TREASURE SEIZES HAPPINESS

TREASURE SEIZES HAPPINESS
~KITA SUDAHI SAJA PERMAINAN INI



‍‍***Rumah sakit***


Vallerie pun sudah terbangun dari tidurnya 30 menit yang lalu dan sekarang yang ia lakukan adalah makan, ditengah-tengah ia sedang makan vallerie bertanya kepada mama revfaldy,"ma, revfaldy kemana?"


"Ahh itu ada urusan di kantor sebentar sayang" ucap mamanya,


"maaf vallerie repotin kalian semua" ucap vallerie mendadak,


"ngomong apa sih ini kan kewajiban kita juga" ucap perempuan yang merupakan ibu dari vallerie ,


"ga ngerepotin kok sayang malahan mama senang direpotin sama kamu" sambung mama revfaldy kemudian mereka pun berbincang-bincang disembari dengan canda dan tawa.


****


"Kalian udah dapat orangnya?" Tanya seorang lelaki berbadan kekar tersebut,


"sudah pak, pelakunya seorang lelaki yang dulu merupakan karyawan di perusahaan Stan." Jelas orang tersebut.


Ya disisi lain revfaldy merupakan seorang mafia akan tetapi ia sudah tidak pernah ke markasnya tersebut setelah menikah dengan vallerie ,


"bawa dia kesini" ucap revfaldy,


"baik tuan." Jawab salah satu penjaga disana kemudian ia pun menarik lelaki tersebut masuk menghadap revfaldy.


"Kamu yang mencelakai istri dan anak saya?" Tanya revfaldy tenang


"iya karena saya sangat benci kepada anda, kenapa anda memecat saya tanpa memberi alasan." Teriak orang tersebut ,


"kamu ingin tau alasannya?,Baiklah saya akan kasih tau dengarkan ini baik-baik, karena kamu sudah korupsi kemudian berbuat seenak kamu dan sekarang kamu berani menyentuh istri dan anak saya!!" Ucap revfaldy meninggi,


"aaakkuu" sebelum melanjutkan kata-katanya revfaldy terlebih dahulu menggores tubuh lelaki tersebut,


"ahrkkkk" teriak lelaki itu kesakitan,


"ini belum seberapa dengan apa yang istri saya rasakan." Ucap revfaldy,


*srekk *srekk *srekk goresan demi goresan dilakukan revfaldy di tubuh lelaki tersebut dan teriakan demi teriakan terdengar di markas tersebut,


"bilang siapa dalang dibalik semua ini!!" Ucap revfaldy,


"aku ga bakal bilang sampai aku mati" ucap lelaki tersebut yang tengah menahan sakitnya,


"ternyata kamu ingin bermain lebih lama lagi untuk membuka mulut sialan mu itu, baiklah aku akan membuatmu membukanya sendiri" ucap revfaldy yang langsung memotong nadi di tangan kiri dan kanan lelaki tersebut,


"arhkkk jangan menyyiikkksaa kuu, bunuh saja aku" ucap lelaki tersebut,


"tidak secepat itu ********" ucap revfaldy kemudian tidak hanya nadi di tangannya bahkan nadi di kakinya pun diputuskan oleh revfaldy,


"ternyata kamu cukup setia jika kamu tidak mau buka mulut tidak menjadi masalah besar untukku karena aku akan mencari taunya sendiri" ucap revfaldy yang seluruh badannya sudah penuh dengan darah lelaki tersebut dan tiba-tiba ia mendapat telepon.


***Rumah sakit***


06:00 p.m.


"Revfaldy kemana sih? Kenapa lama sekali?" Tanya vallerie kesal,


"sebentar lagi dia bakal pulang kok sayang, tunggu sebentar lagi ya" ucap mama revfaldy menenangkannya karena merasa revfaldy tak kunjung pulang vallerie pun mengambil teleponnya untuk menelepon suami nya tersebut.


*Call


Sebentar lagi aku kesana sayang : revfaldy


Baiklah aku akan menunggumu : vallerie


*Call end


Karena merasa sikap vallerie yang sangat sensitif kepada suaminya semua yang ada di rumah sakit tersebut hanya tertawa melihat kelakuan vallerie ,


"jangan kesal terus sayang ga baik buat baby nya nanti loh" ucap ibunya,


"melihat vallerie seperti ini aku jadi keringat waktu dulu ibu kamu sama seperti kamu val sangat sensitif sama ayah" ucap ayah vallerie,


"itu benar ma?" Tanya vallerie,


"iya sayang" jawab ibunya.


*****


"Kita sudahi saja permainan kita ******** karena istri saya telah menunggu" ucap revfaldy,


"jaannnggaaannn bunuh akuuu" ucap lelaki itu yang sudah sekarat,


"jika aku tidak membunuh mu maka permainan ini tidak akan berakhir ********" ucap revfaldy kemudian ia mengeluarkan pistolnya dan langsung mengarahkan ke jantung lelaki tersebut,


*dorrrr "selamat jalan ********" ucap revfaldy yang kemudian pergi mengganti bajunya dan segera pergi ke rumah sakit.


***Rumah sakit***


Keluarga Stan dan Assley sudah pulang sejak tadi meninggalkan vallerie dan Rafael disana.


"aku gapapa kok sendiri disini kamu pulang aja" ucap vallerie,


"aku akan menunggu kakak pulang baru aku akan pulang" ucap Rafael.


Setalah menunggu 30 menit revfaldy pun sampai di rumah sakit,


"baiklah kakak udah datang sekarang aku pamit dulu" Pamit Rafael,


"baiklah hati-hati" ucap vallerie,


"iya" balas Rafael kemudian ia pun kembali bergegas pulang.


"Kamu udah makan sayang?" Tanya revfaldy "udah sayang" ucap vallerie,


"baguslah jika sudah, istirahat lah sudah malam" suruh revfaldy,


"aku pengen dipeluk sama kamu" ucap vallerie dengan nada manjanya ,


"baiklah, manja " balas revfaldy yang kemudian tidur di samping vallerie kemudian memeluknya dan mereka tertidur.


******


"Mau sampe kapan val kamu bakal melupakan aku, aku rindu sama kamu val, aku rindu kita sama-sama lagi seperti dulu val, kenapa tuhan tidak adil kepadaku".


Satu pukulan mendarat di kaca kamar tersebut *plang pecahan kaca tersebut jatuh ke lantai dan terdapat beberapa serpihan tertinggal di tangannya ,


"arkhhh.....aku benci situasi seperti ini dimana aku harus kehilangan semuanya!" Ucapnya kacau.