
Zhan terbangun dengan badan sakit semua, bagaimana tidak sakit jika seorang Yibo ternyata memiliki kebiasaan tidur yang sungguh rusuh, dia tidur dengan tidak tenang dan bergerak ke sana-kemari, hingga berkali-kali membuat Zhan terbangun.
Barulah setelah dia mengigau berkata 'jangan pergi' berkali-kali, dan di jawab 'iya ...'." Oleh Zhan baru dia bisa tidur dengan tenang. Tetapi, itu juga hanya berlangsung sebentar karena selanjutnya, tiba-tiba Yibo memanjat tubuhnyq, tidur di atas tubuh ramping itu yang membuatnya tidak bisa bernapas, berkali-kali Zhan mencoba mendorong dan membangunkan Yibo, namun gagal, dan sepertinya begitulah posisi mereka sampai pagi yang membuat tubuh Zhan sakit semua.
Zhan mulai mempersiapkan sarapan dan perlengkapan untuk di bawa hari ini, tapi tiba-tiba Star agency memberi kabar kepada Zhan untuk segera datang, dengan berat hati dia bilang akan usahakan datang secepatnya, Zhan menelpon Jili menjelaskan jika dia sudah tidak bisa lagi menunggu dan mengikuti sarannya, jujur Zhan masih datang dan bekerja seperti biasa karena Jili memberikan solusi untuk Zhan bicara baik-baik kepada Yibo perihal pengunduran dirinya.
Untuk Jili sendiri dia begitu senang setelah tahu teman sekaligus partner kerjanya itu diterima di Star agency. Berlawanan dengan sikap Yibo yang benar-benar menentang, Jili sangat mendukung. Maka Jili memberi saran agar Zhan bertahan merayunya untuk mendapatkan kebebasannya.
Yibo bangun dari tidurnya dengan perasaan bahagia, dia sendiri tidak tahu dan mengerti yang dia inginkan, tetapi tinggal bersama Zhan membuat hidupnya terasa lengkap.
Pagi ini Yibo bersikap begitu baik terhadap Zhan membuatnya curiga, bahkan dia tidak memakan sarapannya yang dia buat sendiri sebelum Yibo memakannya, dia begitu takut jika Yibo meracuninya. Dengan senyum yang lebar, Yibo memberikan lauknya di mangkok Zhan membuat sekilas Zhan tertegun.
Yibo sendiri tidak tahu perasaan apa ini, tetapi saat tau jika orang yang menjadi teman satu-satunya Red Rubby tinggal bersamanya, dia begitu bahagia.
Zhan menatap bosnya yang saat ini sedang tersenyum bahagia.
Sepertinya benar kecurigaanku, ada yang tidak beres dengan bos ini!
Dengan berat hati akhirnya Zhan buka suara. "Bos hari ini aku tidak bisa menemanimu syuting, Star agency memintaku hadir untuk melanjutkan project yang telah di buat," kata Zhan yang tidak mendapat respon sedikitpun dari Yibo.
"Bos, aku mohon!"
"Jika aku memberimu izin, apakah kau tetap bisa bertanggungjawab sebagai asisten pribadiku?" jawab Yibo yang membuat Zhan terdiam." Seperti yang kau tahu, jika aku tidak akan pernah memutuskan kontrak kerja yang telah kita buat!" Pupus sudah kesempatan Zhan untuk lepas dari bosnya itu.
"Jika aku bisa melakukan keduanya apa kau akan mengizinkanku?" Tantang Zhan.
"Maksudmu?"
"Iya, aku tetap menjadi asistenmu yang bertanggung jawab dan menjadi model di Star agency, aku akan bicara kepada Tuan Haikuan untuk hal itu, apa cukup adil jika seperti itu?"
"Jam kerjanmu tidak memenuhi syarat kerjaku!" Tolak halus Yibo.
"Aku bisa menggantinya di malam hari!"
"Apa maksudmu?"
"Maksudku, aku akan bekerja untukmu pada malam hari saat jam kerja siangku tidak mencukupi, atau bagaimana jika aku tinggal bersamamu saja, jadi ... aku bisa tetap mempersiapkan kebutuhanmu di malam hari dan paginya memasak sarapan untukmu!" tawar Zhan tanpa berpikir resiko yang bakal dia hadapi nantinya.
Yibo berpura-pura seolah sedang berpikir dengan tawaran Zhan, padahal di dalam hatinya dia sudah bersorak gembira mendapatkan durian runtuh tanpa susah-susah bekerja.
Mereka lakukan pastinya saat mereka tidak sedang bersama. Yibo selalu tersenyum saat Red Rubby menghubungi di sela-sela kesibukannya, pernah saat mereka sedang telpon Zhan berkata dengan polos jika suara Leon itu mirip dengan suara bosnya yang menyebalkan, dan hanya mendapat respon tertawa garing dari Yibo.
Bukan mirip, tapi memang sama! Ucapnya Dalam hati. Yibo terkekeh.
Akhir-akhir ini Zhan selalu mengajak Leon untuk bertemu, hubungan mereka akhir-akhir ini semakin dekat, walau hanya lewat telpon, Zhan benar-benar marasa nyaman. Sepertinya dia juga memiliki perasaan yang sama kepadanya, rasa suka dan penasaran dengan sosok yang saat ini sepertinya telah
mengisi relung hatinya.
Zhan bisa bermanja-manja jika sedang bersama Leon, tetapi akan mode siaga lagi jika bersama Yibo, bukan kenapa ... Zhan selalu menjadi target bully sempurna bagi seorang Yibo, makanya dia harus benar-benar waspada sebelum dia menjadi korban seperti biasanya.
____
Zhan telah tiba di Star Agency dan perbincangan tentang proyek berikutnya sedang berlangsung. Li Bowen untuk pertama kali datang di acara meeting kali ini ditemani oleh Jiyang di sampingnya dan Haoxuan yang siap selalu dengan cameranya.
Ditemani oleh Haikuan dan Mingjue, Zhan hanya banyak diam, interaksinya hanyalah kepada Gege cantik di samping Bowen, itu juga karena Jiyang yang menyapa Zhan lebih dulu, bukannya Zhan tidak sopan hanya saja Zhan begitu gugup saat melihat Bowen bos besar yang memberikan dirinya pekerjaan walau lewat Star Agency. Tapi tetap selanjutnya seluruh projects berasal dari perusahaan Bowen.
Zhan pucat saat Mingjue dengan seenaknya menandatangi kontrak kerjasama berikutnya dengan perusahaan Bowen yang sedang merambah ke dunia perfilman, awalnya memang Bowen terkenal sebagai pengusaha di bidang majalah dan fashion, tidak ada yang menyangka jika dia sekarang lebih tertarik menjadi produser film, yang saat ini telah di mulai pencarian untuk para pemainnya.
Mingjue dengan percaya diri memasukan nama Zhan dan Mo Xuanyu untuk dijadikan kandidat dalam pemeran utama di film tersebut. Sebuah film yang di adaptasi dari sebuah novel romantis yang memerlukan skill mumpuni dalam beracting, untuk Zhan ini benar-benar menjadi tantangannya untuk melebarkan sayapnya, tapi juga menjadi Boomerang jika dia gagal. Zhan harus mempersiapkannya matang-matang, karena begitu banyaknya adegan romantis dan adegan ranjang sepertinya dia harus mulai secepatnya berlatih acting kepada ahlinya.
"Kita akan segera bertemu kembali!" ucap Haoxuang kepada Zhan saat mereka bertemu pandang. Untuk kali ini sepertinya Haoxuan dipercaya Kembali ke pekerjaan asalnya, menjadi sutradara untuk di film tersebut, dan Haoxuan sepertinya sudah tahu siapa yang bakal dia pilih.
"Ah iya, Ge, aku pikir kita berjodoh." Dengan diiringi tawa Zhan yang penuh dengan kekhawatiran.
"Sebuah kertas berisi naskah dialog di film beserta adegannya Zhan bawa pulang, dia mendapat perlakuan special karena dia adalah pemenang dari kontes sebelumnya, jadi dia punya hak istimewa untuk mempelajari lebih dulu untuk adengan yang akan di test seminggu lagi.
Awalnya Zhan biasa saja karena belum membaca naskah dialognya, tapi saat dia membaca sungguh dia terkejut dan langsung berpikir siapa yang akan membantunya untuk mempraktekkan berbagai macam gaya untuk adegan kissing tersebut, Zhan langsung mendadak pusing, begitu banyak part di mana sang dominan berciuman dengan pasanganganya dengan begitu lihai dan profesional, lalu bagaimana dengan dirinya yang tak berpengalaman berciuman itu? Apa dia harus merelakan begitu saja untuk Mo Xuanyu peran utama itu, menyerahkannya dengan perasaan kalah kepada rival abadinya?
Tidak pernah!! Dan tidak akan! Batinnya bicara.
Dan setelahnya bayangan Yibo yang terlintas dipikirannya, karena jujur sampai saat ini adegan itu masih lah berbekas di kepala Zhan, adegan ciuman pertamanya dengan Yibo yang begitu liar, yang terus terbayang dan berputar saat seorang Zhan menatap bibir tipis bosnya itu, Yibo sang dominan. Hanya itu yang ada di benaknya saat dia berpikir, dan dia adalah satu-satunya guru yang tepat untuk mengajarinya.
Tapi bagaimana aku meminta bantuannya? Zhan berpikir keras.
TBC ....