two heart

two heart
episode 4



SOOJUNG POV


di perjalanan aku dan kim kai hanya diam. hingga akhirnya dia memulai obrolan dengan menawarkan untuk mengantarkanku sampai rumah. dan aku kaget ternyata dia sangan friendly. dan yah sosoknya beberapa kali berhasil membuatku merona. aku sangat malu terlihat seperti ini di depannya. aku sangat suka saat dia memanggil namaku "soojung-ah" oh tuhan dia sangat manis. dan saat dia memintaku memanggilnya oppa. aku sedikit ragu, tetapi itu maunya kan. hehhe walau aku juga maunya gitu. saat dia dengan santainya mengacak rambutku, aku rasanya mau pingsan aja. jantungku seakan ingin melompat keluar. aku berusaha bersikap biasa saja. walau sebenarnya seperti ada segerombolan kupu-kupu terbang di perutku. hingga akhirnya dia berlalu.


*****


AUTHOR POV


setelah mengantarkan gadis pujaannya, kai langsung pulang ke apartemennya. hatinya seakan melompat bahagia. perasaannya berbunga-bunga dan dia tak henti-hentinya tersenyum.


"aaa cinca nomu kiyowooo. dia sangat pemalu, gemes deh" kai ketawa sendiri. entah apa yang merasuki anak ini.


esoknya saat di kampus sahabat kai sudah berada di depan kai. menuntutnya untuk menceritakan semua yang terjadi tadi malam.


"hya apa gue akan di introgasi? lihatlah gue seperti tersangka pidana saja lu pada melototin gue gini" ketus kai.


"oke lo gak usah banyak bacod. sekarang ceritain semua" baek sungguh tidak sabaran.


"hya gue cuman nganterin dia bukannya kencanin dia. walaupun bentar lagi bakalan kencan beneran" jawab kai asal seraya memainkan ponselnyaa.


"hya kentut jangan bohong sama kami. lo kate baru kemarin kami kenal lo? kaga mungkin lo cumn ngantetin dia doang" ketus baek.


"hyung, berhentilah sok cool. dia juga belum tentu suka sama hyung. sekarang lebih baik hyung cerita aja" lucas ikut nimbrung.


kai membetulakan posisi duduknya. dan menatap sahabatnya serius, mereka tampak sangat penasaran.


"semalam gue anterin dia, dia nunduk aja kaya takut banget sama gue. nah akhirnya gue yang ngomong duluan. gue tawarin buat anterin dia sampe rumah aja jangan sampe halte" kata kai sedikit dibuat-buat.


"anjirr si kentut, baru pertama ketemu udah nawarin antar ke rumah aje" timpal baek.


"hyung diamlah" mark kesal karena baek menyela cerita kai. "oke hyung lanjut" sambung mark kepada kai.


"udah cuman gitu aja, terus dia awalnya ragu akhirnya mau juga. abis nganterin gue langsung pulang. ah satu lagi, ternyata namanya soojung" jawab kai cengar cengir.


"gitu doang? kok gue agak gak percaya ya?" timpal baek.


"hya kalo gak percaya tanya aja sama orangnya langsung" ketus kai


"haaa. ide bagus. kuy gais kita tanyain ke orangnya langsung" lucas bangkit dan di ikuti oleh baek, mark dan taehyong.


"yak, kalian mau mati" kai berdengus kesal melihat sahabatnya.


"tadi suruh nanyak, sekarang malah nanyain mau mati atau enggak. ya tentu tidaklah. gue belum nikahin yena. gue mau mati sama-sama sma yena waktu udah tua" jawab lucas. dan di balas nyengir-nyengir begok sahabatnya.


"aku juga mau menua bersama yang beb yujinku tercinta sejagat raya" jawab mark dan berhasil membuat mereka ingin menendangnya sampai pluto.


geng tampan ini masih berdebat tidak jelas, sampai mereka tidak sadar bahwa soojung berada di dekat mereka. sampai taehyong menyadari kehadiran soojung dan langsung melerai sahabatnya.


"hya. berhentilah berdebat gak jelas. gak malu di liatin soojung tu" yang berhasil membuat mereka kaget dan dengan serentak memalingkan wajah ke arah soojung. soojung sedikit canggung. dia tidak tau harus bersikap seperti apa.


"a aanyonghaseo. maaf aku gangguin ya?" tanya soojung gelagapan. merasa tedak enak karena sudah mengganggu mereka.


"santai saja. oh iya ada keperluan apa?" tanya taehyong. soojung sebdikit kikuk.


"aku ingin memberikan ini, segai ucapan terimakasih karena mau membantuku kemarin" soojung memberikan masing-masing mereka bungkusan coklat yang di buatnya sendiri.


"apa ini?" tanya mark sambil membuka bungkusan.


"huaa ini coklat, heumm sangat enak. gomawo soojung" timpal lucas memuji coklat buatan soojung.


sojung agak sedikit kaget, ternyata mereka sangat ramah. beda seperti yang teman-temannya cerita. bahwa geng tampan ini hanya mau berteman dengan orang-orang kalangan mereka saja. mereka hanya ingin berbicara kepada orang yang mereka anggap pantas saja. padahal sebenarnya, mereka tidak pernah bersikap begitu. orang-orang saja yang berlebihan. mungkin mereka cari aman karn tau bahwa para lelaki tampan ini anak dari pemilik saham dari kampus ini.


"iya sama-sama. semoga kalian menikmatinya. aku pamit dulu" kata soojung dan hendak berlalu namun di cegat oleh kai.


"hey mau kemana, di sini saja" kai tanpa tau situasi langsung menarik tangan soojung untuk duduk di sampingnya. sahabat kai hanya menggelengkan kepala melihat tingkah seenak jidat kai itu. soojung gelagapan dengan situasi sekarang. para penghuni kampus menatapnya. dia tidak nyaman di perhatikan seperti itu.


"hey jangan menunduk" mark menimpal saat melihat soojung hanya menunduk.


"ah, ne. aku hanya tidak suka di tatap banyak orang seperti itu" jawab soojung. dan membuat para lelaki tampan ini melihat sekeliling mereka. dan benar saja semua mata tertuju kepada mereka.


kai melihat soojung yang merasa tidak nyaman dan dia tidk suka melihat gadianya seperti itu. kai merangkul soojung dan berhasil membuat the geng melotot dan soojung seakan mau pingsan.


"kau harus terbiasa soojung, karena besok dan besoknya lagi sampai seterusnya kau akan selalu bersama kami. kau tidak perlu hiraukan orang lain. hem" soojung menatap kai dan kai tersenyum kea arahnya.


"tapi oppa, a..aku" belum sempat soojung meneruskan ucapannya. lucas menyela


"what? oppa? hyung kau tidak menceritakan bagian yang ini. kau memotong ceritanya" lucas berdecak sebel dengan kai.


"apakah aku harus mebgatakannya. bukankah wajar memanggil orang yg lebih tua darinya oppa?" kai menyeringai ke arah lucas.


"baiklah, soojung berapa umurmu sekarang?" tanya mark.


"20 tahun. dan bulan oktober nanti 21" mark menyeringai licik ke arah kai dan lucas ikut menyeringai penuh kemenangan.


"karena memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan oppa itu wajar. maka soojung kau harus memanggil kami oppa juga. karena kami lebih tua darimu" lucas dengan bangganya melihat ke arah kai.


"ya benar. kau harus memanggil kami oppa. oke?" timpal mark. sungguh kai sangat ingin menyumpal kedua mulut bocah ini.


sadar bahwa sahabatnya terlalu kekanakan dan membuat soojung tidak nyaman.


"sudahlah berhenti bersikap seperti ini" tegur taehyong.


mereka akhirnya berhenti. baek yang merasa pusing melihat sahabatnya akhirnya memilih pergi. sebenarnya bukan itu alasannya. bukan baek namanaya jika hanya diam ketika melihat sahabatnya mengadu argumen gak jelas seperti ini. biasanya dia akan lebih heboh dari dua bocah itu.


"hyung kau mau kemana?" tanya mark. merasa heran melihat sikap baek yang tidak seperti biasanya.


"tumbenan baek hyung jadi pendiam ya. biasanya juga ngalahin emak-emak komplek" lucas merasa heran dengan baek yang hanya diam sedari tadi. dia hanya sesekali menimpali obrolan mereka. dia merasa ada yang tidak beres dengan baek. tapi lucas tidak menampakkan kekhawatirannya di depan sahabatnya. mereka melanjutkan mengobrol tanpa merasa janggal dengan sikap baek.


*****


saat ini kai, taehyong, duo bocil dan soojung sedang berada di sebuah mall. mereka di paksa oleh duo bocil untuk jalan-jalan alasannya sebagai penyambutan soojung di geng mereka.


"sampai kapan kita akan memitari mall ini?" tanya taehyong yang tidak mengerti dengan duo bocil ini. dari tadi mereka hanya keliling mall saja.


"ayolah hyung kita perlu sedik tebar peson, pamer dikit kan gak apa-apa sebagai ungkapan terimakasih kita kepada ortu karna telah melahirkan anak-anak tampan seperti kita" timpal lucas dengan bangganya. taehyong menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan adik kecilnya itu. mark yang mendengar perkataan lucas hanya bis tertawa, padahal tidak ad yang lucu. kalau soojung dan kai mereka hnya **** senyum melihat duo bocil itu.


setelah beberapa saat memutari mall. akhirnya mereka memilih makan di salah satu tempat makan di mall itu. duo bocil masih heboh saat memesan makanan, hal ini membuat soojung tak bisa berhenti tertawa melihat mereka. tertawanya masih mlu-malu karena belum terbiasa dengan mereka. kai diam-diam menatap gadis pujaannya. dia juga refleks tersenyum memamerkan giginya ketika melihat soojung menahan tawanya. terkadang ia tersenyum. sungguh hati kai berbunga-bunga.


"yeppo" tanpa sadar kai mengatakan itu dan soojung melihat ke atasnya.


"mwo?" soojung secara refleks juga melihat ke atas kai. mata mereka saling menatap. soojung merasa wajahnya panas, jantungnya berdegub sangat kencang.


"nomu yeppo, soojung-ah kamu sayangat cantik" ujar kai tanpa bersuara namun di mengerti oleh soojung.


deg


deg


deg


soojung merasa nafasnya terhenti. dia mencoba mengalihkan pandangannya. kai tersenyum. dia merasa sangat gemas dengan tingkah soojung. dia sangat suka menggoda soojung apalagi saat soojung salah tingkah. sangat imut.


"soojung-ah, apa di sini terlalu panas sampai membuat wajahmu memerah?" tanya taehyong. sebenarnya dia tau kalau kai menggodanya. tetapi dia pura-pura enggak tau. soojung memegang pipinya.


"aa. aaanyia, aku aku hanya" soojung gelagapan. belum sempat soojung mengatakan alasannya kai memegang tangan soojung. soojung bingung dan kaget.


"ayo ikut aku, kalian makan aja ya. gue sama soojung duluan" kata kai seraya menarik lembut tangan soojung untuk mengikutinya. sojung hanya menurut dengan wajah bingungnya. dia berpamitan kepada teman-temannya dan berlalu bersama kai.


kai masih menggengam tangan soojung, dia membawa soojung keluar dari mall dan menuju ke parkiran. dan menuju apartenen kai. selama di perjalanan mereka hanya diam. soojung juga tidak tau harus berbicara apa. sedangkan kai dia sedang sibuk dengan isi otaknya sendiri.


sampai di apartemen kai, kai membukakan pintu untuk soojung.


"kamsahamida" soojung salah tingkah saat tiperlakukan seperti itu. mereka pun berjalan beriringan ke apartemen kai. merka masih sama-sama bungkam. soojung hanya mengikuti kai saja tanpa berani menanyakan apapun.


"tenang saja aku gak bakalan macem-macem kok. dan sekarang kita mau ke apartemenku. jadi kau todak perlu takut" kai seperti tau apa yang menggeluti fikiran soojung. wajar saja ia tiba-tiba membawa soojung seperti itu.


"baiklah, tapi oppa untuk apa kita ke apartemenmu?" soojung memberanikan diri untuk bertanaya. kai hanya tersenyum dan mecolek lembut hidung soojung. sojung salah tingkah. lagi-lagi kai **** senyumnya gamas melihat soojung yang salting.


tiba di apartemen kai, kai mempersilahkan duduk soojung dan berlalu mengambil soda untuk mereka. soojung hanya diam saja, tanpa mengucapkan apapun.


"ini minumlah" tawar kai. soojung mengambil soda pemberian kai.


"kamsahamida" dia kembali diam.


"apa kau takut?" tanya kai


"aku hanya sedikit bingung oppa"


"apa karena aku membawqmu ke sini?"


soojung sedikit mengangguk. kai merubah posisi duduknya ke samping menghadap soojung. dia memegang bahu soojung dan dengan lembut memutar posisi soojung ke arahnya. soojung menunduk.


"soojunga-ah. lihat oppa" suara kai sangat lembut. dan soojung memberanikan diri melihat ke arah kai.


"jangan takut kepadaku, karena aku tidak akan menyakitim" kai diam dan tangan kanannya memegang lembut pipi soojung "aku tidak akan menyakiti orang yang aku cintai" lanjut kai


deg


soojung merasa pusing mendengar apa yang di katakan kai, dia mencoba mencern perkataan kai. merasa tau apa yang di fikirkan soojung kai pun beralih menggenggam kedua tangan soojung. dia melihat soojung lekat.


"soojung-ah sarange, cinca sarangeo. kau.. kau mau menjadi pacarku?" kai memberanikan diri mengungkapkan perasannya kepada soojung. soojung kehabisan kata-kata, matanya terasa panas. dia tidak tau harus berkata apa. karena setelah kemarin kai mengantarkannya, dia mulai merasa menyukai lelaki itu. dan dia tidk menyangka bahwa ternyata kai juga menyukainya. bahkan mengajaknya berpacaran. tanpa di sadari air mata soojung lolos.


"weoo? kenapa kamu menangis?" kai mengusap pipi soojung menyeka air matanya. "apa aku membuatmu kaget?" kai mengusap lembut pipi soojung.


"aku.. aku merasa ini tidak nyata oppa. bahkan aku tidak berani membayangkannya" ujar soojung terisak. kai tersenyum melihat soojung dan membawanya ke pelukannya.


"ini nyata. kau tidak perlu takut, karena aku tidak pernah ngeprenk orang dengan perasaanku" kai mengusap lembut rambut soojung di dalam pelukannya. tanpa di duga sojung membalas pelukan kai yang berhasil membuat kai memamerkan deretan gigi putihnya. kai mempererat pelukannya. dia sangat


bahagia saat ini


"nadu sarange oppa" soojung membenamkan wajahnya di dada bidang kai. hatinya tak karuan saat ini. rasanya seperti mimpi.


_


_


_


_


BERSAMBUNG


kira-kira apa yang terjadi setelah kai dan soojumg saling mengumgkapkan perasaan. ikuti terus ya chinggudeul.


miane chinggu jika banyak typo. heheh 😅 maklum author masih pemula. selalu dukung aku ya chinggu, karena dukungan dan masukan kalian sangat membatu aku untuk lebih semangat.


jangan lupa tekan ❤ dan berikan lika dan komen ya chinggu. goomawoo, sarange 💕