Trapped

Trapped
10. Pemotretan



Setelah para juri meminta waktu untuk memutuskan, para model mulai berkumpul, mereka bergosip ria dengan Momo sebagai porosnya. Tampak Zhan duduk sendiri sambil memainkan jari-jarinya, percuma membuka handphone kuota saja tidak ada pikirnya.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Zhan, menemaninya mengobrol.


"Hai ... namaku Song Jiyang, siapa namamu?" tegurnya yang membuat Zhan kaget.


"Ah, aku Xiao Zhan, aku model baru di sini, tolong bantuannya, Gege," jawab Zhan sopan.


"Aku sudah menduga, jika kamu berbeda dengan mereka." Dengan senyum yang begitu manis. Zhan tidak mengerti kata-kata Gege itu yang sepertinya lebih tua beberapa tahun darinya, tetapi wajahnya masih terlihat sangat unyu dan cantik, setelah beberapa lama mereka mengobrol akhirnya Jiyang ge meminta izin untuk pergi, dia menghampiri sang fotografer yang sedang sibuk melihat lagi hasil jepretannya.


"Haoxuan, apa kameramu sudah memilih?" tanya Jiyang Gege kepada fotografer yang memotretnya tadi.


"Kameraku tidak pernah salah, sama saat pertama kali ku memotret dirimu," jawab fotografer itu yang membuat Jiyang Gege merona.


Setelah menunggu lama dan terjadi perdebatan panjang antar juri akhirnya Mengyao keluar dan memutuskan pilihannya. Dan jawabannya adalah yes.


Tampak raut wajah Yibo kurang senang, begitu juga dengan Mo Xuanyu, tapi tidak dengan Haikuan dan lainnya yang terlihat bahagia dan senang untuk Zhan.


Haikuan memberitahukan untuk tema berikutnya sekaligus duel antara Mo Xuanyu dan Zhan. Para model yang tereliminasi tetap menonton dengan antusias, mereka penasaran siapa di antara mereka yang mendapatkan posisi itu.


Pure, innocent, wild, seduce adalah tema kali ini, membuat semua yang hadir mengerutkan dahinya, karena tema yang diambil begitu sulit. Bagaimana melakukan empat hal yang bertentangan dalam sekali pemotretan.


Sebenarnya tema itu di ambil dari masing-masing keinginan juri, tema pure di ambil oleh Haikuan karena dia ingin melihat lebih dalam lagi sosok murni dari seorang model yang terkenal sudah tercemar.


Innocent dipilih oleh Mengyao yang merasa jika model itu harus memiliki sikap seperti malaikat menurutnya, karena mereka adalah sosok yang akan menjadi sorotan seluruh dunia nantinya, maka mereka harus memiliki image yang bagus.


Wild, Nie Mingjue yang memilih, dia merasa model itu harus mengeluarkan sisi liar saat di depan kamera yang membuat isi pesan yang diusung tersampaikan.


Sedangkan Seduce, Yibo yang memilih, karena menurutnya menjadi model harus pintar merayu dan menggoda agar produk yang dia wakili laris di pasaran.


Dan akhirnya pemotretan di mulai. Mo Xuanyu memulai lebih dulu, dia memakai pakaian berwarna hitam dipadu warna putih bergaya di atas kursi, membuka lebar-lebar kedua kakinya yang cantik dengan tatapan tajam, dan bibir terbuka, sungguh begitu menggoda.


Yibo tidak berkedip melihat adegan pemotretan itu, sungguh kesan Seduce yang Yibo inginkan tersampaikan, dan jangan tanya untuk tema Wild yang Nie Mingjue inginkan sungguh sangat terlihat nyata, liar dan menggoda. Kedua lelaki itu menatap lekat ke tubuh Mo Xuanyu yang ramping yang tengah meliuk-liuk bermain dengan kursinya, bahkan mereka berdua sudah berdiri dan melihat semakin mendekat. Sedangkan Haikuan bergeming, dia masih duduk dengan santai di kursinya sama seperti Mengyao yang sedang mengamati dengan cermat menanti bagian yang dia inginkan.


Zhan menunggu dengan frustasi, bahkan beberapa model sudah mulai bergosip dan bertaruh untuk pemenangnya, semua memilih Mo Xuanyu yang pasti mendapatkan posisi itu, membuat mentalnya semakin down.


Zhan meminta izin untuk pergi ke toilet dia begitu nervous menghadapi pemotretan kali ini, dia mencuci mukanya untuk menghilangkan cemas, tapi itu membuat makeup ringan yang dia gunakan menjadi luntur.


Dia berkali-kali membasuh wajahnya, membuat sebagian rambutnya menjadi basah dan wajahnya terlihat jauh lebih segar, namun masih terlihat sedikit sayu.


Zhan keluar dari toilet dan langsung menuju tempat pemotretan, seluruh mata tertuju padanya, tetapi dia hanya menundukkan wajahnya tidak berani menatap mata mereka yang sekilas terdengar meremehkannya. Zhan berdiri di depan layar biru dan siap untuk pemotretan.



Sekarang giliran Haikuan dan Mengyao yang berdiri dan langsung menghampiri Zhan lebih dekat untuk menyaksikan berjalannya pemotretan. Yibo tak bergerak, lidahnya kelu menyaksikan itu, tatapan mata Zhan sungguh lebih dari kata Seduce yang dia cari, tetapi ini sungguh membuat candu. Nie Mingjue hanya menganga melihat itu, wajah polos tanpa make-up tapi bisa membuat tatapan liar yang begitu ingin meminta ditaklukan, membuat mereka berdua menggila.


Tanpa sadar Mengyao, berkata, "Aku ingin dia!" Mata Mengyao berseri-seri melihat tatapan innocent Zhan yang dia cari selama ini, jangan tanya lagi bagaimana dengan Haikuan, dia tersenyum dengan puas.


Tidak lama handphone Jiyang berbunyi dan dia segera pergi dari ruangan itu sambil tersenyum.


"Iya, hallo, Bowen, aku sudah mengikuti bagaimana audisinya, aku yakin kau pasti akan menyukainya," Jiyang berbicara kepada CEO majalah terkenal yang akan mempekerjakan di antara mereka jika menang nantinya.


Sedangkan Haikuan baru menyadari. "Di mana tuan Song? Apa kau melihatnya?" tanya Kuan.


"Tuan Song Jiyang kekasih dari Li Bowen? CEO majalah fasiaon itu?" tanya Mingjue.


"Iya, dia tadi hadir untuk menyaksikan berjalannya audisi kali ini."


"Arghh ... kenapa kau tidak bilang!"


"Kau sibuk memperhatikan model-model baru itu sejak tadi!" jawab Haikuan sinis.


"Hahaha ... biarlah nanti aku akan menghubungi kekasihnya dan meminta maaf karena tidak menyambutnya.


Di sisi lain Yibo telah menghilang dari peredaran, entah mengapa adik kecilnya tidak bisa dikontrol di saat seperti ini, mungkin karena sudah lama Yibo tidak bermain dengannya membuat saat dia mendapatkan godaan sedikit saja, dia sudah tidak lagi dapat menahannya.


Tatapan sayu yang meminta untuk di taklukan itu terus berputar di otaknya membuat tekanan di balik celananya semakin kuat, seolah ingin mendobrak jeansnya.


Gege maaf, aku pulang lebih dulu, ada hal penting yang harus aku selesaikan.


Pesan masuk di handphone Haikuan.


Baiklah, kau urus saja dia dulu, sebagai lelaki normal menurutku wajar hal itu terjadi.


Yibo tidak dapat lagi membalas pesan kakaknya, sepertinya tidak ada yang bisa dia tutupi dari kakaknya itu. Tetapi untuk hal ini sungguh memalukan.


Nie Mingjue sedang membenarkan posisi yang salah di balik celananya dia menjadi gugup saat HaikuanĀ  melihatnya dan tersenyum ambigu, sedangkan Mengyao menatap Mingjue dengan tatapan mengerikan.


"Dasar mesum!!" Hardiknya.


Bersambung.