Trapped

Trapped
5. Pesaing



Zhan akhir-akhir ini menjadi gelisah, sebenarnya dia ingin mengaku kepada Leon jika selama ini dia hanya bekerja sebagai asisten artis bukan sebagai model seperti di awal yang dia katakan.


Akhir-akhir ini entah mengapa, Leon sering mendesaknya tentang di mana dia akan pemotretan dan bertanya yang membuat Zhan menambah daftar kebohongannya, karena bagaimanapun juga, Leon  tetaplah Leon yang akan berbicara sedikit,  tetapi kadang tetap menyakitkan, membuat Zhan begitu bertekad tidak akan kalah di depannya. Namun, itu di awal sebelum Zhan jauh mengenal Leon.


Setelah berteman hampir beberapa bulan, Zhan baru menyadari jika  sebenernya Leon hanya butuh orang yang perduli dan mau mendengarkan keluh kesahnya.


Diam-diam Yibo meminta daftar dan foto model yang telah Star Agency terima dua Minggu yang lalu, dalam diam dia memperhatikan satu per satu wajah model baru itu, menduga-duga siapa di antara foto itu yang merupakan Red Rubby, orang yang perlahan menjadi teman terdekatnya saat ini.


Bahkan sekarang Yibo sering pergi ke studio foto di agensinya hanya untuk menyaksikan secara langsung model-model itu bergaya. Satu orang mencuri perhatiannya dengan tubuh tinggi kurus dan kulit kecoklatan, model manis itu menjadi yang mendekati kriterianya, hanya saja orang itu terlihat terlalu nakal dan berani, model itu bernama Mo Xuanyu.


Di sela-sela istirahatnya Yibo selalu menghampiri Xuanyu yang membuat para model lainnya menjadi iri. Yibo   berbincang-bincang tentang apa pun, dan terakhir tentang games, Xuanyu  adalah tipe orang yang mudah bergaul dan berwawasan luas, jadi tidak sulit untuk mengimbangi pembicaraan seorang Yibo dan bahkan, sepertinya itu keahliannya membuat lawan bicaranya jatuh hati, dan saat ini mereka terlihat semakin akrab tiap harinya, bertolak belakang dengan sikap Yibo ke Zhan yang semakin semena-mena.


Yibo dengan seenaknya selalu menyuruhnya melakukan hal yang  tidak masuk akal dan parahnya, sekarang bukan hanya Yibo, Zhan menjadi babu juga untuk Xuanyu, pemuda itu memperlakukan Zhan  tidak jauh lebih baik dari Yibo, seperti saat ini, tiba-tiba saja Xuanyu  meminta untuk dibelikan es cendol.


guys...ini sudah jam delapan malam! mamang cendol mana yang masih buka?


Dengan langkah gontai Zhan mengiyakan permintaan tidak masuk akal itu, tetapi bukanlah Zhan jika tidak pintar, dia hanya duduk sambil setengah terpejam di bangku taman, dan setelahnya kembali dengan tangan kosong, karena kesal Xuanyu  merubah keinginannya dia meminta Zhan membelikannya capuccino cincau dan dengan segera dia pergi.


Tangannya menggenggam sesuatu lalu dengan cepat memasukkan bubuk itu ke dalam capucino sebelum menyerahkan kepada Xuanyu.


"Kau rasakan itu, bocah kurang ajar!"


Zhan menyerahkan dua gelas capuccino itu kepada bosnya dengan senyum begitu manis, setelah itu dia menghilang entah ke mana, beberapa menit kemudian pemotretan diundur gara-gara Xuanyu sebagai model harus berkali-kali pergi ke toilet karena sakit perut, dan Yibo juga segera pulang karena merasa tidak beres dengan perutnya.


cekling ... suara pesan masuk (anggaplah seperti itu)


Leon ....


Iya ....


Kau sedang apa? Aku ingin bercerita, dan mengucapkan terimakasih kepadamu.


Untuk apa?


Sesuai saranmu, aku telah memberi  pelajaran kepada bosku yang jahat, mulai saat ini aku tidak takut lagi dengannya.


Baguslah, jangan mau ditindas oleh bos yang tiran itu, btw kapan jadwal pemotretanmu?


Ah, tadi aku sudah pemotretan.


Oh, jadi benar tadi jadwal pemotretanmu?


Eh, iya. Ada apa memangnya?


Leon aku belum gajian, apa kau sudah miskin dengan selalu menagih utangku? Bersabarlah menunggu seminggu lagi, jika bosku sudah membayarku.


Ok, aku akan bersabar, sampai ketemu besok.


Apa maksudmu?


Hahaha sudahlah lupakan. Aku istirahat dulu.


Yibo begitu yakin, jika yang menghubunginya barusan adalah orang yang sama yang tadi siang bersamanya, sepertinya besok dia akan mengatakan kepada Xuanyu  siapa dia sebenarnya.


"Oh Sid, pulsaku sepertinya habis, memiliki dua kartu membuatku menjadi boros."  Zhan mulai bermonolog sendiri.


Sudah sejak lama Zhan memisahkan kehidupan nyatanya dengan teman dunia maya-nya, itu dilakukanya untuk membedakan mana yang menjadi prioritas dan bukan. Biasanya dia akan mengisi sebulan 10k untuk kartu dunia maya-nya, tapi setelah mengenal Leon dia malah menjadi sering mengisi kartu itu hanya untuk menjaga agar dirinya bisa tetap berhubungan dengan Leon.


Berbeda dengan Leon yang mempunyai banyak ponsel dan sangat menjaga privasinya, dia dengan sengaja meninggalkan ponsel  untuk bersenang-senangnya di rumah dan akan aktif kembali setelah tengah malam, tetapi entah mengapa sejak dia mengenal Red Rubby, ponsel  khusus itu menjadi sering dia bawa juga ke mana pun dia pergi.


.


.


.


Hari ini Zhan kembali menemani Yibo ke Star Agency, hari ini sebenarnya tidak ada kegiatan penting yang mengharuskan Yibo  untuk datang, tetapi setelah mendapat info jika Xuanyu sedang melakukan pemotretan ulang karena yang kemarin gagal, Yibo segera  menyusulnya.


Zhan hanya duduk di sudut memandangi iri mereka berdua yang sedang berbincang mesra. Tidak lama perhatiannya teralihkan kepada sosok tua yang sedang membersihkan sisa makanan kru di ruangan luas seorang diri. Zhan menghampiri sosok itu, dari pada berdiam akhirnya Zhan putuskan untuk membantunya.


Mereka terlihat tertawa bahagia sedangkan Zhan yang malang sedang mengumpulkan box-box bekas makan siang yang tercecer.


Awalnya Yibo begitu yakin jika  Xuanyu adalah orang yang dia cari, dari cara bicara pun hampir sama,  tetapi tiba-tiba dia merasa ragu. saat menyaksikan secara langsung sikap Xuanyu yang menurutnya tidak sesuai dengan seorang Rubby yang dia kenal.


Seorang Rubby yang walau sedikit tidak tahu malu dan bodoh, tetapi memiliki hati yang lembut. Pernah suatu malam dia menelpon Leon  sambil menangis, hanya karena melihat seekor kucing mati tertabrak, orang seperti itu tidak mungkin akan merendahkan orang lain, pikirnya.


Tidak mungkin dia adalah orang yang sama yang saat ini sedang bersamanya, yang dengan kasar melempar box bekas makan siangnya ke arah Zhan.


"Hai, kau bisa merapikan itu juga!" Kotak sisa makan Xuanyu sengaja dilempar ke arah Zhan, hampir saja mengenai tubuhnya. Zhan memungutnya tanpa banyak bicara, tetapi mengapa hati Yibo yang  merasa sakit melihat itu, dia sering bertindak kasar kepada Zhan, tetapi dia tidak terima jika orang lain yang melakukan itu kepadanya.


Yibo langsung berdiri dan meninggalkan Xuanyu dalam kebingungan.


"Ayo, Zhan kita pulang!" ajaknya yang membuat Xuanyu menatap sinis ke arah Zhan.


TBC...