two heart

two heart
episode 20



pagi harinya, kai sudah bangun. ia sedang duduk di balkon rumahnya dengan kertas-kertas yang berhamburan di meja.


ia menghela nafas berat. sejak jam 7 pagi tadi ia di bangunkan dengan kabar yang tidak mengenakkan. pasalnya saham perusahaan yang di jepang menurun drastis. ia sangat cemas. dengan mata yang sudah sangat lelah ia terus mengecek berkas-berkas.


beberapa kali ia menelpon. entah siapa yang di telpon. sesekali ia mengacak rambutnya kasar. saat ini ia sangat berantakan. dengan kaus dan celana boxernya yang kusut dan rambut yang acak-acakan.


"arghhh, bagaimana bisa seperti ini. tidak mungkin keuangannya tidak cukup. ada yang aneh" kai berfikir keras hingga akhirnya ia menelpon seseorang.


"taemin. maaf menggangu, gue mau minta bantuan"


"...."


"sungguh gue enggak mood becanda saat ini"


"...."


"sahama di perusahaan jepang menurun drastis. gue gak bisa berangkat kesana sampai nanti malam. karena gue harus mengurus beberapa masalah di sini"


"...."


"oke, gue serahin sama lo ya. maaf udah ganggu bulan madu elu. tapi ini sangat darurat"


"...."


"oke. gue berangkat nanti malam. sampai gue sampe kesana jangan biarkan nakashi memasuki kantor"


"...."


"baiklah"


kai bersiap-siap berangkat ke kantor. saat hendak menuju kamarnya ia berpas-pasan dengan aera yang baru keluar dari kamar yang berhadapan dengan kamar kai.


"selamat pagi" aera menyapa. mereka sama-sama merasa canggung. kai membungkuk singkat dan berlalu ke kamarnya.


"gila gue kalo gini terus" ujar kai dalam hati.


"huft, bisa gila beneran nih aku" ujar aera dalam hati.


*****


di kantor kai dan baek sedang mencari cara untuk menyelamatkan anak perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan. mereka curiga nakashi yang merupakan kepala bagian keuangan di jepang dalang di balik semuanya. mereka menduga nakashi telah melakukan korupsi.


"nanti malam gue ke jepang, selama gue di sana kerjaan di sini gue serahin ke elu ya" ujar kai masih fokus pada kertas di hadapannya.


"lo tenang aja. gak usah mikirin yang di sisi"


"thanks baek, lo udah banyak bantu gue"


"ya elah lu kaya siapa aja. kita kan sodara kali. tenang aja. gak elu minta juga gue bakalan bantuin kok" baek menepuk bahu kai. mereka tersenyum.


"ya udah lu mending istirahat dulu deh. kaya zombi aje itu muka. sana ngopi kek atau apa gitu" ujar baek.


"itu mah maunya elu kan. mau kopi gratis" kai melempaar bantal sofa ke atas bark.


"tau aje lu hahahh" mereka pun bangkit dan berjalan menuju cafe yang berada tak jauh dari kantor kai.


saat sedang berjalan menuju cafe, kai dan baek kaget saat melihat soojung dan aera yang sedang berjalan bergandengan ke arah kai dan baek.


"anyong pacar, anyong calon abang ipar" ujar soojung semangat, sedangkan aera hanya terkekeh melihat tingkah soojung.


"sayang ngapain ke sini?" tanya kai sembari menghampiri pacarnya


"mau anteri makanan untuk kamu dan baek. nih aku masak tadi di ajarin aera. lebih tepatnya aera yang masak aku yang bantuin hehehe" aera nyengir bagok.


"udah kali. kagak usah di umbar depan umum juga kali. kesel gue, kuy aera kita pergi aja. males banget sma mereka" baek menarik tangan aera dan berlalu melewati soojung dan kai.


"ya elah yang beb ngambek. ntar enggak gue beliin skinker tau rasa lu" ujar kai.


"eh gak jadi deh bangkai. kuy kit jalan bareng" baek kembali dan menggandeng tangan kai dan juga ia masih menggandeng tangan eara. jadilah mereka jalan dengan saling bergandengan.


sampai di cafe merek berbincang dan menghambiskan semua makanan yg di bawakan aera dan soojung. makanan mereka seolah menambah kekuatan untuk kai dan baek.


"makasih sayang udah anterin makanan untuk aku" ujar kai.


"makasihnya ke aera dong. dia yang masak. aku mah bantuin ngaduk-ngaduk doang"


"makasih aera" kai tersenyum ke aera.


"sama-sama" aera hanya tersenyum sekilas lalu langsung membuang pandangannya ke segala arah. jantungnya serasa akan copot saat melihat senyum kai.


*****


malam itu kai berangkat ke jepang dengan di antarkan soojung dan baek. soojung terlihat sedih karena harus berjauhan dengan kekasihnya itu.


"udah sayang jangan mewek-mewek gitu dong. kan aku di sana enggak lama. cuma 3 hari aja. jika semua beres aku langsung pulang deh ya ya ya. tapi jangan newek gitu" kai memegang pipi soojung lembut, dan menatap lekat kekasih hatinya itu.


"janji jngan lama-lama yaa. harus kabari aku terus" soojung kembali memeluk kai.


"udah-udah kalian bikin gue makin kesel aja. udah tau gue jomblo masih gitu di depan gue. kesel deh" baek menyilangkan tangannya di dadanya.


kai dan soojung hanya terkekeh melihat baek.


"ya udah aku berangkat dulu sayang. baek gue serahin semua urusan kantor ame lu ya" baek hanya mengguk.


setelah mengantar kai ke bandara, soojung berencana untuk ke rumah baek. tentu untuk bertemu aera. sedangkan baek kembali ke kantor.


sampai di rumah baek, aera menekan bel rumahnya. dan tak lama aera pun muncul di balik pintu dengan senyum mengembang.


"haii. ayo masuk" aera menggandeng tangan soojung.


"kenapa mukanya di tekuk gitu. ada masalah?" tanya aera sembari menyodorkan segelas jus jeruk ke soojung.


"kai ke jepang, dan itu 3 hari. tau gak aera, padahal baru beberapa saat lalu. tapi aku udah kangen banget sama dia" soojung menundukkan kepalanya.


aera mengelus pundak soojung. dan membiarkan sahabatnya itu sedikit lebih tenang.


"aku mendengarnya dari baek. mungkin saat ini di butuhkan di sana. kamu harus sabar ya. bagaimana kalo kita ke pasar, kita beli bahan makanan dan masak-masak" tawar aera berharap bisa sedikit membuat soojung lebih happy.


mata soojung langsung berbinar. ia dengan semangatnya langsung menyetujuinya. aera merasa sedikit lega melihat soojung tak murung lagi.


"ya sudah sekarang kamu cuci muka dan aku mau ganti baju dulu. dan kamu juga ganti baju aku aja. gak mungkin kamu ke pasar dengan memakai baju seperti ini"


soojung memperhatikan dandanannya. ia merasa aera benar. tak mungkin ia memakai dres yang sangat kembang dan berwarna cerah pula.


"sepertinya kamu benar heheh. aku punjem baju kamu ya. dan sendal juga. hehehe" aera menganggu dan berlalu ke kamarnya di ikuti soojung.


sekarang mereka sudah siap dengan baju kaus dan celana jeans selutut. rambut yang di ikat asal tetapi masih menampakkan aura kecabtikan mereka. tak lupa dengan sendal jepit dan keranjang belanjaan.


bersambung


maaf ya teman-teman. aku keseringan bolos update. soalnya ada beberapa masalah yang harus naneun selesaikan. tapi naneun pastikan cinggu-cinggu tak akan menunggu lagi.


happy reading sobat cuuu