
Yibo segera pergi ke toilet setelah tersadar, dia tidak habis pikir bagaimana dirinya bisa lepas kendali, dari dalam bilik toilet, dia bisa mendengar beberapa orang yang sedang membicarakannya.
"Sungguh Yibo benar-benar pria sejati!" Celoteh orang itu.
"Jika aku menjadi dirinya mungkin yang aku lakukan lebih dari itu, sungguh model baru Nie agency itu membuat diriku harus menahan hasrat berkali-kali, apa kalian ingat saat kompetisi pemotretan dulu? Aku sampai membeli fotonya dan aku cetak besar di kamarku, mulai saat itu aku sepertinya jadi penggemarnya," ucap orang satunya lagi yang membuat kuping Yibo panas.
"Kalo aku ... sebenarnya sudah berkali-kali aku menjadikan dirinya sebagai fantasiku."
"Wah!! Kau sungguh gila!!" Suara tawa bergema.
Tiba-tiba suara telpon berbunyi, bukan handphone biasa tetapi ini nomer handphone Leon yang berbunyi.
"Ya ... ada apa Rubby?" ucap Yibo berusaha santai.
"Kapan kita bertemu!!! Leon aku tidak tahan lagi, aku ingin curhat kepadamu!" ucap Red Rubby merajuk.
"Kau bisa ceritakan semua lewat telpon dulu sebelum kita bertemu," bujuk Yibo.
"Leon apa yang harus aku lakukan?"
"Ada apa memangnya?" Yibo bertanya bingung.
"Aku dipermalukan di depan umum, Leon, uuuwaaaaaaa ....!!!" Terdengar suara Zhan menangis.
"Kau ada di mana? Jangan menangis, bukannya kau masih ada test lagi?"
"Hiks ... hiks ... Iya kau benar, tapi darimana kau tahu aku ada test lagi?"
"Ah ... Itu ... itu, kamu sendiri yang memberitahuku tadi." Yibo keceplosan.
"Owh seperti itu, ya ...," jawab polos Zhan.
"Sudah jangan nangis lagi, aku akan menghukum orang yang membuatmu menangis!"
"Ah, benarkah? Apa kau juga tahu jika orang yang mempermalukan aku dan membuatku menangis adalah bosku?"
"Ah ... Apa?! Kenapa dengan dirinya? Bukannya kau bilang bosmu itu sudah baik padamu? bahkan dia mau membantunya berlatih akting?" Selidik Yibo.
"Tidak!! Bosku itu tidaklah berubah, masih menjadi bos yang menyebalkan. Kau tahu dia telah mencuri ciuman pertama, kedua, dan ketigaku!!! uuuuwaaaaaa ... " Red Rubby kembali menangis.
"Apa kau membencinya?" tanya Yibo gelisah.
"Aku sangat membencinya, tiap malam aku selalu berdoa semoga aku memiliki bos sepertimu Leon, tapi saat kubuka mata di pagi hari yang aku lihat tetap bosku yang menyebalkan itu, hiks ... hiks ... !!"
"Aku juga selalu berdoa sepertimu, aku berdoa semoga di setiap awal hariku aku tetap bisa selalu melihat wajahmu."
"Leon ..., aku menyukaimu." Yibo membeku menerima pernyataan suka tiba-tiba dari orang yang dia sukai. Lidahnya kelu tak lagi bisa membalas kata-kata Zhan yang begitu indah. Namun seketika hatinya menjadi sakit saat mengetahui kenyataan, yang Zhan sukai adalah Leon bukanlah Lan Yibo. Mendadak kenyataan itu membuat dirinya patah hati.
"Leon, aku harus kembali, nanti malam aku akan meneleponmu kembali .... " Suara itu terputus begitu saja tanpa dosa, meninggalkan orang yang masih duduk di toilet lemas, belum memakai celana sejak tadi.
Pengumuman pemain telah keluar. Zhan bisa tidur dengan tenang malam ini karena pemeran pertama telah jatuh di tangannya, mengalahkan banyaknya kandidat lain. Tetapi hatinya masihlah kesal dengan ulah Yibo tempo hari, bahkan dia pulang lebih dulu ke apartemen, meninggalkan Yibo begitu saja.
Di perjalanan pulang tadi, samar-samar dia mendengar para aktris menggosipkan dirinya, ciuman itu telah menjadi topik hangat saat ini, bahkan jauh sebelum di umumkan siapa pasangan Yibo di film itu, netizen sudah ramai-ramai mengklaim jika Zhan lah yang menjadi lawan main Yibo.
Zhan telah kembali ke apartemen Yibo untuk mengganti jam kerjanya yang kurang. Zhan seorang yang bertanggung jawab, walau dongkol dia tetap menjalankan tugasnya, merapihkan apartemen itu dan setelah selesai dia akan segera bergegas pergi, sebelum Yibo pulang, pikirnya.
Namun, saat dia membuka pintu apartemen, dia mendapati sosok yang sangat ingin Zhan hindari tengah berdiri tepat di hadapannya di depan pintu.
"Ingin ke mana kau?" tanya Yibo sinis.
"Semua sudah aku kerjakan, aku akan pulang ke kosanku, bos," jawab Zhan tanpa menatap wajah bosnya.
"Tidur di sini malam ini!" Perintah Yibo.
"Aku tidak mau!" Belum sempat Zhan melangkahkan kaki keluar dari pintu, tubuh Zhan sudah Yibo dorong masuk.
"Sepertinya aku lihat Yibo naik ke lantai ini," suara lelaki di balik pintu apartemen Yibo.
"Sepertinya kita terlambat, kita tunggu saja di bawah apartemen ini, kita harus menjadi yang pertama yang mengetahui scandal cintanya dengan model baru Star itu!!" ucap lelaki yang membawa kamera di tangannya. Mereka adalah para paparazi terkenal yang selalu berhasil membuat berita besar.
Tujuan Yibo melarang Zhan pulang adalah karena dia pasti akan menjadi sasaran paling empuk wartawan infotainment itu jika keluar. Ditambah dia juga tidak akan membiarkan begitu saja orang yang telah membuat hatinya kacau balau.
"Tidurlah di kamar, kau butuh istirahat," ucap Yibo lembut, tapi yang diajak bicara malah mengerutkan alisnya.
"Ada apa? Apa kau pikir aku akan macam-macam kepadamu? Aku memiliki selera tinggi, tidak akan tergoda dengan bocah kurus sepertimu," ucap Yibo sambil berlalu.
"Yibo, kau jangan keterlaluan, begini-begini aku lebih tua darimu!! Hargai aku!!" Zhan terus mengoceh, tetapi yang diajak bicara sudah berlalu sambil tersenyum.
Ya ... Aku lebih suka kau yang seperti ini, marah-marahlah sepuasmu. dalam hati Yibo bicara.
Zhan sudah selesai mandi dan mengganti baju. Lalu tanpa dosa dia naik di atas kasur Yibo, sedangkan pemilik kasur itu masihlah mandi di ruang berbeda dan setelahnya bersantai di balkon sebentar sebelum tidur.
Yibo memasuki kamarnya dan mendapati Zhan yang sedang tiduran dengan mata terbuka.
"Kau sendiri yang mengundangku untuk tidur di kasurmu, jadi tidak ada alasan kamu menyuruhku tidur di sofa atau ucapanmu tadi tidak berlaku, karena aku tidak akan bangun, punggungku sudah terpatri tidak bisa bergerak lagi." Berniat ingin membuat bosnya kesal, tetapi malah terlihat sangat menggemaskan.
Yibo tidak menggubris kata-kata Zhan, dia dengan santainya naik ke atas kasur dan naik ke tubuh Zhan.
"Ah ... apa yang kau lakukan!!" Zhan mulai protes, karena Yibo sepertinya akan tidur di atasnya lagi.
"Bukannya tadi kau bilang punggungmu sudah terpatri, jadi jangan bergerak tetaplah seperti itu!"
"Arghhh ...!!!!" Zhan berteriak saat dia merasakan tubuh dingin Yibo mulai menyentuh tubuhnya.
Lampu sudah di matikan dan perkelahian di kasurpun di mulai, siapapun yang menang tetap malam ini Yibo yang pasti akan tidur di atas Zhan.
Tbc ...