
tak lama kemudian soojung sudah kembali ke apartemen kai. ia melihat semuanya sudah bersih. tapi si pemilik rumah dan temannya tidak nampak batang hidungnya.
"kemana mereka ya?" gumam soojung.
soojung berjalan menuju dapur. ia ingin membuat sup pereda pengar untuk kai dan temannya. ia juga beli beberapa bahan makanan lainnya.
sedang asik soojung memasak, para lelaki itu datang. walaupun rambut masih acak-acakan, tetapi mereka terlihat sangat tampan.
"masak apa tuh, baunya enak banget" celetuk mark yang langsung berlari ke arah dapur.
"kimchi jiigae, oh iya supnya sudah aku letakkan di meja makan. makanlah itu dulu" ujar soojung yang masih sibuk memasak. para lelaki tampan itu langsung melahap abis sup yng di buatkan soojung.
"nuna palli. aku sngat ingin memakannya" mark telidak sabar ingin memakan kimchi jiigaenya. aromanya membuat ia ingin segera memakannya.
"oke kimcinya sudah siap" ujar soojung sembari membawa beberapa mangkuk.
"semoga kalian menikmati ya. kalo enggak enak maafin ya. maklumlah aku masih belajar" ujar soojung.
mark lanhsung memakannya padahal masih panas. dasar si bocah.
"wahh nuna enak banget" ujar mark.
"benarkah. ahh syukurlah" soojung lega karena mereka menyukai masakan buatannya.
"pacar gue gituloh. multi talent, makin tayang deh. makanya kalian tuh cepet-cept cari pacar. gue gak bakalan ijinin elu pada makan masakan soojung terus. gak rela gue" kai memuji pacarnya dan meledek mereka yang berstatus jomblo akut. sontak taehyong menatap tajam kai yang masih meledek teman-temannya yang jiwa kejombloannya sudah kejang-kejang.
"wah babang matanya bisa lompat loh itu" kai meledek taehyong lagi.
"hya hyung. berhentilah bicara. makan saja dan berhenti meledek" mark kesal dengan kai.
kai dan soojung terkekeh melihat sahabat mereka itu.
setelah menyelesaikan makan siang. mereka berencana untuk pergi ke taman bermain. tentu saja mark yang oling antusias. sebenarnya soojung juga sangat antusias, tetapi ia bersikap seolah biasa aja. malu-malu meong si soojung.
*****
karena bukan hari libur, jadi tidak bnyak pengunjung. hanya ada beberpa saja. mereka berjalan-jalan di sekitar taman. soojung asik dengan ponselnya.
"bagaimana sayang, apa mereka sudah sampai?" tanya kai denga. masih merangkul bahu soojung.
"katanya sih sudah di taman. tapi kok gak nampak ya" soojung celingak-celunguk. melihat sekelilingnya.
"nah itu dia" ujar soojung "loh kok ada taemin oppa?" sambung soojung yang merasa heran meliht sulli yang datang bersamaan. soojung menyipitkan matanya. oh lihatlah. mereka bergandengan tangan.
"apa mereka sedang mempubliskan hubungan mereka?" tanya mark.
"hai kawan-kawanku tercinta" sapa taemin dengan senyum lebarnya. sulli hanya tersenyum saja.
soojung menatap sulli dengan tatapan menyelidik. sulli terkekeh sadar bahwa sahabatnya ini butuh penjelasan.
"weo?" tanya sulli seolah biasa saja.
"jelaskan" sulli menunjuk tangan sulli yang masih di genggam taemin. mark dan kai mengangguk. mereka juga butuh penjelasan.
"ceritanya panjang" ujar sulli.
"aku bakalan dengar walaupun panjang" jawab soojung dengan masih menyilangkan tangannya.
"baiklah baiklah. berhenti mengintro kami. kami akan ceritakan semuanya. tapi nanti setelah kita bersenang-senang. oke" ujar taemin dan berlalu meninggalkan sahabatnya.
"ah dasar kentut itu. bikin kesel aja. ya udah ikutin mereka aja" ujar kai.
mereka asik menikmati jajanan yang ada di taman bermain. soojung dan sulli. tertarik dengan gulali yang berisi ice cream.
"kamj hutang penjelasan lih sama aku sul" ujar soojung tiba-tiba.
"baiklah tuan putri soojung, akan aku jelaskan nanti"
"eumm baiklah baiklah. jangan ngambek lagi dong. ini ice creamnya aku yang traktir oke"
soojung tersengum dan mengangguk. mereka tertawa bersama. dan berjalan menghampiri para lelaki.
"eh kita selpi kuy. terus kirimin ke lucas sama baek hyung. biar mereka iri hahah" ujar mark
"leh uga tuch" jawab kai. zizik beud dah si bangkai.
mereka selfie beberapa kaya. dan mengirimkannya ke grup chat mereka.
tidak lama kemudian lucas menelpon mark.
"langsung di telpon dong" mark memperluhatkan layar ponselnya.
"matiin matiin. biar kesel" celetuk taemin.
"hhahhah si baek nelpon akoh dong" kai memperlihatkan layar ponselnya.
"angkat terus matiin" ujar mark.
mereka tertawa berjamaah di atas penderitaan sahabatnya.
"eh dia ngechat grup"
lucas
-woi kentut kagak ajak-ajak ya lu pada. oke cukup tau aja gue.
baek
-oke kalian tega ya happy-happy tanpa eike
lucas
-balas oi
mereka terbahak berjamaah. karena kasihan kepada sahabatnya itu. akhirnya mereka mengirimkan alamat taman bermainnya.
beberaoa sat kemudian. baek dan lucas sudah sampai di taman. mereka mencari teman-temannya.
"uy sini" taemin melambaikan tangan ke arah lucas dan baek.
"jangan ajak gue ngomong, gue lagi kesel" ukar lucas sembari duduk di samping mark dan di ikuti baek.
"lagian lu bedua main kabur aje" ujar kai.
"yakan lu pada tau emak babeh gue. apalagi gue enggak pulang semalaman kagak kasih tau pula. untung gak di coret dati KK gua" ujar lucas putus asa.
"nah elu apa kabar?" tanaya taehyong yang sedari tadi hanya diam. ia menatap baek tajam
"aduh babang jangan liatin aku gitu dong kan jadi atut" baek pura-pura takut dan sembunyi di belakan lucas.
taehyong masih menatap baek tajam.
"baiklah tuan taehyong. anda sangat menakutkan" baek membetulkan posisi duduknya. "jadi tuh semalam mama gue nelpon. nyuruh jemput adek sepupu gue di bandara. dia baru pulang dari jerman" jelas baek
"oh" jawat taehuong dengan datar.
"si kentut. gue jelasin panjang lebar jawabnya oh doang. kebiasaan nih orang" baek kesel.
mereka berbincang dan bermain bebebrapa wahana. sampai matahari mulai gelap. mereka bersenang-senang hari ini. tetapi mereka masih menuntut penjelasan taehyung dan sulli.
BERSAMBUNG