
"Rafael kenapa hm?" Tanya revfaldy,
"ah gapapa kok gajadi" ucap vallerie sambil senyum
"aku tidak suka dibikin penasaran sayang" ucap revfaldy
"baiklah-baiklah, Rafael itu seperti sudah sangat akrab kepadaku padahal kita baru ketemu beberapa kali dan satu lagi dia tau semua barang yang aku suka, aneh kan sayang" jelas vallerie,
"mungkin dia hanya menebaknya" ucap revfaldy,
"bisa juga sih, tapi...." *Cupp ucapan vallerie terpotong,
"akhiri percakapan ini sayang aku tidak suka saat kamu bersama ku kamu membahas cowok lain" ucap revfaldy dengan tatapan yang tajam,
"baiklah, padahal kau yang membuat ku membahasnya" ucap vallerie
*Pov
Rafael? Ada hubungan apa dia dengan vallerie sebenarnya? Kenapa aku merasa ada yang aneh semenjak ia mengandung ,dokter sudah mengatakan bahwa vallerie pernah kecelakaan dan rafael yang begitu memahaminya. Aku akan mencari tau kebenarannya.
*Pov end
09:00 p.m.
"Sayang aku mengantuk ayo tidur." Ajak vallerie ,
"kamu duluan, aku akan menyusul nanti." Ucap revfaldy
"kenapa mau kerja lagi?" Tanya vallerie kesal
"bukan sayang aku akan menelepon Rafael untuk memberi tahunya untuk menemanimu besok" ucap revfaldy
"baiklah aku akan memberimu waktu 10 menit untuk meneleponnya jika kamu tidak masuk tepat waktu aku akan menyuruhmu tidur diluar" ucap vallerie
"tapi sayang..." Ucap revfaldy terpotong
"5 menit!!" Ucap vallerie
"Baiklah-baiklah aku akan kalah jika terus berdebat denganmu" ucap revfaldy
"terserah kamu saja" ucap vallerie meninggalkan revfaldy dan berjalan menuju kamarnya.
***Keluarga Stan***
"Haish.. kenapa berkas-berkas ini sangat menyiksa ku" keluh rafael. Rafael anak ketiga dari keluarga Stan tersebut memegang salah satu perusahaan ayahnya padahal dari kecil ia sudah sangat membenci urusan tentang bisnis karena menurutnya itu hanya akan membuatnya stress melainkan melukis ia adalah seseorang yang sangat berbakat dalam melukis akan tetapi bakatnya itu tidak dapat dikembangkan karena ia dipaksa oleh ayahnya tersebut untuk meneruskan salah satu perusahaannya.
Ditengah-tengah ia sedang mengerjakan berkasnya ia mendapat telepon dari kakak tertuanya tersebut.
*Call
Halo? : Rafael
Apa kau sibuk besok? : Revfaldy
Tergantung situasi kenapa? : Rafael
Aku ingin meminta mu untuk menemani vallerie di rumah sebentar karena besok aku ada urusan dikantor : revfaldy
Aku akan mengusahakan nya besok : Rafael
Jika tidak bisa aku akan meminta tolong saja kepada abigael saja : revfaldy
Sebentar aku sedang memeriksa jadwal : Rafael
Cepat lah aku hanya memiliki waktu 5 menit untuk membicarakan hal ini : revfaldy
Baiklah aku akan kesana besok : Rafael
Jam 7 kamu sudah harus sampai : revfaldy
Baiklah : Rafael
*Call end
Setelah menyelesaikan teleponnya revfaldy langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya tersebut dan ia mendapati istrinya sedang duduk dengan muka kesalnya terhadap suaminya tersebut .
"kamu telat 10 detik sayang!" Ucapnya
"ahh rafael sedang memeriksa jadwal nya tadi jadi sedikit lama sayang" ucap revfaldy mendekati vallerie dan duduk di sampingnya
"jika dia sibuk jangan mengganggunya sayang" ucap vallerie
"dia bakal datang besok" ucap revfaldy
"sudahlah aku juga bisa sendirian di rumah" ucap vallerie
"kamu udah lupa kejadian hari itu aku tidak mau kamu dan anakku celaka sayang" ucap revfaldy
"tapi aku bisa jaga diri aku sendiri!" Ucap vallerie
"sudahlah aku melakukannya untuk keselamatan mu dan anak kita, aku tidak mau kehilangan kalian berdua sayang" ucap revfaldy
"terserah kamu saja aku mau tidur." Ucap vallerie langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan diikuti oleh suaminya tersebut kemudian revfaldy memeluk vallerie dari belakang "jangan pernah meninggalkan ku" ucap revfaldy.
06:00 a.m.
"sayang, mandi sana aku akan menyelesaikan nya" ucap vallerie
"kamu bisa?" Tanya revfaldy
"bisa dong" ucap vallerie
"baiklah, tapi ingat harus hati-hati oke?" Ucap revfaldy
"baiklah sayang" ucap vallerie kemudian revfaldy pun pergi untuk mandi.
Ditengah-tengah vallerie tengah memasak ada yang menekan bel rumahnya tersebut "siapa yang datang pagi-pagi coba?" Tanyanya dalam hati pada saat dia membuka pintu ternyata yang datang adalah Rafael yang merupakan adik dari suaminya tersebut.
"eh Rafael, kamu sudah sarapan?" Tanya vallerie
"belum val, tadi buru-buru soalnya" ucap Rafael
"siapa itu sayang?" Teriak revfaldy
"ah ini Rafael sudah datang" ucap vallerie
"suruh dia masuk sayang" ucap revfaldy kemudian mereka pun sarapan bersama.
"aku sudah selesai" ucap revfaldy
"letakan saja piringnya aku yang akan membersihkan nya nanti" ucap vallerie
"baiklah kalau begitu aku akan berangkat sekarang" ucap revfaldy
"hati-hati sayang" ucap vallerie sebelum berangkat revfaldy mencium bibir vallerie dan sedikit ********** ,"EKHMMMM" batuk Rafael
"kamu tinggal menutup matamu atau cari cewek untuk dinikahi itu sangatlah gampang" ucap revfaldy
"apaan sih jangan seperti itu kepadanya" ucap vallerie sambil memukul lengan revfaldy
"baiklah aku akan berangkat sekarang jika kamu mau kemana-mana suruh Rafael untuk menemani mu ingat." Ucap revfaldy
"baiklah" ucap vallerie sambil mengantar revfaldy sampai di luar rumah
*Pov Rafael
Aku ingin kamu memperlakukan aku sama seperti revfaldy tapi aku sadar kamu sudah bukan milikku lagi. Aku sudah kehilangan semuanya saat kamu menikahi kakakku sendiri vall. Dan saat itu aku sudah berusaha untuk melepaskan mu meski aku tahu sangat susah
*Pov end
******
"Raf, Kamu kalo bosan dirumah suka ngapain?" Tanya vallerie tiba-tiba
"ah aku akan menggambar sambil mendengarkan lagu" ucap Rafael
"kamu bisa menggambar?" Tanya vallerie
"bisa lah kenapa kamu tidak percaya?" Ucap Rafael
"ummm karena muka mu tidak meyakinkan" ucap vallerie sambil tertawa
"aku akan menunjukannya kepadamu berikan aku sebuah pensil dan buku aku akan menggambar untukmu" ucap rafael
"baiklah tunggu sebentar aku akan mengambilnya" ucap vallerie.
****Kantor****
Ketika memasuki kantornya revfaldy langsung melihat kearah meja kantornya tersebut dan benar saja bahwa berkas-berkas nya menumpuk disana .
"haish kenapa banyak sekali" keluhnya kemudian ia pun mengerjakan berkas itu satu demi satu setelah mengerjakan setengah ia pun mengistirahatkan dirinya sebentar dan ia pun teringat dengan perkataan istrinya semalam kemudian ia pun memanggil sekertarisnya.
Bantu aku : Revfaldy
Bantu apa pak : Sekertaris
Bantu aku mencari tahu semua yang bersangkutan tentang istri saya dan saya mau melihat hasilnya hari ini juga : revfaldy
Baik pak akan saya kerjakan : sekertaris
******
"Apa yang akan kau gambar?" Tanya vallerie
"kamu akan mengetahuinya nanti" ucap vallerie setelah selesai menggambar Rafael pun memberikan gambar tersebut untuk vallerie.
"aku pernah liat gambarnya tapi tidak tahu dimana." Ucap vallerie
"mungkin kamu salah melihatnya" ucap rafael
"mungkin saja" ucap vallerie
*******
"Pak, saya sudah dapatkan semua tentang Bu vallerie semua sudah ada disini pak" ucap sekertaris
"baik lah aku akan melihatnya kamu pergilah" ucap revfaldy setelah sekertarisnya pergi revfaldy langsung mengecek data yang diberikan oleh sekertarisnya tadi
"Rafael? Kakak laki-laki? Kacelakaan? Kenapa aku tidak mengetahui apapun tentang semua ini?" Ucap revfaldy terkejut dengan apa yang dilihatnya di data tersebut.