
*di apartemen kai*
"jadi toling jelaskan semuanya" ujar soojung to the poin. sulli menatap taemin.
saat ini taemin dan sulli sedang di introgasi oleh sahabat mereka. pasalnya mereka tiba-tiba saja pacaran padahal setahu mereka sulli dan taemin baru bertemu sekali. bukannya enggak mungkin. tetapi bukan sikap taemin yang mudah menyukai seseorang.
"baiklah. jadi dulu kami pernah pacaran, kalau enggak salah waktu gue kelas 12, dan waktu itu sulli kelas 11. selama kita pacaran semua berjalan baik-baik aja. gue yang sayang banget sama dia. dan sulli yang perhatian dan sayang babget juga sama gue. kiata ngelewatin masa-masa sulit bareng-bareng, senang bareng-bareng. selama 2 tahun kita pacaran. semua baik-baik aja" jelas taemin panjang lebar.
"lu semua ingat gak? waktu itu gue pernah bilang kalau gue enggak jomblo tapi klian enggak percaya karena gue enggak pernah nunjukin pacar gue ke kalian. nah ini dia orangnya" sambung taemin
"salah gue sih yang enggak cerita sama elu pada. tapi sumpah, gue udah rencanain buat ngenalin sulli ke kalian dan orang tua gue. tapi yah musibah itu datang. lu tau kan kai gimana terpuruknya gue saat itu?" taemin menunduk. sulki mengelus lembuat pundak taemin seolah menguatkan lelakinya itu.
"gue sama sekali enggak ada niat buat menyakiti siapapun. tetapi setelah ortu gue meninggal. om, tante dan kerabat papa gue semua pada ngerebutin harta ortu gue. mereka dengan tidak ada rasa malu mengatakan bahwa semua aset papa gue phnya mereka. tentu gue gak bisa tinggal diam. mereka datang pas ortu gie udah enggak ada. kemaren-kemaren kemana mereka kan"
"saat itu gue bertekat untuk meneruskan perusahaan papa. dan saat itu juga gue belajar di luar negri dan di bantu oleh ortunya kai. saat itu gue yang salah karena gak beri kepastian sama sulli. gue ngilang gitu aja tampa ngasih tau sulli. gue nyakitin dia. saat itu gue gak mikir panjang. gue cuman takut sulli terbebani dengan begitu banyak masalah yang gue hadapi" taemin menunduk. matanya terasa panas. sulli menyadari bahwa ini sangat berat bagi kekasihnya itu.
"kau sama sekali tidak merasa bersalah tuan lee. kau tau betapa menderitanya sulli selama ini. kau dengan mudah mengatakan kau tidak maksud begitu. oh tuhan kau keterlaluan tuan lee" soojung merasa kesal dengan taemin. ia tahu persis bagaimana sahabatnya sulli dulu sangat menderita karena taemin.
taemin menghela nafas berat. sulli tidak tega melihatnya. ia terus menggenggam eerat tangan taemin seolah memberi energi untuknya.
"aku tau aku salah. karena kebodohanku aku telah membuat sulli menderita. aku pikir dengan aku pergi sulli tidak akan menderita bersamaku. tapi aku terlalu bodoh karena berfikir begitu" taemin mengusap rambutnya kasar.
"dan kalian tau. aku sempat pulang ketika ulang tahun kaeun nuna. sebenarbya bukan hanya itu alasanku pulang. aku juga mencari keberadaan sulli aku hampir frustasi karena menikirkannya. tapi..." taemin menghentikan kalimatnya. "ketika aku akhirnya menemukan sulli. dia bersama lelaki lain. saat itu aju sangat marah. aku fikir dia akan setia kepadaku. tapi ternyata dia bahagia bersama orang lain"
"maksudmu sulli menghianatimu?" potong soojung. "oh ayolah tuan. dia hampir gila mencarimu, bahkan dia benar-benar seperti orang gila ketika menunggumu di depan rumahnya. jika aku tau nbahwa kau lelaki brengsek itu. tidak akan aku biarkan kalian bertemu" soojung menatap tajam taemin.
"maafkan aku. aku memang pantas di salahkan. tetapi aku juga hampir gila ketika melihat sulli dengan org lain. jika bukan karena jenni sialan itu mungkin keadaannya tidak akan seperti ini" taemin mengusap kasar wajahnya.
"oke baiklah. jadi kenapa kau tidak menceritakanny ke kami sih?" tanya kai kesal.
"iya. kita utu temen, apapun masalahnya kita harus saling membantu. begok di pelihara" tambah baek.
"awalnya aku ingin cerita. tetapi aku bingung karena aku melihat sendiri ketika sulli bersama lelaki lain" sambung taemin.
"oppa apa jenni yang kau maksud adalah jenni kim?" tanya soojung penasaran.
"iya. jenni kim sepupu kamu itu" jawab sulli. yah tentu sulli tau siapa jenni. orang yang telah merusak semua kebahagiaan sulli.
"sepupu?" taemin kaget
"dasar ular sialan. awas saja kalau ketemu" geram soojung. "dari mana oppa bisa kenal jenni?" tanya soojung kepada tarmin.
"saat itu aku tidak sengaja berjumpa dengannya ketika menjemput sulli. dia mendekatiku seolah tidak ada sulli di sana. awalnya aku biasa saja. lama-lama aku merasa tidak nyaman dengan sikapnya dan dia selalu menjelek-jelekkan sulli. aku tidak pernah percaya dengan apa yang di tuduhkannya. hingga dia memberi bukti nyata kepadaku. dan bodohnya aku percaya kepada dia" tarmin mengacak lagi rambutnya.
"sudahlah semuanya juga sudah jelas. kita lupakan saja. dan lelaki yang bersamakupun adalah kakak iparnya soojung dan saat itu bukan hanaya aku yang berada di sana. tetapi soojung dan su yeon eonni juga ada" jelas sulli.
amarah soojung sudah membara. ingin rasanya ia mencekik mati sepupu sialannya itu. berani sekli dia merusak hubungan orang lain. bahkan hampir merenggut nyawa seseorang. dasar gila.
"oke semuanya udah jelas kan. yang pasti sampai kapan pun aku akan tetap mencintai sulli. aku bisa gila jika harus jehilangannya lagi"
"baiklah. lain kali kalau ada masalah tu di omongin jangan main lari aja gitu. lu pikir kita apa hah. kita tuh beteman dari orok. kita itu keluarga" kai berbicara bijak. semua yang di katakan kai benar. tetapi karena dia yang bilang yang benerpun kaya salah.
"sa ae bekasan kentut. sok bijak lu. geli gue kalo elu yang ngomong" celetuk taemin.
tanpa mereka sadari baek yang biasanya ceria tampak murung. ia seperti bertarung dengan fikirannya sendiri. entah apa yang sekarang di fikirkannya.
taehyong yang menyadari perubahan sikap baek pun menepuk pundak baek.
"kenapa?" tanya taehyong
"kenapa apanya?" tanya baek lagi
"apa kamu mules?" tanya taehyong dengan wajah datarnya.
"ia gue mules. mules luat muke lu. lu manusia apa robot sih. heran gue" alih baek.
"soalnya wajah kamu kaya orang nahan boker" sambung taehyong.
semua orang tertawa. terkadang sikap dingin dan kakunya taehyong bisa membuat orang tertawa.
akhirnya semua yang di pertanyakan terjawab semua. hanya saja baek yang masih bungkam dengan apa yang dia sembunyikan dari sahabat-sahabatnya itu.
"mungkin waktunya belum tepat" gumam baek dalam hati.
mereka akhirnya memilih untuk makan di apartemen kai. mereka memesan ayam goreng dan beberapa makanan lainnya. malam itu mereka bercerita ria. sampai akhirnya pulang ke rumah masing masing. kecuali taemin yang memilih untuk menginap di apartemen sulli.
BERSAMBUNG