
Zhan sedang berputar-putar di kosannya sambil menggenggam naskah dialog yang harus dia kuasai secepatnya, tanpa banyak berpikir dia langsung bergegas pergi menuju apartemen sang guru untuk meminta petuah. Zhan menekan tombol pin dan pintu segera terbuka, tampak Yibo sedang duduk di sofa sambil menatap tab-nya.
"Ah, kau sudah pulang? Aku pikir kau akan pulang malam," basa-basi Zhan saat mata mereka saling bertemu.
Zhan mendekat dan tanpa disuruh dia duduk di samping bosnya dengan senyum yang dibuat-buat, Yibo masih sibuk dengan tab-nya tidak menghiraukannya, hingga akhirnya atensinya teralihkan saat Zhan mulai berbicara sendiri. Persis seperti orang kurang waras.
"Ada apa?" tanyanya curiga dengan sikap Zhan yang mendadak aneh.
Sebuah naskah dia serahkan kepada Wang Yibo dengan mata bulatnya yang penuh harap, diambilnya naskah itu dan membaca beberapa dialog di sana.
"Apa maumu?" tanya Yibo masih terlihat tak acuh.
"Tolong bos ajarkan aku, Minggu depan aku akan mengikuti audisi," pinta Zhan dengan wajah sok di imut-imutin persis seperti anak kucing yang meminta untuk di adopsi.
"Aku sibuk! Kau cari orang lain saja untuk mengajarkanmu acting!" Tolak Yibo yang membuat Zhan kecewa, baru dia berpikir jika bosnya itu telah berubah, tapi nyatanya tetap sama, masih menyebalkan.
"Baiklah, jika begitu aku akan pulang!" Gertak Zhan. "Bos, aku pulang nih!" Tetap diabaikan.
Tiba-tiba suara telpon Yibo berbunyi menampilkan nama Bowen sang producer di projects film terbaru. Dia langsung mengangkat dan mengabaikan Zhan yang sedang memanggil-manggil namanya.
.
.
.
Zhan tertidur di sofa karena kelelahan menghafal dialog, padahal baru tahap menghafal belum mempraktekkan. Diam-diam Yibo mendekat dan mengambil buku naskah itu dari tangan Zhan, ada beberapa bagian yang sudah Zhan beri tanda, dan mata Yibo langsung membesar, saat tahu isi dari dialog itu adalah kata-kata menggoda sang dominan untuk menjerat mangsanya. Bahkan berkali-kali adegan ciuman tampak jelas dan dijabarkan dengan begitu detail di sana membuat Yibo menelan ludahnya paksa.
Film macam apa yang akan dia ikuti audisinya? Batinnya khawatir.
Tiba-tiba Zhan terbangun dan duduk di sofa itu.
"Bos, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Zhan curiga karena saat ini Yibo sudah mendekat ke arahnya membuat Zhan mundur.
Tangan Yibo mencengkeram pundak Zhan dan matanya menatap lekat wajah manis itu. Perlahan tapi pasti matanya mengarah ke bibir ranum yang terbuka dan jarak di antara mereka semakin menipis, dan ... "Tunggu dulu, Bos! kau salah bagian!" Yibo mematung, bibirnya saat ini sudah diblock oleh jari Zhan.
"Aku yang di posisi itu Bos, aku sebagai dominannya! Sekarang Bos duduk, biar aku yang melakukan itu!" Zhan menjadi bersemangat karena dia tahu jika bosnya sedang mempraktekkan adegan di dalam naskah itu. Mereka saat ini bertukar posisi, Yibo duduk di sofa dan Zhan membungkuk, menyondongkan tubuhnya ke arah Yibo. Awalnya Yibo bingung, tapi setelahnya ada senyum mencurigakan di wajahnya.
"Coba kau mulai sekarang!" Tantang Yibo dan Zhan mulai mengulang adegan yang tadi Yibo lakukan, dan ...
Bibir mungil merah itu langsung menempel di bibir tipis Yibo tanpa aba-aba, mata Zhan tertutup dan mata Yibo membulat tak percaya, dan setelahnya Zhan membuka matanya dan mendapati mata bulat Yibo yang menatapnya dengan intens yang membuatnya malu, spontan Zhan menyudahi ciuman yang hanya menempel itu dengan wajah malunya, tapi setelahnya yang dia rasakan Yibo menahan bagian belakang kepalanya, memaksakan ciuman yang jauh lebih dalam dengan mulut Zhan terbuka kaget, dan tangan satunya lagi menarik pinggang ramping itu yang membuat Zhan jatuh duduk di pangkuan Yibo.
"Bos ... bukan seperti ini!" Zhan mulai protes saat Yibo melepaskan tautan bibirnya dari bibir Zhan.
Dia mencoba bangkit dari posisinya yang sungguh sangat ambigu itu. Tapi tangan kekar itu tidak membiarkan Zhan untuk beranjak dari pangkuannya. "Bos, tangganmu! Lepaskan aku!" Zhan mulai berontak tapi yang dia dapat tangan kekar itu mulai menjelajahi punggung mulus di balik kemeja jeans yang dia gunakan, seperti Yibo kehilangan kendali.
"Bos, jangan seperti ini!" Zhan mulai protes.
"Kau baca lagi yang benar adegan di halaman 21! Aku hanya membantumu untuk mempraktekannya saja!"
"Tapi aku berada di posisi yang salah!" Sanggah Zhan.
"Apa kau belum di hubungi oleh sutradara? pemeran utamanya telah di dapatkan, dan sekarang kalian semua sedang memperebutkan posisi sebagai pemeran keduanya, yaitu peran sebagai pasangan dari sang dominan!"
"Apa benar seperti itu?" tanya Zhan kaget. "Aku belum diberitahu."
Ya, jelas belum diberi tahu! jika aku saja baru menerima tawaran memainkan peran utama di film itu setelah aku tahu jika kau ikut audisi di film tersebut hari ini. Dalam hati Yibo bicara.
"Apa menurutmu aku bisa berperan sebagai pemeran kedua? Padahal aku sudah begitu yakin aku bisa mendapatkan peran sebagai dominan itu, dan aku rasa aku juga begitu cocok berperan sebagai dominan." jawab Zhan yang membuat Yibo mengerutkan alisnya tak berkomentar dan sepertinya Zhan juga lupa jika dia masih duduk dengan nyaman di pangkuan Yibo.
.
.
.
Yibo bagun tidur dengan bahagia, awalnya dia sangat menentang keras Zhan menandatangani kontak untuk menjadi model dan aktor itu, tetapi saat ini dia tidak memikirkan itu lagi, jelas dia mendapatkan banyak keuntungan saat ini, bukan Yibo namanya jika dia tidak dapat memanfaatkan keadaan.
Zhan sedang mengangkat telponnya yang pagi-pagi berbunyi, dan setelahnya dia cemberut, benar saja apa yang Yibo katakan semalam, jika pemeran sang dominan telah terisi dan sekarang tinggallah mereka merebutkan posisi pemeran kedua yang lebih tepatnya yang menjadi pasangan sang dominan.
Zhan terus berpikir keras, bukan dia tidak mau, tetapi jelas di naskah itu tertulis jika seorang dominan itu adalah seorang playboy dan memiliki banyak kekasih yang sangat cantik. Sekali lagi tolong di garis bawahi 'cantik'. Zhan seorang lelaki Mo Xianyu juga lelaki, jadi buat apa mereka merebutkan posisi itu jika jelas-jelas mereka bukanlah seorang wanita.
Tiba-tiba telpon berbunyi lagi, seorang penulis skenario merevisi sebagian cerita, ternyata di sana tertulis jika sang dominan yang gemar melukai hati wanita itu akhirnya dikutuk oleh salah satu mantannya dan mendapati karma dirinya tidak bisa 'bangun' lagi. Sang dominan frustasi dan menjadi bahan cemoohan para mantan dan orang-orang yang mengetahui aibnya itu, hidupnya sungguh menyedihkan. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang lelaki yang bisa membangkitkannya kembali, dan sayangnya lelaki itu begitu lugu namun galak sulit untuk ditaklukan, hingga akhirnya jiwa playboy sang dominan kembali menguar, dan dengan jantannya dapat menaklukan mangsanya dengan berbagai keahlian modusnya. Nah, kurang lebih seperti itu jalan ceritanya.
Zhan memegang kepalanya. mulutnya menganga. Berarti sekarang dia harus berlatih acting menjadi lelaki yang polos namun galak itu, yang marah-marah saat menerima semua pelecehan dari sang dominan, tetapi sebenarnya suka.
Sungguh sangat membuat hati dan jiwanya menjerit.
TBC ...