two heart

two heart
episode 3



SOOJUNG POV


langit begitu cerah, suasan hatiku pun sedang baik. oh iya aku soojung, jung soojung. mahasiswa semester 5 jurusan seni. aku sangat suka musik dan menari, seakan aku bisa berekspresi melalui keduanya. saat ini aku berjalan menuju taman kampus, walau jaraknya agak sedikit jauh dari fakultasku. aku menikmati semilir angin yang menyapaku. hari ini hari sabtu, tidak banyak mahasiswa karena kebanyakan libur. kenapa aku di kampus, karena aku ada satu mata kuliah.


aku duduk di bawah pohon yang lumayan besar. cukup nyaman dan sejuk. menikmatisemilir angin sambil mendengarkan lagu kesukaanku, yang hampir setiap hari aku putar berulang-ulang. entahlah hanya saja ketika aku mendengar lagu for life-exo rasanya tenang sangat tenang. aku memejamkan mata sejenak. aku suka suasana seperti ini. setelah beberapa saat memejamkan mata aku melihat suasana di kampus. cukup sepi, dan lumayan tenang dari hari biasanya.


saat pandanganku menyusuri sekeliling taman, tanpa sengaja aku melihat laki-laki yang terlihat melihat ke arahku. aku melihat sekeliling, hanya sedikit orang yg berada di sana, namun hanya aku yg berada di arah tatapannya. aku membenarkan dudukku mencoba mengalihkan pandangan ke ponselku.


"dia ngeliat ke mana sih, bikin risih aja"


aku masih memfokuskan pandangan ke ponselju, tapi fikiranku masih bertanya-tanya siapa orang aneh yang melihat ke arahku. aku mencoba melirik ke arah itu lagi dan jrengggg.


"mwoyaa, bukankah itu kim kai. si anak populir sama gengnya itu?" aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. aku sekali lagi meliriknya dan dia masih melihat ke arahku.


"apa jangan-jangan dia mau macam-macam sama aku. karena kejadian kemarin?. otokee" aku mencoba bersikap biasa saja.


"huh, lagian salah dia sendiri jalan kok asik ketawa ketiwi gak jelas di jalan sampe gak liat ada orang di depannya. aku kan gak nabrak dia. dia yang nabrak aku duluan. dia pikir ini kampus nenek moyangnya apa. ehh tapi ini kampus bapaknya sih. tau ah yang penting aku gak salah" aku bergumam dalam hati.


aku melihat ke arah kai namun dia tidk ada lagi di sana. aku celingak-celinguk melihat sekelilingku, dan dia juga tidak ada.


"huft, bikin jantungan aja. udah kemarin abis nabrak orang gak minta maaf, malah langsung pergi gitu aja sama gengnya itu. mentang-mentang kampus punya bapaknya kali ya, jadi agak suhongong" sedang asik menggerutui kim kai aku dibuat kaget lagi dengen suara ponselku. panggilan masuk diiringi lagu tempo-exo.


~I can't believe 기다렸던 이런 느낌 (oh)~


"aik, kamcagia huh bisa-bisa beneran jantungan bih gue" aku melihat layar ponsel dan ternyata ibu negaraku tercinta yang nelpon


"halo ma, ada apa?"


"....."


"enggak, tumben aja nelpon nanyain kapan aku pulang. sweet deh"


"....."


"yee gitu amat sih ma. emang aa apa sih ma?"


"....."


"hah? kok tumben, biasnya juga gak pernah di ajak"


"...."


"harus banget ya ma aku ikut?"


"...."


"ya udah deh iya. aku pulang bentar lagi"


"....."


"iya mama aku pulang sekarang"


aku mematikan ponselku dan bergegas pulang.


sesampai di rumah, baru saja satu kakiku masuk ke dalam rumah langsung pidato ibu negara menyambutku.


"haduhhh. anak ini satu di suruh pulang cepet malah telat. kan tadi mama udah bilang kalo acaranya malam ini mulainya jam 8. ini udah jam 6 kamu baru pulang. emang ya anak jaman sekarang tu beda sama anak jaman mama dulu. kalo di suruh apa-apa itu nurut aja gak ada bantah-bantah. anak jaman sekarang mah di suruh ini malah ngelakuin itu. kamu juga ngarettt mulu, heran mama. gimana nantik kalo udah nikah. nah sekarang mlah bengong bukannya siap-siap. emangkan generasi sekarang itu kudu di benah. ya udah sana siap-siap. kamu pakek baju yang udah mama siapin di kamar kamu. nanti kamu dandan juga, nanti di bantu su jeon. ya udah sana" mama berlali setelah menyampaikan pidatonya. yah begitulah mama saya wahai pemirsa budiman. yang kasih kabar tiba-tiba siapa yang di marahin karna telat juga siapa. yang ngomong luas kali tinggi juga siapa yang di marahin siapa.


setelah ngedengerin mama ngerep aku langsung berlalu ke kamar. di sana udah ada eonni cantikku yang anggun nan jelita. eonni sudah bendandan rapi dengen dres hitam yang elegan namun tampak anggun di tubuh rampingnya. rambut lurusnya di gerai indah. sunggu dia beneran anak kandung mama. kalo aku tentu anak kandung papa.


"eonni, bogosipoyo" aku menghampiri kakakku dan memeluknya.


"eumm, bayinya kakak, nado bogosipo"


aku melihat ke arah kakakku, memanyunkan bibirku kesal karna selalh di panggil bayi oleh eonni. umurku sudah 20 tahun dan apakah aku masih terlihat seperti seorang bayi?.


"eonni, berhentilah memanggilju dengan sebutan itu, tubuhku malah 10 kali lipat dari bayi" aku berlalu meninggalkan eonni yang masih terkekeh di tepi kasurku.


"hey bayi, walaupun tubuhmu setinggi loteng itu kau tetap bayi bagi eonni"


"eonni" aku memelototi eonni. di tertawa melihatku.


"ya sudah cepet mandi. nanti kalo mama liat, baklan di khotbahin loh, ini di bawa juga bajunya"


setelah mandi aku membuka kotak yang berissi baju yang di berikan eonni tadi. dres bewarna kuning soft selutut, sangat cantik jika su yeon eonni yang pakai entahlah jika aku yang pakai.


aku mencoba pakaian itu. lumayanlah kalo aku yang pakai.


"wahh, nomu yepoda. sini eonni dandani"


"ayolah bayiku, bahkn eonni percaya bahwa kau sudah besar sekarang" aku hanya tidak menghiraukan perkataan eonni dan langsung duduk di depan meja rias yang sangat jarang ku pakai. karna aku lumaya cuek kalau soal dandan. biasanya aku hanya memakai lipstik yah hanya itu saja. simple bukan.


aku sangat pegel menunggu eonniku meriasku. sampai akhirnya selesai juga. lumayan juga ya. aku baru tau kalau aku lumayan bagus kalo di dandani. rambutku di buat agak sedikit gelombang. tetap di gerai.


aku keluar dari kamar, dan melihat ibu negaraku tercinta beranjak menghampiriku. aku sudah menyiapkan diri lahir dan batin untuk mendengan pidato mamaku.


"hemm yepoda, gini dong baru kamu mama akuin sebagai anak kandung mama. sekarang udah gak bisa di ragukan kamu fix anak kandung mama. soalnya cantiknya mama itu nular ke kamu" mama membual lagi. dia ternyata mengatakan aku cantik. syukurlah aku tidak di suguhkan pidatonya. dan yah karna aku sangat curk dengan tampilanku mama sering bilang kalo aku anak pungut, anak yang enggak sengaja di buang sama orang tua kandungku di depan rumah. karna kasian makanya di ambil. tentu itu hanya candaannya karna aku sangat mirip sama papa, aku lebih suka hal yang simple. aku suka kesederhanaan.


oke skip.


aku beserta orang tuaku dan eonni cantikku dan suaminya pun berangkat menuju acara. aku sebenarnya sedikit tidak nyaman berada di acara yang seperti ini. aku merasa tidak bisa menjadi diriku sendiri. aku harus selalu anggun dan selalu tersenyum dengan orang yang bahkan belum pernah ku temui sebelumnya.


di sebuah aula yang sangat luas sekarang aku berada. di penuhi dengan orng-orang asing yang entah aku harus menyapanya dengan sebutan apa. aku sedikit risih dengan pandangan beberapa ajussi yng seharusnya udah punya cucu tapi masih aja ngeliatin aku seolah matanya ingin keluar dari tempatnya. aku hanya menunduk mengikuti mamaku dan eonni, karena papa dan kyungsoo oppa sedang berbaur bersama rekan bisnisnya. akhirnya kami duduk di sebuah meja bulat besar yng memang sudah di sediakan khusus untuk keluarga jung group.


"ma, aku engga nyaman di sini" aku mencoba berbisik ke mamaku.


"sabar sayang, nikmati aja. nanti juga terbiasa" mama kembali menatap ke arah podium, karena saat itu seorang orang asing sedang berbicara dengan bahasa inggris. aku tidak tetlalu memerhatikannya. aku merasa bosan dengan acara ini.


"huft" aku menghembuskan nafas kasar, saat tiba-tiba pandanganku tertuju kepada seorang wanita yang sangat tidak aku suku. dia berjalan ke arah meja ku.


"hai tante apa kabar?" sapanta ke mamaku.


"ya ampun jennie, kapan kmu pulang nak?"


"sudah 1 minggu aunty. aunty makin cantik aja deh" jenni duduk di samping mama dan su yeon ronni. "eonni, apa kabat. eonni masih seperti dulu ya. masih saja cantik dan anggun" jennie tersenyum, dan di balas dengan senyuman lembut eonniku.


"benarkah jennie. kau juga tidak kalah cantik kok. kau masih saja cerewet ya" eonni mengusap lembut kepala eonni. oh tuhan aku sangat jijik melihat ular ini. dia tiba-tiba menatap ke arahku.


"hey lihatlah siapa ini. apakah ini soojung kita?" dia berpura-pura kaget ketika melihatku. dan apa yang dia bilang. soojung kita? oh ayolah sejak kapan kata kita itu termasuk dia?. aku hanya menyeringai sinis ke arah jennie


"kau ternyata berdandan. kau sangat cabtik sampai aku tak mengenalimu" lanjutnya. mama dan eonni hanya tersenyum melihat jennie. karena bagi mereka sifat blak-blakan jennie sudah mereka maklumi.


"iya. soojungku sangat cantik bukan? bahkan eonni tidak percaya bahwa bayi besar eonni ini sudah menjadi gadis cantik" eonni tersenyum lembut ke arahku dan mengusap pelan pipiku.


"iya, kau juga sudah sangat besar jennie. bahkan kau tidak memanggilku eonni lagi setelah pulang dari amerika. apa budaya di sana sudah menjadi kebiasaanmu?" tanyaku sinis, dan berhasil membuat jennie menahan kesalnya. mama dan eonni kaget mendengar ucapanku. mama menyenggol lenganku. aku pun tersenyum kecut melihat gadis ular ini.


"ayolah soojung, kita hanya beda beberapa bulan saja" dia menatap ke atasku sinis. aku ingin menjambak rambutnya sampe rontok tetapi keadaan tidak memungkinkan.


"baiklah aunty, eonni aku ke sana dulu ya. bye soojung" dia berlalu setelah cipika cipiki bersama eonni dan mama.


acara terus berlangsung hingga pukul 10. aku sungguh ingin kabur dari sini. aku hanya duduk dan makan makanan yang sudah di sajikan disini selama hampir 2 jam berada di sini.


"ma aku balik duluan ya. aku ada tugas kampus, kalo pulang kemalaman takutnya gak keburu" aku membuat alasan. mama terlihat kesal kepadaku.


"jangan macam-macam soojung. duduk di sini dengan tenang. jangan beranjak sedikitpun" mama melotot ke atasku dan kembali berbincang dengan aunty hyorin.


"maa" aku menatap penuh kesedihan ke arah mama.


"kamu kalo mau pulang mau pulang sama siapa. su jeon dan kyungsoo enggak bisa nganterin kamu?" tanya mama marah. namun di tahannya.


"aku di jemput sama sulli" aku berbohong.


"ya udah hati-hati. jangan keluyuran"


"oke mama. aku pergi dulu ya"


aku pergi dari ruangan ini dan menuju parkiran. karena mama juga mengantarkanku. memastikan bahwa aku pulang dengan sulli. aku sangat takut jika ketahuan mama.


"udah mah sampe sini. bentar lagi sulli sampai"


"beneran nih kamu pulang sma dia?"


"ii... iya ma." jawabku gelagapan. aku celingak celinguk seolah mencari sulli. hingga pandanganku berhenti ke arah lelaki yang aku tau siapa mereka. mereka adalah kim kai and the geng tampannya. aku pun tanpa mikir panjang bilang ke mama bahwa mereka temanku.


"ma itu temen aku udah jemput." sungguh aku ingin mengumpati diriku sendiri.


"mana?" mama melihat ke arah mereka. "itukan anaknya bapak kim dari Kgroup. kamu temenan sama mereka?" mama kaget sekaligus seneng. karena mereka selain populer di kalangan remaja, juga populer di kalangan emak-emak. gimana enggak, para emak-emak pada sibuk ngejodohin anaknya dengan mereka.


aku dengan sedikit ragu berjalan ke arah mereka. kim kai terlihai bengong melihatku. perasaanku tidak enak. aku dengan tidak tau malunya meminta tumpangan kepada mereka. tapi sungguh di luar dugaan. stelah cuman bengong tanpa mengucapkan sepatah katapun kim kai tiba-tiba mengatakan akan mengantarku. wah pertanda buruk apa ini. apa dia mau meninggalkanku di tengah jalan nantinya atau apa dia akan menculikku dan menyiksaku. tapi kejadian kemarin itu bukan salahku. kamipun berlalu meninggalkan geng tampan itu.


BERSAMBUNG


di part berikutnya masih soojung pov ya chinggu.


miane chinggu jika banyak typo. heheh 😅 maklum author masih pemula.


jangan lupa tekan ❤ dan berikan lika dan komen ya chinggu. goomawoo, sarange 💕