
PAGI HARI pukul 7 KST
DI RUMAH KAI
suasana di rumah kai sangat kacau. semua berantakan. bekas makanan, piring kotor dan kekacauan lainnya.
di ruang tau terlihat mark dan lucas yang tertidur dengan mulut terbuka. sedangkan taehyong tidur di kamar kai. lebih tepatnya di lantai kamar kai. *di lantai bukan berarti di lantai banget ya gais. ada karpetnya kok*.
kai dan teman-temannya masih mendengkur. mereka sangat mabuk tadi malam. bahkan setelah mengantar soojung kai ikut melanjutkan oesta berasam temannya kecuali taemin yang entah kemana setelah mengantar sulli. yah mereja tidak tau bahwa sulli dan taemin sudah lebih dulu saling mengenal. bahkan soojung yang sahabatan dengan sulli dari dulu juga tidak tau.
pukul 10 kst mereka juga belum juga bangun. sampai akhirnya pinsel kai berdering.
drrdrrrr drr
kai menggeliat. dan melanjutkan tidurnya. ponselnya kembali berbunyi beberapa kali. sampai akhirnya dengan enggan dia mengangkat.
"yobseyo?" suara kai berat.
"oppa baru bngun?" tanya si penelpon kaget.
"hemm ini masih pagi, siapa yang menelpon orang sepagi ini" kai hendak mematikan ponselnya. namun di urungkan.
"hya oppa apa kau mabuk. ahh cinca bangun sekarang juga. jika kau masih tidur saat aku sampai di sana. awas ya" sontak kai bangkit. menyadari siapa yang menelponnya. ya dia soojung.
"good morning sayang. aku udah bangun kok. oh iya kamu gak usah kesini. biar aku jemput kamu aja" ujar kai membetukn suaranya.
"morning apaan jam segini. aku otw. bye" soojung memutuskan sambungan telpon. ia sangat kesal karena kai sudah berjanji akan mengantarkannya pagi ini ke kampus. namun sang pembuat janji tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. al hasil ia harus berangkat sendiri ke kampus.
yang lebih membuat soojung kesal, saat ia menelpon kai, kai malah melantur tidak jelas. saat mendengar kai mengatakan "hemm ini masih pagi, siapa yang menelpon orang sepagi ini" ah sungguh soojung ingin menghajar kai. andai ia berani.
sesampai di rumah kai. sungguh ia sangat terkejut. sungguh rumah kai seperti kapal pecah. ia melirik ke arah lucas dan mark. dan berlalu ke kamar kai. hanya ada taehyong yangbtertidur di lantai kamar kai.
"oppa dimana?" soojung masuk lebih dalm ke kamar kai. ia melihat ke balkon kamar kai juga tidak ada. matanya melihat pintu kamar mandi yang tertutup hanya setengah. soojung mencoba mendekati pintu kamar mandi. dan...
jrengggggg
soojung sabgat kaget melihat kai tertidur di dalam bathtub dengan memeluk pinggiran bathtub. darah soojung seakan naik ke ubun-ubunnya.
"hya kim kai" teriah soojung. sontak membuat kai terlonjak. dan kaget melihat soojung di hadapannya. dengan tatapan soojung yang membunuh. kai dengan terburu-buru bangkit. ia nyengir kuda dan di balas tatapan mematikan soojung. kai langsung kicep.
"wahh. aku sungguh melihat pemandangan yang sangat indah. rumah berntakan. piring kotor, bekas makanan, botol soju, kaleng bir, dan pirang-piring kotor yang tergeletak di sana sini. wah sungguh indah" ujar soojung dengan nada sinis dan terdengar menakutkan. kai ingin mendekati soojung namun soojung berbalik da berlalu. kai mengikutinya dari belakang. ia tidak berani berbicara dengan soojung. entah bagai mana tiba-tiba soojung yng sangat imut itu menjadi menakutkan.
kai melihat soojung berjalan kearah taehyong. dan berdiri di dekatnya. soojung menatap kai dan menghela nafasnya kasar. dan berlalu. kai sontak langsung berlari membangunkan temannya itu.
"hya kambeng bangun. hyaa" kai mengguncangkan badan taehyong. taehyong menggeliat dan perlahan bangun. kepalanya sangat sakit. kai menyenggol lengan taehyong. dan menunjuk soojung yang berdiri di depan pintu dengan dagunya pelan.
taehyong menatap soojung. dan sontak ia kaget. ia langsung berdiri. soojung melihat mereka sinis. soojung berlalu ke ruang tamu. kai dan taehyong saling menatap dan dengan serentak berlari ke arah ruang tamu. soojung berlalu melewati lucas dan mark yang masih ngorok.
"apa kalian minum semalaman?" tanya soojung dengan suara di rendahkan. taehyong bergidik ngeri mendengarnya. di tatapnya kai. kai hanya bisa cengengesan.
"baiklah bersikan rumah dan mandilah. kalian sangat bau alkohol" ujar soojung dan berbalik menatap ke arah luar apartemen. taehyong dan kai membangunkan duo bocil.
"good morning hyung" ujar lucas nyengir dan bangkit. dan di susul mark yang masih enggan untuk bangun.
"hyung kenapa bangunin aku sepagi ini sih?" tanya mark dengan suara serak khas bangun tidur.
taehyong melirik ke arah soojung dan di ikuti oleh duo bocil.
"nuna, kenapa pagi-pagi ke sini?" tanya lucas polos. kai dn taehyong pasrah saja. mereka sangat ingin menjitak kepala lucas.
soojung berbalik dan berjalan ke arah lucas. lucas masih tidah bisa membaca keadaan. mark yang melihat jam tangannya hampir saja lepas bola matanya. ia sontak berdiri di sebelah taehyong dan kai.
"apa jam 12 siang itu termasuk pagi adik kecil?" tanya soojung. nada bicaranya lembut namun terdengar horor.
"apa?" lucas sontak berdiri dan melihat hyungnya. kai membuang muka sedangkan taehyong menunduk, mark tentu pura-pura begok.
"hya hyung, ahh ayolah habislah aku" ujar lucas sembari langsung berhambur meraih kunci mobilnya dan berlari menghilang di balik pintu.
"kenapa bocah itu?" gumam kai. tak berapa lama mark juga seperti tersadar dari lamunannya.
"oh iya. baek hyung kemana?" tanya mark celingak celinguk. taehyong dan kai baru menyadari bahwa baek tidak ada.
"iya juga yak. kemana tuh anak, gak bangunin kita lagi" ujar kai kesal.
"baiklah tuan-tuan. ayo bersihkan rumah dan mandilah. kalian sangan bau alkohol. aku akan membuatkan sup pereda pengar" ujar sojung dan berlalu ke dapur.
soojung membuka kulkas dan kaget melihat isinya hanya angin. ya angin yang keluar dari kulkas.
hanya ada beberpa kaleng bir dan soju. selebihnya tidak ada apa-apa.
"kim kai, apa kau tidak punya apa-apa di dalam kotak dingin ini?" soojung sngat kesal. entah mengapa amarahnya masih berkobar karena kejadian tadi pagi. yah kai yang membuat soojung menunggu sampai telat masuk ke kampus.
"sudahlah. kalian beraihkan rumah dan bersihkan diri kalian. aku ajan membeli bahan makan" soojung berlalu. para lelaki tampan itu terduduk di lantai.
"wah, cinca soojung sangat mengerikan ketika marah" ujar kai. taehyong dan mark hanya mengangguk.
"oh iya mark coba kau telpon si kambeng baek. tega-teganya dia membuat kita di marahin soojung" ujar kai. mark langsung mengambil ponselnya di tumpukan bantal.
beberapa saat kemudian baek mengangkat.
"hem. weo?" tanya baek di balik sana. suaranya berat seperti baru bangun tidur.
"weo weo ndasmu. gara-gara elu gak bangunin kita dan main pergi gitu aja kita jadi di marahin soojung nih" kai sangat emosi. ia berkacak pinggang seolah baek ada di depannya.
"semalam gue ada hal penting. gak apa kali anggap aja latihan, siapa tau kalo nikah sam soojung nanti elu enggak kaget" baek meledek kai. dengan suaranya yang masih terdengar berat.
"ya udah gue masih ngantuk. gue matiin ya, gak ada otak nelpon orang pagi-pagi" lanjut baek dan mematikan ponselnya sepihak. kai mendengus kesal. bisa-bisanya baek seenak jidatnya pulang tanpa bantuin beresin rumahnya.
"yaudah ayo cepat bersihin. ntar si soojung balik" ujar taehong sambil mengambil beberapa kaleng bir yang kosong. kai dan mark mengangguk.
BERSAMBUNG