two heart

two heart
episode 12



*apakah masih ada hari esok untukku. bahkan aku takut untuk berharap agar bisa menghirup udara*


DI APARTEMEN BAEK


BAEK POV


setelah kejadian sulli dan taemin aku menyadari satu hal. bahwa sesuatu yang kita sembunyikan atau kita pendam sendiri belum tentu berakhir baik. bahkan bisa saja merusak segalanya.


aku masih enggan untuk membicarakan hal yang selama ini aku sembunyikan kepada sahabat-sahabatku.


aku merasa belum saatnya aku memberi tahu semuanya. aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka tau apa yang aku alami.


kata-kata kai selalu terngiang di kepalaku "baiklah. lain kali kalau ada masalah tu di omongin jangan main lari aja gitu. lu pikir kita apa hah. kita tuh beteman dari orok. kita itu keluarga"


"aaarrgghhh aku bisa gila kalau begini" aku benar-benar bimbang saat ini. bahkan aku tidak mau mereka mengasihaniku.


sebenarnya aku terlalu takut untuk menerima kenyataan pahit yang aku lalui saat ini. bahkan rasanya aku ingin mati saja jika rasa itu datang. bahkan aku hanya bisa meringkuk kesakitan sendirian.


bahkan keluargaku tidak ada yang kuberitahu kecuali sepupuku byun aera yang mengatahuinya. itupun tanpa sengaja.


setelah memikirkan dengan matang aku berteka untuk memberi tahu semua yang ku sembunyikan selama ini kepada sahabat dan keluargaku. semua berkan dorongan dan dukungan aera. ia selalu meyakinkaku dan membantuku selama ini.


aku membuat janji dengan sahabat-sahabatku malam ini. aku mengundang mereka untuk datang ke rumahku. yah rumah orang tuaku tentunya. karena aku ingin memberitahukan semunya kepada mereka.


*****


malam ini kai dan yang lainnya di undang untuk makan malan di rumah baek. tidak biasanya baek mengundang mereka makan bersama serta orang tuanya. kai dan taemin membawa serta kekasih mereka.


mereka berangkat sekalian. setelah janjian untuk bertemu di persimpangan rumah ortu baek.


"tumben tumbenan si baek ngajak makan malam gini. swit banget deh dia" ujar taemin.


"aku merasa ada yang aneh dengan baek. tapi mungkin hanya perasaanku saja" ujar taehyong


"maksud lu ape dah. bukannya dia emang manusia aneh?" celetuk kai


"iya aku tau dia emang aneh. tapi ini beda, beberapa hari ini dia sering menghilang gitu aja. terus sering banget pergi ke jerman atau london. katanya mau holidelah" benar juga yang di katakan taehyong. memang baek agak beda beberapa hari ini. seperti advyang di sembunyikan dari teman-temannya.


"gue rasa juga gitu. gue ngerasa ada yabg di tutupin dari kita" sambung lucas.


"nanti kita tanya langsung ke orangnya. jangan mikir yang tidak-tidak" sambung sulli.


mereka memasuki rumah baek yang tidak kalah mewah dari rumah ortu kai.


"kirain gak bakalan dateng" sambut baek dengan berkacak pinggang melihat sahabatnya yang baru datang.


"iye maap, kite dandan dulu tadi. kan di undang ame pangeran kentut" celetuk kai. yang berhasil membuat baek menjitak kepakanya.


mereka tidak sadar bahwa ibunya baek memerhatikan mereka dengan senyum merekah. ia bahagia melihat mereka akur seperti itu.


"bark. kenapa selalu memukul kepala kai?" yora menghampiri mereke. ia mengelus lembut kepala kai.


"apakah sakit nak?" tanya yora lembut. keanggunan ibunya sedikitpun tidak menurun kepada baek.


"mommy, kepalaku seperti mau pecah. baek selalu memukul kepalaku" rengek kai kepada tante kesayangannya.


"aduh gusti. apa-apaan ini. udah ah ayo makan" baek geli melihat kai yang selalu manja dengan ibunya.


mereka terkekeh geli melihat kai. bahkan kai lebih mirip anaknya yora ketimbang baek. selain kai sangat manja dengan yora, ia juga kerap kali memanggilnya mommy seperti baek.


"ayo kita makan malam dulu. pasgi sudah pada lapar kan?" yora mempersilahkan tamunya untuk menikmati hidangan yang sudah di persiapkan olehnya dan keponakan kesayangannya, aera.


"banyak banget mom. apa ada acara khusus?" tanya kai yang kaget dengan begitu banyak makanan di atas meja.


"kalau mommy boleh tau. siapa gadis-gadis cantik ini?" yora tersenyum lembut. sulli dan soojung membungkukkan kepala hormat.


"saya soojung tante, dan ini sulli" jelas soojung. yora mendekat ke mereka.


"cantik" ujar yora.


"terimakasih tante" sulli dan soojung serempak.


"ya sudah kita makan dulu" lanjut yora.


mereka menikmati makan malam dengan sedikit obrolan ringan. di sana sudah ada thegeng, dan ortu baek.


"aku tidak melihat aera. kemana dia mom?" baek baru sadar jika sepupunya itu tidak kelihatan.


"oh iya mom lupa. tadi aera pamit untuk ke rumah temannya" jelas yora. baek mengangguk-angguk.


setelah makan malam selesai. mereka berkumpul di ruang tamu. mereka menikmati cemilan yang di buatkan aera.


"aunty, enak banget cakenya" ujar lucas antusias. di susul anggukan yang lain.


"tentu dong. keponakan tante itu pinter banget masak. dan jago buat kueh" jelas yora.


"ahh jadi pengen ketemu orangnya" ujar mark.


setelah berbincang-bincang, baek pun memulai pembicaraan seriusnya.


"maaf sebelumnya, aku ngundang kalian kesini. sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian. aku bukannya tidak ingin memberi tahukan kalian masalah ini. cuman aku merasa bisa melewatinya sendiri tanpa menyusahkan kalian" baek terdiam sesaat. mencoba menata kata-katanya.


"baiklah, sebenarnya selama ini aku menyembunyikan sebuah fakta besar dari mom dan dad, dan juga kalian" sambungnya. sangat berat untuk mengatakan semuanya.


"apa maksudmu baek. jangan membuat kami khawatir seperti ini" ujar taemin.


"maafkan aku. sebenarnya aku mengidap kanker otak, selama 2 tahun terakhir aku sering kabur dari kalian tiba-tiba. sering ke luar negri tiba-tiba. itu semua karena aku tak mau menampakkan rasa sakit yang sangat berat di kepalaku. dan aku bolak balik luar negri, untuk berobat" jelas baek yang membuat seisi ruangan kaget.


"apa maksud lo hah? kanker?" kai rasanya ingin menonjok baek. ia sangat kesal karena baek menyembunyikan hal besar seperti ini. bahkan dari keluarganya.


"maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya. hanya saja aku terlalu takut untuk jujur" baek mengisap kasar wajahnya.


yora dan baekho sangat syok. bakan yora tidak sadar bahwa air matanya telah menetes.


"mom maafkan aku. aku hanya tidak mau mom bersedih, dan membuat dad khawatir" baek menggenggam tangan ibunya.


"kamu hikss..... kenapa kesakitan sendiri hiks..hikss.. kamu punya mom dan dad hikss... anakku hiks" nami memeluk erat putra kesayangannya. ia berharap semuanya hanya bohong atau mimpi. namun inilah kenyataan.


"kumohon jangan menangis mom. aku minta maaf. aku akan berusaha untuk terus sehat. aku berjanji" baek mempererat pelukan ibunya.


suasana menjadi haru. kai dan yang lainnya juga ikut menangis melihat baek yang ternyata selama ini terpuruk dan kesakitan sendirian.


baek menghampiri teman-temannya. mark dan lucas berhambur memeluknya. baek memeluk adik kecil kesayangan mereka itu.


"hyungg hikss" mereka benar-benar kaget dengan semua krnyataan yang meninpa baek. kai dan yang lain ikut bangkit untuk memeluk baek. seklah memberi energi untuk baek agar tetap tegar dan kuat.


sulli dan soojung tak bisa menahan air mata mereka ketika melihat persahabatan kekasih mereka yang sangat erat.


*****


bersambung


terimakasih sudah mau membaca novel ini. jangan lupa di like, di komen dan tambahkan ke favorite ya. love you all 💕💕


happy reading 💞