
di oerjalanan menuju rumah sulli. mereka hanya terdiam. sulli menatap ke arah luar jendela. taemin seseki menatap sulli yang masih membungkam.
"apa kabar?" tanya taemin. sulli tersenyum miris. perlahan ia menatap taemin.
"apa kau baik-baik saja lee taemin-shi?" tanya sulli sinis. "ahh aku lupa, bahwa brengse" lanjut sulli dan memalingkan kembali pandangannya ke arah luar jendela. tanpa bisa di tahan air mata sulli jatuh. buru-buru ia mengusapnya, tidak ingin taemin melihatnya. taemin menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"maafkan aku, tolong dengarkan penjelasanku. aku.. aku tidak bermaksud melakukan itu semua. sungguh, tolong maafkan aku dan dengarkan aku jebal" ucapnya mencoba memegang tangan sulli. namun di tepis olehnya.
sulli masih terdiam. taemin terlihat sangat prustasi dengan keadaan sekarang. ia tidak tau harus bagaimana lagi.
"aku mau pulang" ujar sulli lirih.
"mau mendengar penjelasanku?" tanya taemin lagi.
sulli menatap tajam taemin.
"aku mau pulang" ucap sulli dengan nada yang tajam. kali ini air matanya tidak bisa lagi di bendung. ia mengisap kasar wajahnya.
sungguh hati taemin bagaikan di siram cuka melihat sulli seperti ini. ini mencoba memeluk sulli. sulli mencoba melawan namun taemin tetap tidak melepas pelukannya. hingga akhirnya sulli hanya menangis terisak.
"maafkan aku. aku salah. tolong berhentilah menangis. jangan menangis lagi. jebal" berkali-kali tarmin memohon. ia tidak bisa melihat sulli menangis. taemin menitikkn air matanya.
"wae oppa? waeeeee" teriak sulli masih di pelukan taemin. ia memukul dada taemin. taemin tidak bergeming. ia masih terus memeluk sulli dan mengusap lembut rambut sulli.
"akan ku jelaskan. tetapi berhentilah menangis. hem" ujar taemin melepas pelukannya dan menyeka air mata sulli.
sulli menunduk dengan sisa isakannya. taemin mengangkat pelan kepala sulli. ia memegang jedua pipi sulli. sulli kembali menitikkan air matanya. taemin mengusapnya lembut.
"maafkan oppa, hem" ujar taemin lirih.
"bogoshipo oppa" sulli tiba-tiba memeluk taemin dan kembali menangis terisak di pelukan taemin. taemin membalas pelukannya. dan menepuk pelan bahu sulli.
"oppa juga merindukanmu" taemin mencium puncak kepala sulli.
"tapi kenapa oppa pergi begitu saja. tanpa aku tau tiba-tiba oppa pergi. aku hampir gila rasanya. namun oppa kembali dengan begitu baik-baik saja hikss" sulli terisak. "kau.. kau bahkan bisa tertawa lepas, tanpa beban apapun. hahahahha sungguh jahat kau lee taemin" ujar sulli.
"maafkn aku. sungguh aku terpaksa pergi. dan aku minta maaf jika tidak mengabarimu. ku mohon jangan seperti ini" taemin menggenggam erat tangan sulli.
"jangan seperti ini katamu. aku seperti ini karena kamu lee taemin. kau yang sudah menyiksaku selama ini" ujarnya dengan isakannya.
"tapi lihatlah kau. ku bahkan hidup dengan baik. tertawa lepas. bahkan mengadakan oarti dan tertawa bahagia. kau bahkan melihatku seperti orang asing. aku berharap lebih ketika melihatmu. aku fikir kau akan menyapaku dengan rindumu. namun aku kecewa oppa. kau bahkan seperti tidak mengenalku" sungguh hati sulli sangan sakit.
"aku hanya tidak berani menyapamu. aku terlalu takut jika aku kembali membuatmu terluka. maafkan aku sulli. maafkn aku" taemin menunduk.
"maafkan aku. sungguh aku minta maaf" ukar taemin lagi. ia menatap sulli yang masih menunduk dengan sisa isakannya.
"akan ku jelaskan ketika sampai rumahmu" ujar taemin.
mereka beralalu menembus malam yang begitu menusuk bagi keduanya.
*****
DI KEDIAMAN SULLI
"qku akan buatkan kopi" akhirnya sulli membuka suaranya. ia bagkit ingin membuatkan kopi namun langkahnya terhenti karena taemin menahannya.
"wae?" tanya sulli datar.
"duduklah" sulli duduk di samping taemin. namun sedikitpun tak menatapnya. ia duduk lurus kedepan sedangkan taemin duduk menyamping ke arah sulli.
taemin memegang lembut pipi sulli untuk menghadapnya.
"lihat aku" lirih taemin lembut.
sulli masih menunduk. enggan untuk melihat taemin.
"sulli lihat aku. hem" taemin mengangkat dagu sulli. mata keduanya saling menatap. mata yang saling menyiratkan rindu
"kau mau mendengarkan penjelasan oppa?" tanya taemin lembut sembari menggenggam erat tangan sulli. sulli hanya diam namun setelah itu mengangguk.
"maafkan aku kalau selama ini aku pergi tanpa ngasih tau kamu. banyak hal terjadi beberapa tahun terakhir" taemin terdiam dan menunduk sesaat, stelah itu menatap sulli lagi "aku mengalami hari yang berat saat itu. aku bahkan ingin mata jika saja. semua yang ku lakui begitu sulit. bahkan untuk memulai hari esok saja sudah sangat mengerikan bagiku saat itu" sulli menatap taemin lekat. matanya begitu sendu, seolah mengatakan bahwa semuanya begitu berat.
sulli menggenggam tangan taemin kuat. ia hanya ingin menguatkan lelaki di depannya ini. hatinya terasa perih melihat taemin seperti ini.
"jika oppa tidak ingin melanjutkannya, jangan paksakan. aku tidak perlu tau itu. aku nengerti semuanya begitu berat bagi oppa. jadi lupakan semuanya" sulli memeluk taemin. air mata taemin tidak bisa terbendung. rasanya ia kembali ke masa suram itu.
"maafkan aku. sungguh aku juga tersiksa karena merindukanmu. aku hanya terlalu bodoh dan pengecut untuk mengatakannya" isak taemin dalam pelukan sulli. sulli ikut menitikkan air mata. sungguh taemin terlihat sangat rapuh saat ini.
"aku... aku bahkan tidak berani untuk menyapamu. karena aku tidak mau kau terluka lagi karena ku" ujarnya menpererat pelukannya. sulli menepuk pelan bahu tarmin.
"sudah oppa. jangan mengungkitnya lagi. aku juga salah karena hanya memikirkan perasaanku saja. maafkan aku" ujar sulli lirih. taemin nelepas pelukannya dan memegang lembut kedua pipi sulli.
"kau tidak salah. akulah yang salah karena meninggalkanmu" ujar taemin.
"goomawo oppa karena telah kembali". ujar sulli lirih.
"goomawo juga karena telah mencintaiku sampai saat ini. dan akupun sama masih mencintaimu" taemin mengecup lembut kening sulli. dan memeluknya. malam itu mereka saling melepas rindu. entah apa yang terkadi pada masa itu, sulli tidak mau mengungkitnya lagi. karena ia tidak sanggup melihat lelaki yang di cintainya itu terlihat rapuh. mungkin suatu saat jika taemin siap untuk mengatakannya maka sulli akan senantiasa mendengarnya. ia tidak akan memaksa taemin.
"aku bersyukur kau kembali. selain itu tak ada yang ku ingimkan. karena karenamu aku merasa ada dan kau senyumku" lirih sulli dalam hati.
malam itu taemin menginap di rumah sulli. ia masih sangat merindukan sulli. walau saat ini sulli berada di hadapannya, ia masih juga merindukan sulli.
sepanjang malam mereka bercerita, tartawa. hingga akhirnya sulli tertidur di pelukan taemin. taemin mengecup puncak kepala sulli dan memeluk wanita yang dirindukannya itu.
"terimakasih telah mrnungguku dengan begitu banyak luka yang kau alami. aku sangat mencintaimu, sangat. ku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi" ujar taemin lirih. perasaannya sedikit lega. akhirnya ia juga tertidur dengan sulli di dalam dekapannya.
*****
BERSAMBUNG
nah kira-kira apa yang terjadi di masalalu sultae?
____
jangan lupa like dan comen ya chinggu. dan tambahkan sebagai favorite. terus dukung aku yaa. karena dukungan dan masukan kalian semua sangat berarti bagi aku. goomawoo, sarange, anyonggg 💕💕