafkanku?"


"Aku tidak pernah ingkar janji" kataku


"Baiklah, akan kulakukan kalau begitu"


Dia meletakkan tangan kirinya di meja dan tangan kanannya melayang ke atas. Kemudian dengan cepat tangan kanannya meluncur ke bawah dan .....


"XORA! APA YANG KAU LAKUKAN!"


Dia berteriak sekeras mungkin. Hah rasanya gendang telingaku hampir pecah dibuatnya.


"Berhenti berteriak, telingaku sakit Tatsuya"


"Oh ayolah, ini hanya luka kecil"


"Luka kecil bagaimana, ayo cepat kita ke UKS"


Dia ingin menggendongku dan dengan cepat aku memukul kepalanya


"Hei bodoh, yang luka tanganku, bukan kaki!"


"Maaf Xora, aku panik. Sudahlah ayo cepat"


Dia menggenggam tanganku dan membawaku ke UKS. Setelah sampai, dia dengan cepat mengambil kotak P3K dan langsung melakukan pertolongan pertama. Melihat ekspresi dan juga tindakannya, membuat hatiku tersentuh.


"Wajah panikmu benar-benar terlihat lucu dan itu menyenangkan"


"Kuanggap itu pujian"


Dia fokus mengobati lukaku. Setelah selesai mengobati, dia memperban lukaku dengan sangat hati-hati.


"Mengapa kau melakukan itu?" katanya


"Karena kau ingin menusuk tanganmu bodoh"


"Kan kau yang minta!"


"Jadi kalau aku minta kau untuk loncat dari gedung lantai 30 kau juga akan loncat gitu?"


"Tentu, jika itu yang kau mau"


"Dasar bodoh, punya otak dipake!"


Aku kembali memukul kepalanya, dan akhirnya suara tawa pecah di ruang UKS itu.


"Maafkan aku, Xora"


"Ya ya, berhentilah meminta maaf, aku bosan mendengarnya!"


"Benarkah kau memaafkanku? benarkah?


Ekspresi wajahnya benar-benar mirip anjing pomeranian yang lucu. Aku tak kuasa menahan tawaku saat itu.


"Jadi kita berteman sekarang?"


"Tidak!"


"Kenapa? bukankah kau sudah memaafkanku?"


Lagi-lagi wajah itu, haha menyenangkan sekali melihat ekspresi yang ditunjukkannya.


"Kau benar benar ekspresif ya"


"Aku hanya menunjukkannya padamu"


"Aku tidak ingin menambah masalah disekolah, masalah dengan Tuan Muda sialan itu saja sudah bikin aku gerah, aku ga mau nambah masalah lagi dengan dekat denganmu!"


"Tuan muda sialan itu maksudnya aku?"


Aku dan Tatsuya melihat kearah suara itu berasal, dan ternyata...


Bersambung ke part berikutnya.....