Trapped

Trapped
15. Casting



Zhan bersiap-siap di pagi hari, dia membuat sarapan dan merapikan apartemen Yibo, sudah hampir seminggu Zhan tinggal bersama Yibo. Awalnya Zhan akan tetap pulang jika pekerjaannya telah selesai, tapi akhir-akhir ini sungguh Yibo menjadi menyebalkan, dia akan menelpon Zhan malam-malam atau akan menyuruhnya kembali setiap dia baru tiba di kosannya, jadi dari pada Zhan harus menghabiskan waktu di jalan dia lebih memilih menginap.


Untuk tidur, Zhan masih betah tidur di sofa, karena bosnya itu begitu jahat kepadanya, dia pernah jatuh dari tempat tidur karena ditendang Yibo setelah terbangun kaget di pagi hari dan mendapati Zhan di kasurnya, padahal dia sendiri yang menyuruhnya tidur di sana, jika tidak di tendang seluruh tubuhnya pun akan sakit-sakit, karena Yibo pasti akan tidur di atas tubuhnya, tak tahu apa lagi yang akan terjadi jika Zhan tidur satu kasur dengan Yibo.


Setelah semua selesai dibereskan Zhan izin untuk pergi lebih dulu untuk mempersiapkan mentalnya, tapi tiba-tiba tangan kekar itu menariknya.


"Berangkat bersamaku, bukannya kau ingin ke Nie Agency?" Kata Yibo tenang.


"Ah, iya bos ... tapi aku butuh datang lebih awal untuk menghafal lagi dialogku," jawab Zhan.


"Halaman 3-21 itu yang akan di test."


"Apa?? Bagaimana kau tahu bos?"


"Oh sial ... Aku fokus menghafal bagian-bagian yang banyak dialognya, ternyata lebih banyak ke adegan yang di test, bagaimana ini?" keluh Zhan dalam hati.


Seakan-akan Yibo bisa menebak pikiran Zhan, dia langsung berdiri dari kursinya dan mulai menyudutkan Zhan ke arah meja yang membuatnya setengah duduk di atas meja makan itu.


"Bos?" Zhan bingung tapi sekilas adegan halaman 17 berputar di otaknya, saat sang dominan yang lebih memilih memakan hidangan penutupnya dengan serakah di banding makanan utamanya.


"Bos ..." Kali ini Zhan mengerti ke arah mana ini akan berlanjut, tapi sungguh melakukan reheasal pagi-pagi membuat bagian di tubuhnya mulai tak terkontrol. Tubuh Yibo semakin mendekat, merapatkan bagian tubuhnya dan mulai menindih tubuh Zhan. Mata mereka bertemu dan perlahan wajah Yibo semakin mendekat, Zhan menoleh ke kiri tepat sebelum bibir mereka bertemu dan sebuah ciuman lembut mendarat di pipi kanannya, dan setelah itu sontak Zhan berkata.


"Bos, aku sudah hafal, tidak perlu latihan lagi!!" Sambil Zhan mencoba mendorong tubuh Yibo untuk menjauh, tetapi sekali lagi tubuh ramping itu di dorong membuat Zhan jatuh terlentang. Tangan kekar itu menyusuri lekukan tubuh indah di bawahnya, meraba-raba bagian yang membuat Zhan gemetar.


"Bos---" Belum selesai dia protes. Bibirnya telah dilumat paksa oleh Yibo. Zhan berontak. Tetapi tangan kekar itu justru semakin liar menyelusup di balik baju, menyentuh lembut perut bidang itu, lalu semakin ke atas.


Zhan merasa tubuhnya seperti  tersengat listrik, saat tangan Yibo menyentuh dadanya, lalu memainkan bagian sensitifnya, Zhan mencoba menutupi dadanya, tetapi yang dia rasakan Yibo semakin menggila.


"Lepaskan!!" Zhan berhasil mendorong tubuh Yibo. Bajunya berantakan, bibirnya sedikit menjadi bengkak dan merah. Matanya berkabut seperti menahan hasrat yang sama seperti yang saat ini Yibo rasakan. Celananya mengetat.


Pada akhirnya mereka berangkat masing-masing.


.


.


.


Zhan duduk di kursinya berdampingan dengan para calon kandidat lainnya, wanita cantik bak model mulai satu persatu beradu acting dan di nilai. Tampak Yibo duduk dengan santai memperhatikan, dia duduk bersama Songlan dan beberapa orang penting di perusahaan Nie. Sebenernya Zhan ingin bertanya bagaimana Nie Agency bisa memperlakukan artisnya segitu specialnya seolah-olah dia adalah salah satu pemegang saham di sana.


Saat Zhan sedang banyak berpikir tiba-tiba seseorang memanggil namanya, dan sontak Zhan berdiri dan mulai bersiap. Dia mulai membuka dialog dengan lawan acting di depannya, mereka bergantian mengambil peran.


Zhan lulus audisi berikutnya, dan menunggu sampai siang, hingga akhirnya dia di panggil dan masuk kesebuah ruangan di mana seluruh camera dan alat-alat shooting telah siap terpasang.


Tampak Yibo tengah berdiri di tengah stage dengan latar biru itu. Dia sepertinya sedang mempersiapkan diri. Dan Zhan mulai curiga. Tiba-tiba sebuah nama mulai di panggil sebagai tanda acara audisi babak kedua di mulai.


Tampak beberapa orang yang lolos mulai berkumpul begitu juga Mo Xuanyu, dia adalah salah satu kandidat terberat Zhan untuk mendapatkan peran utama, dan dia pun lolos ke tahap berikutnya. Terdengar bisik-bisik di antara para kandidat yang lolos membicarakan sosok tampan dan angkuh itu yang tengah naik daun, Wang Yibo.


Seorang aktor muda berbakat dan memiliki karir yang begitu cemerlang, yang berada di studio ini dengan wajah serius. Zhan terkejut, ternyata Yibo yang menjadi pemeran utamanya saat MC mengarahkanya ke stage, pantas dia begitu hafal setiap adengan-adegan di cerita itu, pikirnya. Padahal nyatanya, Yibo hanya mengingat adegan 18+ yang ada di scenario.


Suara riuh rendah saat Yibo dengan lihai beracting sebagai pria Casanova yang membuat wanita-wanita takluk. Dia benar-benar beracting seperti dirinya, yang sombong namun memancarkan aura keseksian yang membuat para wanita dengan suka rela menunggu giliran untuk berkencan dengannya.


Tatapan matanya yang sesekali melirik ke arah Zhan membuat bulu kuduknya merinding, "Ada apa dengan orang itu? Dia selalu menatap ke arahku jika akan melakukan adegan kissing dengan wanita-wanita itu," pikir Zhan dalam hati. Ya ... Itu bukan kissing sungguhan, hanya masalah sudut pandang dari yang melihat.


Audisi tetap berjalan, sampai akhirnya nama Zhan dipanggil, berdiri di stage di bawah tatapan orang-orang membuat mentalnya kembali down, Zhan berdiri dengan tubuh gemetar, sang sutradara Haoxuan memperhatikan Zhan dan memberikan senyum tulus sebagai penyemangat untuknya. Di sana juga telah duduk dengan tenang para orang-orang penting yang sedang memperhatikannya, dari mulai Songlan, Nie Mingjue, Haikuan, sampai Gege manis  Song Jiyang yang sejak awal selalu memberikan Zhan support.


Seorang lawan main telah berdiri di hadapan Zhan mereka mulai beradu acting. Ya ... baru sebatas dialog, dan itu tidak ada kendala karena Zhan memiliki ingatan yang cukup bagus, walau dia tidak peka.


Songlan mengangkat tangannya dan menyebut part 21. Zhan gelagapan, itu salah satu adegan yang pernah dia praktekan bersama Yibo, tapi jelas untuk mempraktekkannya di hadapan orang-orang itu sungguh membuatnya canggung, Seorang crew telah meletakan sofa di stage dan lawan acting Zhan mulai duduk di sofa tersebut. Zhan mulai mendekat memerankan bagiannya, tapi belum sempat dia menyentuh lawan actingnya sebuah tangan kekar menariknya.


"Aku yang akan menjadi lawan actingmu!" Zhan hanya menatap Yibo heran, sedangkan di bangku penonton dan di kursi kandidat lainnya sudah ramai, tampak para wanita-wanita itu terlihat semangat, dan bergosip ria dengan orang-orang di kanan-kiri nya.


Lelaki yang tadi duduk di sofa itu pun mengerti dan langsung meninggalkan stage, tinggallah Zhan yang masih tidak percaya di arahkan Yibo untuk duduk di sofa itu, perlahan tangan Yibo yang awal hanya memegang bahu Zhan bergerak kearah leher jenjang nan sexy itu. Zhan spontan mengangkat wajahnya menatap ke dalam mata hitam pekat Yibo yang seolah-olah memancarkan aura dominan yang ingin memiliki. Tangan kekar bervena itu bergerak dengan begitu indah menyentuh wajah Zhan yang hanya terlihat pasrah dan bingung. Tampak Zhan mulai merespon tangannya mencoba mendorong dada Yibo seolah-olah memberikan perlawanan seperti adegan di dalam part 21 itu.


Dalam hitungan detik mata Zhan membesar dan seluruh isi di dalam ruangan itu menjadi ramai tak terkendali. Yibo lost control dan ciuman sungguhan pun terjadi, dan yang lebih parah Yibo terus melakukan itu dengan paksa.


Zhan terus mendorong dada Yibo untuk menjauh, tapi ciumannya semakin dalam dan intens yang semakin Zhan dapat. Seluruh orang yang menyaksikan dan crew sama sekali tidak ada yang menghentikan, menikmati adegan yang benar-benar terasa begitu nyata itu. Sampai akhirnya  Haikuan menarik kasar Yibo yang sampai terhuyung-huyung akan jatuh.


"Sudah cukup aktingnya, kita di sini sudah tahu jika kau sangat pro, Yibo! Sekarang untuk yang lain kita break dulu!" kata Haikuan tegas dan langsung menarik Zhan  yang linglung, yang terasa masih berada di alam yang berbeda tidak percaya.


Sekumpulan wanita yang tadi sempat merekam adegan itu begitu bahagia, dengan kecepatan penuh video rekaman itu telah menyebar ke mana-mana, bahkan langsung viral menjadi berita paling atas yang di cari.


TBC ...