TREASURE SEIZES HAPPINESS

TREASURE SEIZES HAPPINESS
~MENANGIS



‍‍‍‍‍‍"Aurel?! Mau ngapaian kamu?" Tanya vallerie dengan nada sedikit keras,


"mengurus hama yang telah menganggu hidupku!" Ucap Aurel dengan menunjukan smirk nya,


"lepaskan tanganku! Aku mau keluar!!" Ucap vallerie yang berusaha melepaskan genggaman aurel dari tangan nya tersebut,


"baiklah aku juga tidak suka berbasa-basi"


*jleb ucap Aurel sambil menancapkan pisau di perut vallerie 2 kali,


"Apa yang kamu lakukan!! Anakkkuuu" ucap vallerie meringis kesakitan tanpa mengatakan apapun Aurel pun meninggalkan tempat itu.


"Gak-gak aku harus keluar biar anakku selamat" ucap vallerie sambil menahan sakit


"tunggu sebentar ya baby, mommy akan menyelamatkan mu" ucap vallerie lagi sambil berusaha berjalan keluar dari kamar mandi tersebut,


"sayang..." Panggil vallerie berharap revfaldy mendengar kannya "sayang...." Panggil vallerie lagi karena merasa ada yang memanggilnya di dalam revfaldy menekatkan dirinya supaya masuk ke dalam kamar mandi tersebut tanpa memikirkan bahwa kamar mandi yang ia masuki merupakan kamar mandi khusus untuk perempuan setelah masuk ke dalam ia mendapati istrinya tengah dilumuri dengan darah,


"Sayang!!!! Kamu kenapa?" Tanya revfaldy sambil berusaha mengendong istrinya,


"tolong selamatin anak kita sayang" ucap vallerie kemudian revfaldy mengendong vallerie dan segera melarikannya ke rumah sakit.


********


Selama perjalanan vallerie terus meringis kesakitan,


"sayang, cepat" ucap vallerie


"baiklah kamu jangan tidur ya kita akan segera sampai" ucap revfaldy yang sedang fokus menyetir setelah menempuh perjalanan selama 10 menit mereka pun sampai di rumah sakit dan revfaldy segera mengendong vallerie masuk ke dalam,


"DOKTER!!!!!" Teriak revfaldy kemudian dokter dan beberapa perawat pun datang karena melihat kondisi vallerie yang sangat sekarat mereka pun membawa vallerie ke ruang operasi.


******


Semua keluarga vallerie pun tengah berkumpul untuk menunggu operasi vallerie selesai. Setelah menunggu sekitar 4 jam akhirnya operasi vallerie pun telah selesai dan dokterpun keluar dari ruangan operasi tersebut dan langsung menghampiri revfaldy untuk memberi tahu keadaan istrinya tersebut "Pak..Bu..." panggil dokter


"bagaimana istri dan anak saya dok?" Tanya revfaldy khwatir


"pertama-tama saya meminta maaf pak, anak bapak tidak bisa saya selamatkan karena tusukan yang diterima Bu vallerie sangat dalam sehingga mengenai bayi yang ada didalam kandungan bu vallerie" ucap dokter


"bagaimana keadaan anak saya dok" tanya ibu vallerie ,


"Bu vallerie baik-baik saja, kalau begitu saya permisi dulu ya" ucap dokter lalu meninggalkan mereka


"ma,pa aku ga salah dengar kan? Anakku masih hidup kan?" Tanya revfaldy sambil menangis. Ini pertama kalinya orangtua revfaldy melihat anaknya pertama nya tersebut menangis karena semenjak revfaldy masuk ke dalam dunia mafia ia hanya terlihat seperti seorang yang dingin, kejam dan membunuh tanpa merasa kasihan akan tetapi sekarang semua sifat itu mendadak hilang ketika ia kehilangan seorang anak yang sangat ia nantikan tersebut.


"pa jawab aku!" Ucap revfaldy sambil memeluk ayahnya sangat erat ,


"Iya nak kamu harus kuat buat bisa bilang ke istrimu nanti" sambung mama revfaldy,


"Bu,yah aku minta maaf ga bisa jaga vallerie dengan baik-baik,tapi aku janji bakal cari orang yang buat vallerie sampai seperti ini" ucap revfaldy berjalan menuju ibu dan ayah mertuanya tersebut


"ini bukan salahmu juga rev, Kamu harus kuat demi vallerie jangan terlalu terbawa suasana ya" ucap ibu vallerie.


Kini revfaldy masih setia menunggu istrinya sadar ,


"sayang, kamu ga capek tidur terus? Aku daritadi tungguin kamu loh" ucap revfaldy sambil memegang tangan vallerie dan mengelus nya ditengah-tengah ia sedang menunggu istrinya tiba-tiba ada suara ketokan pintu ,


"kak,ayo makan dulu dari tadi pagi kamu belum makan loh" ajak rafael,


"ga, aku ga lapar" ucap revfaldy menolak,


"kakak harus makan supaya bisa menjaga vallerie nanti, kalau kakak sakit ga ada yang jagain vallerie" ucap Rafael.


Mendengar ucapan rafael, revfaldy pun terpaksa untuk pergi makan setelah selesai makan revfaldy pun kembali ke kamar vallerie, karena merasa kelelahan revfaldy pun tertidur di samping vallerie.


07:00 p.m.


Vallerie pun kini sudah sadar, ia melihat sekeliling dan mendapati bahwa ia sedang berada di rumah sakit beserta suaminya berada di sampingnya dan ia pun berusaha untuk duduk, karena merasa ada yang bergerak revfaldy pun terbangun dari tidurnya dan mendapati istrinya yang tengah berusaha duduk kemudian ia pun membantu vallerie untuk duduk,


"kamu laper?" Tanya revfaldy,


"ga, sayang kok ga ada gerakan dari baby-nya sih?" Tanya vallerie yang membuat revfaldy terkejut ,


"sayang, maaf aku ga bisa selamatin baby-nya" ucap revfaldy ,


"ga-ga mungkin ga mungkin aku keguguran ga sayang!!!!" Teriak vallerie sambil memukul dada revfaldy ,


"maafin aku sayang" ucap revfaldy sambil memeluk vallerie ,


"lepasin aku!!!! Keluar!!" Teriak vallerie,


"sayang dengarin aku" ucapan revfaldy terpotong karena teriakan vallerie


"KELUAR REVFALDY!!!!!!!" Teriak vallerie


"VALLERIE!" Revfaldy pun ikut membentak istrinya tersebut,


"maaf, tapi aku tidak mau kehilangan kamu cukup anak kita saja jangan membuatku kehilanganmu lagi" ucap revfaldy sambil memeluk vallerie erat


"kenapa rev Kenapa?" Tanya vallerie


"shuttt aku akan mencari orang tersebut sampai dapat" ucap revfaldy.