two heart

two heart
episode 2



#bahkan hanya melihat sebyummu saja sudah menorehkan warna di hidupku.


seorang gadis dengan rambut panjang dan tergerai anggun terlihat sedang membaca di taman kampus. matanya yg indah serta bibir merahnya menbuat pria yg tak jauh berdiri menatapnya. ia seakan ingin menghampiri gadis itu dan mendekapnya, menjadikan sang gadis menjadi miliknya. namun itu semua di tahan oleh sang pria yang tak lain adalah kai. dia menatap gadisnya dengan siratan mata berbinar. ia merasa benar-benar jatuh cinta kepada sang gadis, yang sampai saat ini ia belum tau namanya. bukannya dia tak mencari tau. hanya saja ia ingin mengenalnya dengan sendirinya. hanya dengan melihatnya saja sudah berhasil melukis senyum di bibir kai.


"sebentar lagi, tak akan lama. kamu dan aku akan menjadi kita" kai tersenyum dan berlalu.


****


"kai, kemane aje lu? nguntitin orang lu ya?" tanya baek yg berhasil membuat kai menjitak kepala baek.


"hya byun baek. apa wajah tampan ini mirip seorang penguntit? cepatlah obati katarakmu itu agar penglihatanmu kembali normal" jawab kai kesal dengan sahabatnya itu. baek dan yg lain tertawa geli mendengar ucapan kai.


kai menyomot minuman yang ada di meja, ia masih memikirkan sang gadis. rasanya ia ingin sekali langsung menghampirinya. bayangan senyum manis sang gadis membuatnya ikut tersenyum. dan tentu membuat sahabatnya merasa jijik dengan tingkah kai.


"oh tuhan apa kah kai hyung sudah gila?" lucas bergidik geli melihat kai. bahkan dia memasang ekspresi gelinya.


"kau baru sadar bahwa dia gila?" tanya baek.


"apakah kalian hanya bisa mengolok-ngolok ku?. apa kalian tak ada kerjaan lain, mau mati huh?" kai menanggapi sahabatnya dengan tatapan sinis dan tajam, tentu saja akan membuat orang yg melihatnya akan bungkam karna sorot matanya. namun hal itu tak berlaku untuk sahabatnya. mereka bahkan makumin menggoda kai dan tertawa bahagia melihat kebucinan sahabat mereka itu.


"sudahlah. oh iya baek ku dengar baekho ajushi akan menghadiri acara penyambutan mr.arnold nanti malam, apa kau juga ikut?" tanya taehyong, yg berhasil membuat mata baek seakan ingin lompat dari tempatnya.


"anjir, gua lupa cuy. kudu otoke nih. oi jam brapa sekarang?" tanya baek yg sudah memasang wajah paniknya.


"3 menit lagi jam 5" jawab taehyong


"oke masih ada waktu, sumpah lupa gue kalo bokap ngajakin ikut acara nntik malam."


baek bangkit hendak pergi, namun dia melihat kai yang masih bengong dengan senyum gajelasnya.


"woi bangke, bengong aje lu. ayo cepet, nanti gak keburu" baek sangat kesal dengan kai yg dengan wajah tak berdosanya nyengir dan bertanya.


"mau kemana emangnya?" tanya kai dengan wajah ngeselin


"ya ampun kan perusahaan elu yg ngadain acara penyambutan, ya otomatis elu harus ikut bambang, emosi gua lama-lama. udah ayo cepetan" baek menarik tangan kai yg masih mencerna kata-kata baek, hingga dia sadar dan ikut berlari bersa baek untuk persiapan acara nanti malam.


*****


di sebuah ruangan yang megah dan di penuhi oleh oleh para tamu dan pejabat-pejabat penting. tentu saja di hadiri oleh kai and the geng. sebenarnya hanya baek dan kai yang harus hadir, namun duo bocah dan taehyong juga ikut di ajak kai.


"hyung, apa ini benar kau? hwaa lihatlah wajah tegasnya. gue ampe lupa kalo ini kai hyung" mark berdecak kaget melihat kai yang sangat karismatik dengan setelan jas abu-abu dengan kemeja putih, wajah tampan dan tubuh tinggi dan sempurna itu membuatnya terlihat makin tampan. rambuat yang di sisir rapi kedepan dan dengan sedikit dibelah di sisi kirinya. begitu juga dengan baek yang terlihat maskulin dengan setelan jas dongker senada dengan dasi yg melingkar rapi di lehernya. sedangkan taehyong dengan tampilan elegannya membuatnya terlihat sangat tampan, tentu dengan wajah dinginnya. tak terkecuali dengan duo bocil, mark yang menggunakan setelan jas coklat yang sengaja jemeja dilamnya di biarkan keluar, begitu juga dengan lucas dengan jas abu-abu gelapnya segaya dengan mark. mereka tebtu jadi pusat perhatian para pejabat yang mengancang-ngancang akan menjodohkan salah satu dari mereka dengan putri mereka. dan juga banyak tamu selebritis yg melirik mereka.


acara penyambutan yang sedang berlangsung pun berjalan dengan lancar. dari sampai penyambutan mr.arnold hingga persembahan dari beberapa penyanyi terkenal yg ikut memeriahkan acara.


mark dan lucas sangat bersemangat saat salah satu girlgrup yang sangat mereka sukai. lain halnya dengan kai, baek dan taehyong, mereka hanya mengangguk-angguk ringan menikmati tampilan dari girl grup itu.


"huaahhh, lihatlah yena. dia tersenyum ke atasku. omg calon pacar gue cantik bangettt" lucas sangat senang saat di noticed oleh yena yg merupakan biasnya.


"gue gak nyangka ternyata mereka lebih cantik aslinya, apa lagi ayang gue tuh si yujin. imut banget, pengen gue culik" mereka sangat antusias yang membuat para hyungnya terkekeh melihatnya.


acara pun selesai, kai and geng pun bangkit untuk pulang. namun saat akan menuju parkiran mata kai tertuju pada sosok gadis yang telah mengisi hatinya. jantungnya berdegub sangat kencang, matanya tak lepas dari gadisnya. nafasnya seakan berhenti saat tiba-tiba sang gadis mendekatinya.


"maaf, apa aku boleh minta tolong?" sungguh kai hampir pingsan mendengar suara lembut sang gadis. sang gadis bingung saat melihat kai tak merespon ucapannya, membuat ia sedikit murung.


"ah, maaf aku tak tau harus bagaimana. tak satupun orang di sini yang aku kenal. eumm ka kalian mahasiswa di univ.A kan?" sang gadis terlihat gugup berhadapan dengan orang yg sangat populer di kampusnya. namun tidak ada pilihan lain.


"apa yg bisa kami bantu?" taehyong menanggapi sang gadis melihat kai masih bengong tak percaya bahwa gadisnya sekarang berada tepat di hadapannya.


"aku,, aku butuh tumpangan. hanya sampai halte"


"kem..." baru baek ingin berbicara ucapannya di potong oleh kai


"tentu, aku akan mengantarmu. ayo" kai berlalu meninggalkan sahabatnya yg terlihat bingung dengan tingkahnya. sang gadis terlihat gelagapan. ia menatap taehyong.


"ikutlah dengannya. dia akan mengantarmu" ucap taehyong yg mengerti tatapan sang gadis.


"kamsahamida, cosohamida" sang gadis menunduk yang spontan membuat the geng ikut menunduk.


sang gadis menghampiri kai yang telah berdiri di depan mobilnya, ahh maksudnya mobil baek.


"ekhm, ayo" kai berdehem seraya membuka pintu mobil. mempersilahkan sang gadis masuk


"ka,,kamsahamida." sang gadia masuk dengan canggung.


kai melirik sekilas sahabatnya. tersenyum bahagia seolah mengatakan asekkk lampu ijo mann.


*****


kai melajukan mobilnya santai, tentu saja tidak dengan debaran jantungnya. mereka sama-sama merasa canggung. sang gadis hanya menunduk dengan sesekali melihat ke luar jendela.


"ekh, di mna tempat tinggalmu, biar aku antar sampai ke sana" kai mencoba membuka obrolan untuk mengusir kecanggungan.


"ti..tidak apa-apa, ak..aku turun di halte depan saja. aku tak ingin merepotkan" gadis itu seakan tak bisa berucap, katanya terbata-bata. dan hal itu membuat kai gemas terhadapnya.


"aku sama sekali tidak kerepotan, tenang saja"


"benarkah, aku sungguh berterimakasih"


"santai saja, oh iya di mana alamatnya?


"ohh di perumahan dongpyo, nomor 9" sang gadis kembali menunduk dan kembali hening.


"apa lehermu tak sakit?"


"ne?" sang gadis menoleh


"kau dari tadi hanya menunduk, apa lehermu tidak sakit?"


wajah sang gadia memerah, jantungnya berdebar. entah apa yang di rasakannya, ia pun berpaling melihat ke luar jendela. sang gadis mencoba menenangkan degupan jantungnya.


kai tersenyum melihat sang gadis salah tingkah.


"namu ku kai. kim kai dari jurusan bisnis" ujar kai yang membuat sang gadis kembali menoleh.


"arayo" kai menoleh sekilas kemudian kembali melihat ke depan


"cinca?, dari mana kau tau?"


"tentu saja semua orang tau kau siapa, kau sangat populer di kampus, begitujuga teman-temanmu. mereka sering menyebutkan kalian, the handsome geng, atau kai and the geng dan banyak lagi" sang gadis tersenyum, sangat manis. kai tersenyum l, gemas melihat sang gadis yang menceritakan tentangnya, dan sahabatnya tentu.


"benarkah, sungguh aku sepopuler itu? wahhh aku tak menyangka. eum ngomong-ngomong siapa namamu, dari jurusan apa?"


"namaku soo jung, aku dari jurusan seni"


"ohh jurusan seni. semester berapa?"


"semester 5"


"oh namanya soo jung, nama yang indah" gumam kai dalam hati.


"oh iya soo jung-ah apa kita boleh berteman?"


soo jung merona, lagi-lagi kai membuat jantung soo jung sulit di kendali.


"te.. tentu" soo jung terbata dan tersenyum ke arah kai. demi neptunus yang tidak kai ketahui di mana jantungnya benar-benar akan melompat keluar. senyuman soo jung sangat manis, sangat cantik.


setelah hampur 1 jam mereka pun sampai di depan rumah soo jung


"sanbe, kamsahamida sudah mengantarkanku" soojung menundukkan kepalanya


"gwencana, kita kan teman" ujar kai "dan sebentar lagi jadi pacar" sambungnya, tentu saja dalam hati. soo jung kembali tersenyum dan kai sungguh ingin mengarunginya dan membawanya pulang.


"soojung-ah berhenti bersikap kaku, jangan panggil aku sanbe. panggil aku kai oppa, hemm?" kai secara reflek mengacak rambut soo jung dan lagi-lagi berhasil membuat pipi soojung merona.


"o.. o..oppa?" soojung terbata


"heum oppa, kai oppa" kai tersenyum.


"a..aaraso, k..kai oppa" sunggu kai ingin memeluk soojung sangat ingin.


"oke, masuklah. di luar dingin. aku kembali dulu, jalja soojung-ah" kai melambaikan tangan dan melaju meninggalkan soojung yang masih mematung melihat mobil kai yang semakin menjauh.


"soojung-ah?" soojung tersenyum manis membayangkan kai menyebut namnya dengan lembut.


"ahh, cinca. sadarkan dirimu soojung. berhentilah halu." soojung menyadarkan dirinya dengan menepuk kedua tangannya di pipinya dan berlalu masuk ke dalam rumahnya.


miane chinggu jika banyak typo. heheh 😅 maklum author masih pemula.


jangan lupa tekan ❤ dan berikan lika dan komen ya chinggu. goomawoo, sarange 💕