
*sepertinya aku akan bertahan lebih lma lagi, karena kalian ada di sisiku bahkan ketika aku di ambang ketamatanku*
setelah baek nengungkapkan semuanya. yora bersikeras agar baek kembali tinggal di rumah. ia tidak ingin baek sendirian di apartemen.
"pokoknya mom mau kamu tinggal di sini" yora memalingkan wajahnya. ia tidak mau anaknya pergi.
"mom. aku bis jaga diriku sendiri. aku janji tidak akan kenapa-kenapa. hmm" jelas kai lembut.
"tidak ada bantahan. mom akan meminta aera untuk memindahkan semua barangmu ke sini" yora berbalik dan meninggalkan baek dan ayahnya. teman-temannya sudah pulang beberapa saat yang lalu.
"huft" baek menghembuskan nafas kasar. ia tidak tau harus bagaimana membujuk momnya.
"dad" baek berjalan ke arah baekho.
"no komen nak.dad juga mau kau tinggal di sini bersama kami. sekarang masuklah ke kamarmu dan istirahat" baekho menepuk bahu baek dan berlalu menuju kamarnya.
"oh tuhan. kenapa aku bisa kejebak disini" baek mengacak rambutnya.
pukul 12 kst
ting tong ting tong
"siapa coba jam segini betamu" baek mengumoat dan menarik selimutnya untuk kembali tidur.
tak lama kemudian tiba-tiba pintu kamar baek terbuka dan di terobos oleh orang yang diyakini akan di umoatin baek sesaat lagi.
"hello baby. apa kau mau di temani tidur oleh kami?" ternyata yang mengganggu tidur baek adalah para sahabat kampretnya.
"oh tuhan. hyaa kalian mau mati huh. jangan mengganggu tidurku" baek menendang taemin yang menimpanya di atas selimut.
"uh tayang-tayang babang baek ambekan nih" lucas ikut menubruk baek. di susul yang lainnya. mereka tertawa terbahak-bahak meliahta baek kesal.
"keluar dari kamar ku" teriak baek.
"baek gak boleh mengusir tamu nak" yora tiba-tiba muncul membawa beberapa cemilan dan buah.
"mom. mereka menggangguku" rengek bark.
"sudah-sudah. ini makan cemilan dulu. cuci tangan kalian nak"ujar yora lembut.
tak lama kemudian seorang wanita cantik masuk dengan membawa beberapa selimut disusul bong ajhuma membawa bantal.
"mom ini selimut dan bantalnya" ujar aera lembut. sontak para lelaki langsung kaget dibuatnya.
pasalnya aera sangat cantik dan terlihat sangan imut. dengan rambut di kuncir kuda menyisakan anak-anak rambutnya yang halus. senyumnya yang teduh. sungguh goyah iman mereka.
"wahh apa aku sedang melihat tzuyu twice?" lucas menutup mulutnya kaget.
aera tersipu malu melihat para lelaki tampan di hadapannya. matanya tak sengaja melihat ke arah kai. hanya sekian detik. bahkan kai tak menyadarinya.
"oh iya kenalin ini aera. keponakan mom. aera sekolah di jerman. dan menyelesaikan belajarnya lebih cepat. seharusnya dia lulus 2 tahun lagi" jelas yora.
yora sangat menyayangi aera. karena selain tidak memiliki anak perempuan, aera juga hidup sendiri setelah ayah dan ibunya bercerai tak lama ibunya meninggal karena sakit, dn ayahnya menikah lagi dengan perempun yg tak beda jauh umur dengannya.
aera sempat depresi hingga akhirnya yora memutuskan untuk mengambil alih hak asuh aera. aera sempat sekolah di korea ketika SMA dan kemudian memutuskan untuk menyambung pendidikannya ke jerman.
"aku permisi dulu. selamat malam" aira hendak berbalik, tetapi di tahan oleh baek.
"mau kemana? di sini aja dulu" ujar baek. dan di iyakan oleh mark dan lucas.
"heh?" aera gelagapan. ia sangatvingin lari sekarang juga. entah apa yang membuatnya salah tingkah seperti ini.
"ak aku mau tidur. sudah larut" alasan aera.
"ah yang bener mau tidur. biasanya juga begadang amoe pagi" ledek baek. yah memang aera mengalami insomnia. kadang ia hanya tidur beberapa jam, dan kemudian terjaga sampai pagi. ia mengalami hal ini setelah ayahnya yang selalu datang ke tempatnya saat tengah malam.
saat di jerman, ia sering di kunjungi oleh ayahnya. bukan untuk melihat keadaan aera, ataupun mengkhawatirkan aera. melainkan ia ingin meminta uang kepada aera, karena ia beranggapan aera sangat banyak uang setelah di asuh oleh yora.
ayahnya sering membentaknya, dan memberantaki rumahnya sampai ia tidak bisa memejamkan mata. pernah ia disirami air dingin saat ia tidur. karena ayahnya kesal aera tak mau memberikannya uang.
padahal saat itu musim dingin.
aera tak pernah mengeluh atau mengadu kepada yora. karena ia tidak mau yora khawatir. hingga suatu saat ia tak sanggup lagi dengan tingkah ayah dan ibu tirinya yang selalu mengganggu dan memukulinya saat meminta uang. akhirnya ia nekat menelpin no darurat secara diam-diam saat ayah dan ibu tirinya mengurungnya di kamar mandi.
setelah kejadian itu, ia susah tidur. terlalu banyak beban dan derita yang di alami aera. syukurlah ia masih punya om dan tante serta sepupu yang sangat penyayanginya.
"ba..baiklah" aera duduk di sebelah yora. ia hanya diam. ia hanya menanggapi ketika di tanyakan. yah dia belum terbiasa dengan sahabat kakaknya itu.
"eara-ya bisa tolong ambilkan obat oppa di lemari itu. oppa lupa meminumnya" bisik baek kepada aera. aera mengangguk dan mengambil beberapa obat. aeran tentu tau dan faham, karena ia juga seorang dokter, hanya saja ia tidak bekerja.
"kau selalu melupakan obatmu tuan byun" kesal aera. baek hanya terdian dan terkekeh melihat aera yang mulutnya komat kamit karena kesel.
"apa itu hyung?" tanya lucas penasaran ketika melihat beberapa kapsul yang di serahkan aera kepada baek.
"hanya beberapa vitamin. kau mau?"
"no, aku tidak suka obat dan segala macam yang berbentuk seperti obat" tolak lucas
mereka berbincang ria, sampai jam menunjukkan pukul 3 dini hari.
mereka memutuskan untuk tidur, aera dan yora pun kembali ke kamar mereka masing-masing.
*****
kai dan yang lain menginat di rumah ortu baek. dan ini bukan kali pertama bagi mereka. bahkan mereka pernah membawa koper untuk menginap di rumah ortu baek. tentu saja setelah adu argumen dengan baek. tetapi ortu baek sangat suka jika mereka menginap. karena rumah menjadi rame dan ia suka saat memasak untuk mereka. sungguh kecantikan yora bukan hanya di wajahnya tetaoi di hatinya juga.
pukul 9 aera sudah siap-siap untuk mengurus beberapa hal untuk pembukaan kedai kopinya. ia berangkat bersama baekho.
sedangkan para lelaki tampan masih bobok cantik di kamar baek. sudah kebiasaan mereka bangun telat. yora tak tega membangunkan mereka, apalagi semalam mereka terlambat tidur.
"mom sangat bersyukur memiliki kalian" lirih yora. entah mengapa hanya dengan melihat anak-anaknya tidur saja sudah membuatnya bahagia. sungguh keibuan syekaleh mommy yora.
*****
bersambung
terimakasih semua telah membaca novel ini. dukung aku terus ya, love you all 💕
happy reading 💕