
*banyak hal yang ingin aku lakukan dan aku capai, tetapi aku tak tau apakah itu bisa terwujud. bahkan ku ingin sekali saja egois. namun apakah aku pantas?*
setelah aera memberi obat untuk baek, ia kembali ke ruang keluarga.
"kemana baek?" tanya yora.
"oppa sedang istirahat mom. setelah minum obat ia tertidur. efek obat mungkin" jelas aera. ia bersikap sebiasa mungkin. karena ia tidak mau keluarganya khawatir, tentu baek juga menginginkan demikian.
"apa dia kesakitan lagi" yora khawatir.
"tidak mom. ini memang jadwalnya minum obat" aera mencoba menenangkan yora.
"syukurlah" yora tersenyum. sangat keibuan.
*****
malam semakin larut. baek memilih untuk tidur di kamar tamu. ia beralasan malas bangun lagi.
semua sudah tidur. taemin dan taehyong tidur di kasur baek. sedangkan lucas dan mark tidur di kasur satunya lagi yang di letakkan di lantai.
kai masih belum bisa tidur. sebenarnya saat ini ia sedang mengerjakan seplbuah proyek dengan salah satu perusahaan di china. ia sedikit kualahan karena ia tak mau memberatkan baek. apalagi dengan keadaan baek yang saat ini kurang sehat.
ia tidak menampakkannya. ia tak ingin baek merasa di kasuhani. karena kai sangat tau sifat baek. ia bukannya kasihan, hanya saja ia tak mau terjadi apa-apa dengan baek. ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi kepada baek.
saat ini kai sedang memeriksa beberapa hal yang menyangkut kerjasamanya. ia membolak balikkan berkas yang berhamburan di meja kerja pamannya yaitu daddynya baek.
tadi setelah mengantar soojung ia menyempatkan diri mampir ke kantor dan mengambil beberapa berkas. ia masih berkutat dengan kerjaannya. sampai ia tidak tau bahwa aera berada tak jauh dengannya.
aera tak tau bahwa kai ada di sana. karena sebelum kai datang, aera sudah lebih dulu ada di sana. ia sedang mendengarkan musik dari ponselnya sembari membaca beberaa buku.
memang kebiasaannya, jika tidak bisa tidur maka dia akan membaca buku sambil mendengarkan musik.
ia tidak menyadari kedatangan kai karena asik membaca. dan volume musiknyapun sangan besar. begitu juga dengan kai, ia tidak tau bahwa di sana juga ada aera.
mata kai sudah sangat berat. ia ingin segera tidur, tetapi masih ada beberapa berkas yang haris di periksanya. beberapa kali ia menguap. sedangkan aera, ia sma sekali tidak bergeming. ia sngat tenang, bahkan sedikitpun ia tidak merubah posisinya.
tempat kerja baekho terhubung dengan perpustakaan kecil milik yora. karena istrinya sangat suka membaca akhirnya ia memutuskan untuk membuat perpustakaan mini. mini bagi mereka. tetapi terbilang besar untuk orang biasa seperti kita ini.
di perpustakaan itu terdapat kursi santai yang bisa untuk tiduran ataupun hanya sekedar duduk. cukup nyaman untuk di gunakan membaca.
setelah menyelesaikan pekerjaannya, kai pun tertidur di meja kerjanya. ia sudh tidak sanggup lagi menahan rasa kantuknya.
sekitar pukul 3 pagi eara merasa haus dn bangkit ingin mengambil air di dapur. ia kaget seseorang yang tertidur di meja kerja pamannya.
"siapa itu. apa paman tertidur saat bekerja. tetapi seertinya bukan paman" eara mendekati meja kerja. ia melihat dan ternyata kai.
"kai oppa?" aera kebingungan. mau membangunkan tapi enggak tega. mau membiarkan kai tidur di sini takutnya lehernya sakit.
aera mencoba membetulkan posisi tidur kai. ia mengangkat kepala kai dan menyenderkannya di senderan kursi. yah namanya juga kursi olkhai jadi ya you no lah.
aera mengambil selimutnya dan memnyelimuti kai. setelah merasa kai sudah nyaman ia pun berlalu ke dapur. anadai kalian tau, saat ini jantung aera seakan ingin keluar dari tempatnya.
"ad apa denganmu aera. sadarlah kai oppa sudah ada pacar" aera menepuk-nepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya.
aera meminum air dengan sekali tegukan. ia merasa sangat kacau. apa yang membuat ia seperti ini. apa ia menyukai kai. oh ayolah aera bukan orang akan menyukai sesuatu yang milik orang lain.
aera kembali ke perpustakaan tanpa melihat sedikitpun ke arah kai. tetapi sia-sia, ia tetap tidak bisa jika tidak melirik ke arah kai.
ia melihat sekilas ke arah kai. dan kemudian berlari ke arah perpustakaan.
"apa ini, ya tuhan apa aku sudah gila?" aera mengacak-acak rambutnya. karena tidak ingin fikirannya makin kacau, aera memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
aera sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. ia sangat gelisah. ia takut dengan perasaannya sendiri.
*****
pagi hari kai di bangunkan oleh alarm yang ia setel pada pukul 8 pagi. ia menggeliat, dan perlahan membuka matanya. ia melihat ada selimut di yang menyelimutinya.
"selimut siapa ini?" ia mengambil selimutnya dan menatap selimutnya. "ini bukan aroma mom, lalu siapa?" ia memperhatikan lekat-lekat selimut itu. ia melihat ada sebuah tulisan dari sulaman.
"aera kim?" gumam kai. "kenaa aera menyelimutiku?" tanpa di sadari jantung kai berdebar. "ekhm. mungkin dia kasihan kali yak. udah gak usah mikir yang bukan-bukan kai. sadarkan dirimu" kai menepuk kedua pipunya untuk menyadarkannya.
ia pun bangkit. ia meregangkan ototnya sembari menguap. ia harus berangkat ke kantor pagi ini. karena ada tamu dari china yang akn membahas kerja sama mereka.
"hah. oke kim kai sekarang sadarkan dirimu dan berjuanglah untuk perusahaan" ia mengepalkan tangannya sembari mengucapkan "hwaiting"
*****
setelah kejadian malam itu kai dan aera saling canggung. mereka bahkan terkesan saling menghindar. baek seperti menyadari perubahan pada adik dan sahabatnya itu. namun ia tak ingin ikut campur.
tinggal 2 bulan lagi kai, baek dan taehyong akan wisuda. mark dan lucas sangat cerewet. mereka selalu mengingatkan hyungnya untuk tidak melupakan mereka. dan selalu jemput mereka jika mereka menelpon. padahal tiap hari juga ketemu.
"aku tidak mau tau, jika nanti hyung udah lulus. hyung harus tetap ke kampus kalau kami telpon. jangan pernah membantah jika kami menyuruh untuk di jemput. dan jangan buat alasan sibuk dengan kantor, atau dengan pacar jika kami ingin bertemu" lucas berpidato panjang lebar.
kai, baek dan taehyong hanya mengangguk saja. yah percuma juga di ladenin. gak bakalan kelar entar.
"oh iya, soojung kok gak nampak ya udah 2 hari?" tanya baek.
"dia lagi persiapa untuk wisuda juga. maklumlah ya. orang smart jadi lulusnya cepet" pamer kai bangga. mereka akhirnya tau alasan kai mau wisuda. biasanya juga males. entah kejedot apa kepalanya sampai bisa kaya gitu.
"berarti wisudanya sekalian dong?" tanya baek.
"iya dungs" kai nyengir. setelah berbincang-bincang ria mereka pun akhirnya pulang ke apartemen masing-masih. mereka sudah cukup lama menginap di rumah baek. dan 2 hari lagi mereka harus menginap di rumah ortu kai. jika tidak, mereka akan di jemout atu atu untuk di seret ke rumah kai oleh mamanya kai.
*****
bersambung
happy reading. love you all
jangan lupa like komen dan tambahkan ke favorite ya teman-teman 💕