TREASURE SEIZES HAPPINESS

TREASURE SEIZES HAPPINESS
~SEORANG PENGHIBUR



‍"kenapa kamu nangis" tanya cowo tersebut, "kamu siapa?" Tanya Vallerie, "perkenalkan nama saya Zayn Mon" jelas laki-laki tersebut "Oh nama saya Vallerie." Balas Vallerie


*Pov


Aku berkeliling di kamar untuk menghilangkan rasa bosanku dan ingin mencari udara segar, tapi mata ku tertangkap sesosok cewe yang kukenali sedang duduk di kursi taman dengan menangis disana dengan segera aku meenghampirinya


*Pov end


20.00 p.m.


Sekarang aku berjalan berkeliling bersama zayn dan aku sangat berterima kasih kepadanya karena telah menghiburku sejak tadi padahal aku enggan memberi tahu masalahku kepadanya tetapi ia tetap menghiburku.


Setelah merasa sudah sangat malam aku memutuskan untuk pulang dan pamit kepada Zayn.


"Zayn, aku mau pulang kapan-kapan kita baru ketemu lagi." Pamit Vallerie, "Ah,iya bagi kontak kamu dong biar bisa tentuin waktu gitu." Ucap Zayn disembari dengan tawa nya, "Ah iya ni nomor ku." Memberikan no yang ada di ponselnya.


Setelah itu aku bergegas pulang ke rumah sesampainya di rumah aku langsung menuju ke kamar ku tanpa adanya niat untuk makan malam.


 


*Kamar


Aku memainkan ponselku dengan hati yang masih sakit dengan ucapan yang dilontarkan oleh Revfaldy tadi dan lagi-lagi aku menangis karena merasa sudah terlalu menaruh hati kepada Revfaldy.


07.00 a.m


Aku terbangun dari tidurku dengan kondisi tubuh yang tidak mendukungku hari ini karena tidak tidur dengan nyenyak semalaman.


Setelah beranjak dari kasur aku seperti biasa mandi dan segera turun ke bawah dan pada saat jalan ke dapur aku melihat sesosok cowo yang sangat aku kenali ya itu Revfaldy


"Pagi" ucap Vallerie dengan senyum terpaksanya, "Pagi sayang, sini kita sarapan dulu." Ajak ayahnya.


Setelah selesai sarapan merek berbincang-bincang seperti biasa di ruang tamu dan akhirnya ibu bertanya kepadaku.


 


"Apa vallerie nangis karena perkataan ku semalam?" Ucap Revfaldy dalam hati, "Ah iya yah,bu setelah nikah nanti vallerie akan ikut aku buat tinggal bersama." Jelas Revfaldy


 


"APA!!!! Kan aku mau tinggal sama ibu." Ucap vallerie dengan sedikit nada kesal, "Ya itu sudah aturannya sayang sebagai istri harus mengikuti suami." Jelas ibunya, "Yasudah la" pasrah Vallerie.


Setelah berbincang-bincang cukup lama Revfaldy pun pamit ke kantor karena ada urusan mendadak.


 


12:00 p.m.


Aku sedang berada di kamar dan lagi-lagi aku memikirkan perkataan yang dikatakan oleh Revfaldy tadi tentang tinggal dengan nya.


"Bagaimana nasib ku kalo tinggal dengannya? Siapa yang dengar aku cerita? Sapa yang bersama ku saat nangis? Arhkkk..." Ucap Vallerie.


Ketika sedang meluapkan rasa kesalnya Vallerie diteriaki oleh ibunya untuk turun kebawah dan ternyata ibunya menyuruhnya untuk mengantar berkas Revfaldy yang tertinggal dirumahnya tadi pagi.


 


"Kamu pergi ke kantor Revfaldy untuk memberikan berkas ini padanya." Ucap ibunya, "Tapi kan harus buat janji dulu bu buat jumpa dia." Jelas Vallerie, "Tadi ibu sudah telepon papa nya buat kasih janji dengan Revfaldy dan sekarang kamu berangkat sana." Jelas ibunya,"Baiklah-baiklah." Pasrah Vallerie.


 


Setelah itu Vallerie bergegas pergi ke kantor dan menemui sekertaris nya, "Mbak, mau jumpa dengan pak Revfaldy bisa?" Tanya vallerie, "Dengan nama siapa?" Tanya sekertaris "Vallerie" jawab Vallerie "Oh, iya mbak tinggal masuk lantai 3 sebelah kanan." Jelas sekertaris.


Setelah bertanya kepada sekertaris aku bergegas pergi ke ruangan Revfaldy tanpa mengetuk pintu aku langsung masuk dan ternyata..