
*****
"Sayang, kamu udah siap belum?" Teriak revfaldy
"sebentar lagi" teriak vallerie balik karena merasa telah menunggu sangat lama revfaldy pun ke kamar untuk menghampiri istrinya tersebut
"kamu kenapa hmm?" Tanya revfaldy
"Sayang, aku gendutan kan? Aku makin jelek kan?" Tanya vallerie tiba-tiba
"ngomong apa sih hmm? Bagi aku itu kecantikan bukan dari berat badan kamu atau bagian tubuh lainnya karena aku mencintaimu apa adanya sayang.." jelas revfaldy dan jawaban yang didapat revfaldy adalah pelukan yang sangat erat oleh istrinya sambil menangis ia mengatakan "makasih sayang.."
"everything for you baby" ucap revfaldy kemudian mereka pun pergi ke taman.
****Taman****
"Ah...akhirnya sampai juga" ucap vallerie kemudian mereka meneruskan untuk terus berjalan-jalan
"sayang aku capek ayo kita pulang saja" rengek vallerie
"sayang, kita baru sampe 30 menit yang lalu" ucap revfaldy
"tapi aku capek, kenapa aku ribetin ya? Kalo iya gapapa aku pulang sendiri" ucap vallerie langsung melangkahkan kakinya untuk mencari taksi dengan cepat revfaldy mengejar vallerie dan menatapnya
"baiklah kita pulang sekarang" ucap revfaldy kemudian mereka pun kembali ke rumah mereka. Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit mereka pun sampai di rumah mereka kemudian terdapat seorang cewe berdiri di depan pintu mereka karena merasa pemilik rumah sudah sampai cewe tersebut langsung menghampiri revfaldy dan mengandeng tangannya tanpa melihat wanita hamil yang sedang berada di sampingnya sedang cemburu
"faldy..sudah lama kita ga jumpa" ucap wanita itu bersemangat langsung memeluk revfaldy, dengan kasar revfaldy melepaskan pelukan itu "ada apa mencariku?" Tanya revfaldy dengan tatapan datar
"aku merindukanmu setelah aku pergi ke luar negri kita tidak pernah bertemu lagi" ucap wanita tersebut
*EKHMMMM karena merasa istrinya sedang cemburu revfaldy pun langsung merangkul istrinya
"dia istriku dan anak di dalam perutnya adalah anakku" ucap revfaldy
"tapi kan kamu pernah janji akan menikahiku setelah aku pulang nanti" ucap wanita itu
"aku tidak pernah berjanji" ucap revfaldy
"sudah dengarkan bahwa suami saya tidak pernah berjanji kepada anda! Mohon anda segera pulang!" Ucap vallerie dengan nada sedikit ditekan kan karena merasa kesal dengan vallerie cewe tersebut pun melangkahkan kaki nya keluar dari rumah tersebut dan pulang yang tersisa hanya sepasang suami istri tersebut. Setelah wanita tersebut pulang vallerie melepaskan rangkulan revfaldy dan langsung masuk ke rumah mereka kemudian menuju ke kamar dan disusuli oleh suaminya tersebut
"sayang.." panggil revfaldy yang melihat vallerie menangis sambil menutup badannya dengan selimut
"sayang..aku bisa jelasin" ucap revfaldy
"pergi Rev aku tidak butuh penjelasan aku capek pengen tidur" usir Vallerie tanpa aba-aba revfaldy langsung menarik tangan vallerie
"dengarin penjelasanku sayang" ucap revfaldy
"5 menit" ucap vallerie dingin "baiklah, sebenarnya..."
******
******
"Sebenarnya dia hanyalah teman masa kecilku sampai aku SMA kita mulai jatuh cinta ketika kita duduk di bangku 2 SMP aku berencana menikahinya tetapi ia meninggalkan ku karena ia dipaksa belajar di luar negri oleh ayahnya dan aku berjanji kepadanya bahwa aku akan menunggu nya tapi aku mendengar berita bahwa ia sudah memiliki pasangan disana, itu merupakan pukulan besar untukku karena aku sudah menunggunya sangat lama terus aku berusaha melupakannya sampai aku dijodohkan dengan kamu" jelas revfaldy
"dia sudah kembali dan menangih janji kepada mu yasudah kamu dengan dia saja" ucap vallerie masih dengan nada ngambek nya "baiklah aku akan menepatinya" ucap revfaldy
"kan!! Kamu memang mencintainya buktinya kamu menepati janjinya iya aku kalah cantik dengannya dan badannya juga bagus beda dengan aku yang sudah jeell" belum menyelesaikan kata-katanya revfaldy langsung mencium bibir vallerie kemudian melum**nya ,
"aku akan menepati janjinya jika aku tidak dijodohkan denganmu" ucap nya dan langsung melu**t bibir vallerie
"aku menginginkannya baby" ucap revfaldy dengan nada seraknya sebelum mendapat jawaban revfaldy terlebih dahulu melahap bibirnya kemudian ******* tersebut turun ke leher dan membuat tanda kepemilikan disana seakan-akan bahwa vallerie hanya miliknya seorang tidak kalah dengan revfaldy Vallerie pun membuat tanda kepemilikan di leher revfaldy seakan-akan ia telah sedang memberitahu dunia bahwa revfaldy hanya akan menjadi miliknya dan hanya terdengar suara desahan demi desahan yang hanya didengar di kamar tersebut.
06:00 p.m.
Karena merasa lapar vallerie pun bangun dari tidurnya dan melihat disebelahnya bahwa revfaldy belum juga bangun dari tidurnya
"sayang" panggil vallerie membangunkan revfaldy sambil menggoyangkan tangannya
"hmmm?" Jawab revfaldy dengan mata tertutup
"sayang...aku lapar" ucap vallerie
"lapar ya makan sayang" ucap revfaldy karena kesal dengan jawaban revfaldy yang seakan-akan melupakan apa yang dilakukan nya beberapa jam yang lalu ia pun mencubit perut revfaldy karena kesakitan revfaldy pun bangun
"kamu kenapa tiba-tiba main cubit" ucapnya mengusap perut nya yang dicubit revfaldy
"dasar suami ga peka!" Ucap vallerie kesal dan berusaha bangkit dari tempat tidur nya
"ahh kenapa bisa lupa sih" ucap revfaldy dan langsung mengendong vallerie ke kamar mandi
"selesai mandi panggil aku" ucap revfaldy setelah 20 menit akhirnya vallerie pun selesai dari mandinya dan kini ia tengah menunggu suaminya mengambil baju tidur untuknya setelah memakai baju kini giliran revfaldy untuk membersihkan badannya sedangkan vallerie turun ke bawah untuk membuat makan malam mereka. Selesai makan malam mereka duduk di ruang tamu sambil menonton drama Korea kesukaan vallerie ditengah-tengah menonton revfaldy berkata
"sayang, besok aku akan ke kantor karena ada masalah disana kamu gapapa kan aku tinggal sendirian di rumah?"
"Yah...sendirian lagi deh" keluh vallerie
"besok aku akan menyuruh rafael menemanimu" ucap revfaldy
"baiklah" ucap vallerie menyetujuinya
"semangat sekali kalau bilang rafael kenapa hmm?" Tanya revfaldy
"ah..rafael orangnya seru" ucap vallerie "bagus la jika kalian akur" ucap revfaldy
"ya Rafael itu.."