Time Flower

Time Flower
kebiasaan buruk



"Bangunin gih..., ibu mau kenalan sama dia " bujuk bu eni .


"Gx mau ah bu nanti dia gigit lagi hahaha!!! "canda aru .


" Yah , bener ru jangan mau hahaha " . celetuk diki yang mencoba memanasi keadaan .


"Sini aku aja yang bangunin " ucap aminah... ( dalam hati diki akan ku bongkar rahasiamu satu persatu dengan wajah penuh amarah ) .


Saat aminah ingin menepuk pundaknya untuk membangunkannya .


Aru berteriak " ja...ngan ku mo...hon.. " dengan wajah memelas .


"Kenapa gx boleh aru ??" tanya aminah dan bu eni bersamaan yang penasaran.


"Itu akan membuat kepalaku pusing bu dan aku gx ingin membangunkannya . ini benar - memalukan bu !!!! " bujuk aru yang frustasi menghela nafas .


"Bangunin aja am , reza gx punya kebiasaan aneh kok " terang diki dengan tersenyum liciknya.


"Diki bukanya kamu tahu kalau dia itu.. ( belum menyelesaikan kata - katanya aminah sudah membangunkannya ) , yah mulai deh " keluh aru .


Reza bangun dari tidurnya mengusap matanya berucap " kamu cantik deh seperti mamaku ( kepada aminah dengan tersenyum manis) merogoh saku kanan kantongnya untuk mengambil hpnya , kemudian menempelkannya di telinga berteriak ma...ma.....!! aku ingin pulang hiks ... hiks .... ( bu eni dan seluruh kelas ipa 2 tertegun melihatnya ) aku rindu kakak hiks.. aku rindu alif hiks... kenapa karung tak menghubungiku hiks... ma...ma.. ( lantang ) bla ... bla... bla..."


Aru yang melihatnya hanya bisa memegang kepalanya sementara diki tertawa bahagia melihat tingkah reza bahkan sempat merekamnya dan aminah yang di puji cantik senyam - senyum gx jelas .


"Diki !! kenapa kamu merekamnya " tanya bu eni .


"Yah bu..!! , ini seru hahahaha " jawab diki bahagia .


"Bagaimana bisa seru , teman barumu menangis loh ???? " ucap bu eny khawatir .


"Udah bu jangan khawatir bu tenang aja kok hahaha " jawab diki santai dengan penuh tawa.


Kesal bu eni berjalan dan mengambil hp diki " kenapa kamu tertawa saat temanmu menangis , apa jangan - jangan kamu tahu ini " tanya bu eni penasaran .


"Diki sini , kamu cium dia gih biar cepat bangu n dan berhenti menangis " rengek aru ( bu eni dan seluruh kelas hanya bisa berkedip mendengarnya tak merespon sedikitpun kecuali diki )


"Apa kamu bilang menciumnya ??? " teriak aminah lantang ( bu eni shock mendengarnya )


"Iyah " jawab aru lantang .


"Jadi siapa di antara kalian yang mau menciumnya ????" tanya bu eni .


Semua anak perempuan berteriak " aku aku aku ( bahkan aminah sampai mengelap bibirnya ) "


"Jangan harap kalian bisa menciumnya , kalau ada siswi yang berani menciumnya akan ibu hukum " ancam bu eni ( membuat semua murid perempuan ketakutan ) .


Reza yang masih terus mengoceh sambil menanggis dan merengek .


reza terus merengek berucap " aku merindukanmu ar...( dengan terisak penuh air mata ) " aru yang mendengarnya ketakutan matanya melirik ke kiri ke kanan mukanya pucat pasi penuh keringat dingin lagi - lagi matanya melihat sekeliling karena cemas nafasnya pun tak beraturan aru yang tak tahan melihatnya bereaksi . memegang wajah reza yang tersedu - sedu (membuat jantungnya berdebar) dengan menghela nafas panjang lalu mencium mata reza secepat mungkin .


aru berteriak lantang " si...je... ba...ngun... , nyusahin orang aja" dengan kesal . seketika reza terbangun dan heran kenapa semua orang melihatnya .


Reza ( shock ) memegang pipinya basah , hidungnya berair nyeletuk " ada apa ini ( kaget ) , kenapa kalian semua menatapku ? , apakah ada tontonan menarik ??? " dengan polos .


"Kamu hahaha" ucap diki lantang dengan tertawa bahagia .


"Aku !!! ( heran ) memangnya kenapa ???? " tanya reza penasaran.


"Apakah aku tertidur tadi ??? " tanya reza polos .


"Yah kamu tertidur bodoh !!! " terang aru sambil memukul kepalanya .


"Terus siapa yang membangunkan aku ???" tanya reza .


"Coba kamu lihat baik - baik siapa yang membangun kamu ???" teriak diki .


Reza pun melihat aminah dan aru bergantian berucap " terima kasih dan maaf kalian semua pasti terkejut dengan kebiasaanku yang aneh ( dengan senyum canggung dan menutup mukanya karena malu ) ".


" jadi dari kecil kamu punya kebiasaan seperti itu sampai sekarang , terus siapa yang biasa membangun kamu pas di sekolah ??? " tanya bu eni penasaran .


" Iyah bu dari kecil ( tersenyum canggung ) , tapi biasanya kalau aku stres saja bu hehehe . Jadi seperti ini , ibu terkejutnya hahaha ( mencoba bersikap santai untuk mencairkan suasana ) . jangan terkejut dong bu karena biasanya aku di bangunin sama alif bu...,( mendengar nama alif , alif di sebut wajah diki dan aru menjadi sedih ) kami selalu duduk bareng terus " terang reza ( seluruh siswa yang ada di dalam kelas shock melihat sifat reza yang bener - benar luar biasa ) .


"Jadi alif lah yang langsung menciummu seperti sekarang " tanya bu eni yang masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya .


"Tentu bu ( dengan tersenyum lebarnya ) , ibu mau mencium ku sini gx papa kok bu !!" goda reza yang jaim .


"Sudah , sudah , cepat cuci muka kamu za dan mari kita mulai pembelajarannya sekarang " ucap bu eni .


" Baik bu " jawab reza berjalan keluar .


" Aru kamu keluar juga " ucap bu eni.


di koridor .


" Kamu itu berani juga melakukannya yah ( dengan lantang ) " keluh bu eni kesal .


" Itu darurat bu ( dengan gugup ) aku gx sanggup melihatnya merengek dan menangis terus " bela aru .


" kamu ibu hukum lari 5 kali keliling lapangan " ucap bu eni .


Tiba - tiba diki berdiri di samping aru berucap " bu karena aku yang salah jadi aku saja yang lari " yang berusaha membela aru .


"Diki ternyata kamu udah berubahnya sekarang jadi setia kawan " sindir aminah yang melihat dari balik pintu bersama teman - temanya .


"Diki mau jadi pahlawan kesiangan bu... " canda siti yang ada bareng aminah di depan pintu masuk kelas .


"Aminah ngapain kamu di situ , duduk atau kalian berdua ikut lari keliling lapangan masing - masing sebanyak 5 putar " ucap bu eni .


" Tapi bu... " sela diki kesal.


" bu kakiku sakit ( merengek sambil cemberut ) biar diki aja yang lari yah ( dengan wajah sendu ) tapi tenang kok Bu Diki bisa berlari sampai 10 keliling lapangan juga bisa kok bu , diki itu kuat loh bu ( dengan senyum manisnya ) " bujuk aru . Diki yang mendenganya terkejut mendengarnya hanya bisa batuk keras .


"Apakah itu benar diki ???." tanya bu eni.


" tentu bu 10 putaran itu keciil ( dengan lantang) , apa lagi kalau 1 nya di hilangkan Bu...., maka aku gak perlu capek lari -lari ngeluarin banyak keringat semuanya udah beres Bu...,misi telah selesai " jawab diki bahagia yang membuat seluruh siswa yang berada di dalam kelas mendengarnya tertawa bahagia .


"Udah - udah kalian berdua itu jangan ngeyel aja, kalian berdua lari sana!!! " sanggah bu eni kesal .


" sekarang tah bu atau besok ( sambil mengedipkan mata ) ???" tanya aru dengan tersenyum menggoda .


# jangan lupa komentarnya yah


wo aini 😚😚