
Hari-hari dilalui oleh pasangan itu dengan kebahagiaan,dan rasa cinta yang semakin besar .
Detik demi detik berlalu ,jam demi jam berlalu ,dan hari demi haripun berlalu ,hingga tak terasa waktu sudah berjalan 1bulan.
1 bulan kemudian
Sabtu 07:00 a.m.
"Sayang bangun katanya mau ke rumah mama" ucap revfaldy yang tengah memanggil istrinya tersebut
"Sebentar lagi sayang" ucap vallerie tetapi matanya masih terpejam
"Yauda aku mandi duluan " ucap revfaldy kemudian revfaldy melangkahkan kakinya ke kamar mandi setelah selesai mandi ia memakai baju dan parfum di badannya kemudian ia kembali ke istrinya yang belum terbangun tersebut.
"sayang mandi sana." Panggilnya.
"iya sayang, bentar-bentar kenapa kamu bau kali!!" Kesal vallerie .
"Bau?? Aku pakai parfum yang biasa aku pake sayang." Jelas revfaldy
"Gak-gak menjauh dariku kamu buat aku pengen muntah." Setelah mengucapkan kata-kata itu vallerie langsung berlari ke kamar mandi dan muntah kemudian revfaldy pun menyamperi istrinya yang lemas tersebut.
"kamu gapapa sayang? Mana yang sakit hmm?" Ucapnya sambil memijit pundak vallerie,
"gapapa kok hanya masuk angin aja mungkin." Ucap vallerie
"yauda aku siapkan air panas kamu tunggu di luar dulu." Ucap revfaldy sambil memapah istrinya tersebut. Setelah selesai mandi mereka pun bergegas pergi ke rumah
mamanya revfaldy.
"yakin mau pergi?" Tanya revfaldy
"Iya, semalam kan udah janji sama mama." Ucap vallerie
"yauda ayok tapi kalo ada yang ga enak bilang sama aku oke." Ucap revfaldy
"iya sayang bawel amat." Jawab vallerie sambil mencubit gemes pipi revfaldy.
***Rumah Keluarga Stan***
Mereka pun sampai di kediaman keluarga Stan yang merupakan rumah dari ayah Revfaldy .
*Ting nong
Mereka pun memencet bel rumah tersebut,
"eh tuan udah datang" bibi
"iya bi" jawabnya disembari senyuman ,
"nyonya udah tunggu tuan di ruang tamu." Ucap bibi
"baiklah bi." Jawab revfaldy
"Kalian udah makan?" Tanya mama revfaldy
"belum ma daritadi vallerie ga mau makan." Jelas revfaldy
"kamu kenapa sayang?" Tanya perempuan itu lagi dengan membelai rambut vallerie dengan lembut,
"badan aku lemas ma terus pengen muntah aja bawaannya." Ucap vallerie dan ucapan tersebut hanya mendapat tertawa kecil dari sang ibunda dengan menggelengkan kepalanya,
"kok mama ketawa sih?" Tanya vallerie bingung
"emang ya, kalo ibu hamil itu sensitif,ya " ucapnya lagi dengan tawa kecilnya tersebut,
"APA??Hamill? maksud mama Vallerie hamil ma??" Kaget revfaldy
"Iya Rev, sekarang kamu bawa vallerie ke dokter buat pastikan dulu, siapa tau hamil! ." Ucap mama revfaldy
"iya ma" Jawab revfaldy sambil mengganggukkan kepalanya dengan cepat .Lalu mereka segera pergi kerumah sakit untuk memastikan apakah benar Vallerie hamil.
***Rumah sakit***
"Sayang aku deg-degan" ucap vallerie,
"tenang ya sayang" ucap revfaldy yang mencoba menenangkan vallerie
"bagaimana kalo aku ga hamil? Nanti mama kecewa gimana ?" Tanya Vallerie,
"gapapa sayang berarti kita belum diberi tanggung jawab tersebut dan jangan pikir macam-macam dulu ya" Ucap revfaldy
"tapi sayang.." ucapan vallerie terputus ketika revfaldy memeluknya
"shuttt...udah sayang kita lihat saja nanti oke?" Tanya revfaldy "oke sayang",jawab vallerie.
Setelah selesai pemeriksaan mereka pun menunggu hasil dari dokter tersebut "bagaimana dok?" Tanya revfaldy
"selamat pak,bu sebentar lagi kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu." Ucap dokter tersebut
"beneran dok.." tanya vallerie kembali untuk meyakinkan ucapan dokter tersebut lagi
"iya bu" jawab dokter
"sayang..." Ucap vallerie dengan meneteskan air matanya.
"tapi pak ada satu kabar buruk yang ingin saya sampaikan kepada bapak dan ibu" ucap dokter
"iya dok, kenapa?" Tanya revfaldy
"jadi......."
MAAF YA KARNA UPNYA LAMA