Trapped

Trapped
17. Terbongkar



Warning:  🔞


Lampu telah dimatikan tanda waktunya untuk beristirahat dengan tenang, tetapi itu untuk orang normal.


Berbeda dengan Yibo dan Zhan yang saat ini yang sedang bertarung untuk mendapati posisi siapa di atas siapa. Bukan hal aneh jika Yibo akan tidur dengan tidak bisa diam, dan tiba-tiba tidur di atas Zhan, tapi untuk kali ini tidak akan Zhan biarkan, tubuhnya sakit semua keesokan harinya setelah tidur dengan Yibo, dan sepertinya saat ini dia akan balas dendam.


"Untuk kali ini aku akan berjuang," kata Zhan yang membuat Yibo bertambah semangat. Pertarungan pun di mulai dengan mereka saling menyerang untuk menaklukkan lawan.


Setelah beberapa lama akhirnya Zhan berhasil unggul dan duduk di atas tubuh Yibo, Yibo tersenyum penuh maksud saat melihat pemandangan indah dari arah bawah itu, setengah pundak mulus Zhan dapat  terlihat karena kaos yang ditarik Yibo menjadi mulur, celana pendek putih itu pun terlihat semakin terangkat tinggi karena dia duduk di atas pinggul Yibo.


"Aku menang Yibo, jadi aku penguasa kasur ini sekarang, kau tidak boleh tidur di atas aku lagi!" Perintah Zhan yang hanya mendapat senyuman dari Yibo.


Detik berikutnya tanpa aba-aba Yibo menarik tangan Zhan dan memutar tubuhnya, membuat posisi kini berbalik, Zhan berada di bawah Yibo dengan kedua tangan Zhan ditahan di atas kepalanya.


"Lepaskan Yibo!!" Zhan mulai berontak jelas posisi ini tidak menguntungkan untuknya.


Yibo menatap mata indah itu begitu dalam, hingga tiba-tiba tubuhnya semakin condong ke arah Zhan.


"Yibo, kau jangan main-main!! Lepaskan !!!" Zhan berteriak saat dia  merasakan bulu kuduk di tubuhnya berdiri merasakan sensasi asing saat lehernya dijilati oleh Yibo.


Zhan terus berontak, adegan beberapa hari yang lalu di atas stage masih lah membuatnya kesal, tapi bukan berarti Zhan tidak suka, cuma dia tidak suka jika di tempat umum.


a/n : Jadi maksudnya tidak apa-apa jika berduan saja? 🤔😳


Yibo kembali membuat tanda di leher Zhan, entah apa yang ada di pikirannya saat ini, melihat tubuh ramping yang tak berdaya di bawahnya membuatnya memiliki niat tidak baik, 'bukannya orang ini sangat membenciku? Jadi biarkan saja seperti itu,' pikirnya.


Tapi ada rasa lain lagi yang menggangu pikirannya, dia adalah Leon yang Zhan sukai, dia tidak boleh melakukan itu yang akan membuat Zhan sedih, tapi di bawah sana sepertinya sudahlah tidak terkendali, maka menyumpal bibir Zhan yang terus berteriak dengan bibirnya itu adalah cara terbaik saat ini.


Zhan terus melawan, instingnya mengatakan jika sepertinya hari ini dia akan dimakan bulat-bulat oleh Yibo. Maka, sekuat tenaga dia akan berjuang.


Tangan kanan Zhan terlepas dari genggaman Yibo, dan tanpa tunggu aba-aba sebuah bogem mentah sudah melayang di pipi mulus Yibo.


Yibo tertegun tak percaya, dan hal itu dijadikan kesempatan Zhan untuk mendorong Yibo dari atas tubuhnya dan segera melarikan diri.


Tangan kekar itu sekali lagi menarik Zhan sampai terjatuh kembali di kasur terlentang, bajunya terangkat ke atas menampilkan perut rata dan  ramping yang mulus. Sepertinya Yibo sudah mulai kesetanan, dia tidak lagi menghiraukan teriakan kesakitan Zhan.


Perlahan kaos hitam milik Zhan  ditariknya ke atas, memperlihatkan dengan jelas tubuh ramping mulus tanpa cacat, lengkap dengan ****** pink pucatnya. Yibo mulai menjilati ****** pink itu seolah itu adalah es cream kesukaannya, tangan satunya sibuk membuka laci di samping tempat tidur mengambil sebuah botol.


Tangannya telah masuk di balik celana pendek Zhan, mengelus dan merangsangnya dengan gerakan naik turun, membuat Zhan terengah-engah, dan tanpa sadar mengeluarkan lenguhan. Perlahan tangan yang telah basah dengan cairan beraroma buah segar itu meluncur di antara gumpalan kenyal berisi,  turun membuka paksa bagian yang masih malu-malu, sesekali meremas-remasnya.


Plak!!


Zhan berontak dengan sekuat tenaga, tamparan tepat mendarat di pipi. Yibo mengangkat wajahnya menatap tajam ke arah  Zhan yang masih bernapas tersengal-senggal.


"Apa kau bilang? Aku menjijikan? Siapa orang yang lebih menjijikan? Menyatakan suka kepada seseorang dengan tidak tahu malunya, dan selalu memaksa orang itu untuk bertemu? Bukannya itu jauh lebih menjijikan? Kau pikir kau siapa?" Kata-kata itu mengalir begitu saja membuat kepala Zhan terasa berat. Ingatannya kembali ke dua puluh menit yang lalu saat dirinya menelpon Leon saat Yibo masih di kamar mandi.


Sekilas tampak mata Zhan  berkaca-kaca, bahkan air matanya sudah menetes tak tertahan, selama ini dia selalu membuang jauh-jauh pikirannya yang selalu menduga-duga jika Leon dan  Yibo adalah orang yang sama.


Berkali-kali Zhan menemukan banyak bukti dan kecurigaan yang mengarah terhadap bosnya, namun dia selalu menepis.


Kecurigaan terbesar Zhan adalah saat  handphone Yibo selalu berbunyi saat dirinya menghubungi Leon, saat  Zhan berada di apartemen Yibo. Dan dia selalu berpikir itu kebetulan. Juga setelah  itu Yibo akan pergi keluar ataupun ke kamar mandi dalam waktu yang lama. Memberikannya waktu untuk bicara kepada  Leon.


Hampir semua jadwal dan kegiatan Zhan, Leon mengetahuinya. Bahkan Leon juga selalu mengetahui apapun yang Zhan  butuhkan. Tidak hanya sekali dua kali kiriman paket itu sampai di kosannya, paket berisi makanan sehat saat dirinya tidak sempat untuk makan saat bekerja.


Zhan selalu merasa jika sebenarnya Leon ada di dekatnya, hanya saja dia tidak mau memberitahukan keberadaannya. Bahkan saat Zhan ingat kembali, Leon lah yang menyarankannya untuk melamar di Star Agensi tempat yang sama di mana Leon bekerja sepertinya.


Karena dari mana dia tahu jika Star Agency membuka lowongan sebagai model? Padahal jelas saat itu Star Agency tidaklah membuka lowongan---hanya orang-orang bawaan yang mengetahui itu.


Zhan semakin mengingat lagi semua perlakuan Leon dan Yibo, semakin Zhan ingat lagi sosok  Yibo benar-benar sosok yang sama persis dengan Leon saat pertama dia mengenalnya di dunia maya, kejam, menyebalkan, dan dingin.


Zhan langsung bangkit, dan mendorong Yibo ke samping, dia melangkahkan kakinya ke sofa dan menarik jaketnya, lalu segera pergi dari kamar itu.


"Mau ke mana kau!" tegur Yibo sambil menyusul Zhan yang sudah keluar dari kamar itu.


Sekali lagi tangan Yibo menarik lengan Zhan.


"Lepaskan!!" Zhan berbalik dan menatap dalam ke mata hitam Yibo. Hanya kata-kata itu yang keluar dengan tatapan mata merahnya yang begitu menakutkan.


Spontan Yibo melepas tangannya di lengan kurus itu, dan detik berikutnya terdengar suara pintu apartemen itu ditutup dengan suara kencang.


Seorang paparazi melihat keberadaan Zhan yang keluar dari lift. Lalu yang lainnya langsung ikut mendekat mengerubung bak laron yang menenemukan cahaya, mereka semua  mencoba mengejarnya dan bertanya kepada Zhan yang menggunakan jaket hoody dan jalan menunduk, detik berikutnya mereka semua terkejut saat Zhan mengangkat wajahnya, memperlihatkan mata bengkak, bibir bengkak, dan wajah yang sangat konyol karena terdapat banyak cairan yang keluar dari air mata dan hidungnya.


"Arghhh ...," Beberapa wartawan kaget mendapati orang yang mereka sangka adalah pemenang model Star bulan kemarin ternyata hanyalah orang mabok yang sungguh kacau.


Tanpa Zhan berkata mereka semua telah bubar ... dan Zhan melanjutkan kembali menagis dan berjalan seorang diri di malam itu.


Tbc ...